Open access Jurnal
Risk Analysis Of Dropped Anchor Impact On Subsea Pipelines In Natuna
ANALISIS RISIKO KEJATUHAN JANGKAR TERHADAP PIPA BAWAH LAUT DI NATUNA
Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2025) · pp. 129–134
- ISSN
- 2721-5717, 2747-2124
- Published
- 2025-03-31
- Publisher
- Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
English
Energy is a fundamental element in economic and social development, with oil and natural gas remaining the primary energy sources in Indonesia. To support the distribution of hydrocarbons from production facilities to onshore locations, subsea pipelines serve as vital infrastructure in the upstream oil and gas industry. However, subsea pipelines face various external risks, including dropped ship anchors, which can cause significant damage both technically and environmentally. This study aims to analyze the risk level of dropped anchors on subsea pipelines in Natuna. The methodology involves data collection related to pipeline characteristics, vessel traffic, and anchor types. Consequence analysis is conducted by calculating pipeline dent levels due to anchor kinetic energy based on the DNV-RP-F107 guideline. The results show that the anchor impact energy on the pipeline is approximately 3,94 kJ, placing the pipeline consequence level in the <5% dent/diameter category. Risk assessment using a risk matrix indicates that the risk level remains within the ALARP (As Low As Reasonably Practicable) threshold, meaning the risk is acceptable with reasonable mitigation measures. The findings suggest that although dropped anchors can cause pipeline deformation, the resulting damage remains within safe limits. However, to further reduce potential risks, additional mitigation measures are required, such as vessel traffic monitoring, designated anchor-free zones, and enhancing pipeline resilience against external impacts.
Bahasa Indonesia
Energi merupakan elemen fundamental dalam pembangunan ekonomi dan sosial, dengan minyak dan gas bumi tetap menjadi sumber utama di Indonesia. Untuk mendukung distribusi hidrokarbon dari fasilitas produksi ke daratan, pipa bawah laut menjadi infrastruktur vital dalam industri hulu migas. Namun, keberadaan pipa bawah laut menghadapi berbagai risiko eksternal, termasuk kejatuhan jangkar kapal, yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan baik dari segi teknis maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko akibat kejatuhan jangkar terhadap pipa bawah laut di Natuna. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data terkait karakteristik pipa, lalu lintas kapal, dan jenis jangkar yang digunakan. Analisis konsekuensi dilakukan dengan menghitung tingkat penyok pipa akibat energi kinetik jangkar menggunakan panduan DNV-RP-F107. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa energi jangkar yang mengenai pipa berkisar pada 3,94 kJ, yang menempatkan tingkat konsekuensi pipa dalam kategori <5% dent/diameter. Penilaian risiko menggunakan matriks risiko menunjukkan bahwa tingkat risiko masih berada dalam batas ALARP (As Low As Reasonably Practicable), yang berarti risiko dapat diterima dengan penerapan langkah mitigasi yang wajar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kejatuhan jangkar dapat menyebabkan deformasi pada pipa, tingkat kerusakan yang terjadi masih dalam batas aman. Namun, untuk mengurangi potensi risiko lebih lanjut, diperlukan langkah mitigasi tambahan seperti pengawasan lalu lintas kapal, penentuan zona larangan jangkar, serta peningkatan ketahanan pipa terhadap dampak eksternal.
Keywords
Collaboration network of the authors
21 authors · 54 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- State University of Semarang
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nurul Hidayah | Affiliation unknown | 2 |
| Dian Aulia Hidayati Chardiwan | Affiliation unknown | 2 |
| - Nurmawati | Affiliation unknown | 2 |
| Indah Melati Suci | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Abdul Ghofur Al Hakim | Affiliation unknown | 2 |
| Calista Maharani | Affiliation unknown | 2 |
| Ahmad Azwar Mas'ud | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Iqra Prasetya | Affiliation unknown | 2 |
| Narwati Narwati | Affiliation unknown | 1 |
| Khambali Khambali | Affiliation unknown | 1 |
| Alamsyah Alamsyah | State University of Semarang | 1 |
| Alan Dicky Swans Saragih | Affiliation unknown | 1 |
| Anggoronadhi Dianiswara | Affiliation unknown | 1 |
| Christoper Siburian | Affiliation unknown | 1 |
| Putri Dinul Koyyimah | Affiliation unknown | 1 |
| Adiek Astika Clara Sudarni | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.