Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Plant What You Eat: Politik Keseharian Komunitas Urban Farming Makassar dalam Merespon Permasalahan Global Terkait Krisis Pangan

Hasanuddin Journal of International Affairs · Vol. 3 No. 1 (2023) · pp. 35–43

DOI
10.31947/hjirs.v3i1.25544
ISSN
2775-3336, 2774-7328
Published
2023-02-25
Publisher
Department of International Relations, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

The food crisis is a global issue that is increasingly concerning and requires more attention from various countries. One solution to this problem is to apply the concept of Urban Farming in urban areas. The food crisis that occurred was inseparable from the decreasing available agricultural land as a result of the conversion of land functions into residential areas. The city of Makassar is one of the cities with an agricultural area that continues to decrease so that to meet the food needs of the Makassar city population, it is necessary to distribute food from villages to cities which of course causes a decrease in food quality. Responding to this issue, the Urban Farming community in the city of Makassar is trying to invite the community to be involved in Urban Farming activities. The Makassar Gardening Community is one of the active communities in addressing this issue by implementing the Plant What You Eat concept. This study analyzes the activities carried out by the Makassar Gardening Community using the Daily Politics approach. This study found that the daily politics of the Makassar Gardening Community were implemented through forming collective action, encouraging public political participation and building local, national and international networks. Krisis pangan merupakan isu global yang semakin memprihatinkan dan memerlukan perhatian lebih dari berbagai negara. Salah satu solusi dari masalah ini yaitu dengan menerapkan konsep Urban Farming di wilayah perkotaan. Krisis pangan yang terjadi tidak terlepas dari semakin berkurangnya lahan pertanian yang tersedia akibat dari peralihan fungsi lahan menjadi daerah pemukimanan. Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan luas wilayah pertanian yang terus mengalami penurunan sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk kota Makassar, perlu dilakukan distribusi bahan pangan dari desa ke kota yang tentunya menyebabkan turunnya kualitas pangan. Menyikapi isu ini, komunitas Urban Farming yang ada di kota Makassar berupaya untuk mengajak masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas Urban Farming. Komunitas Makassar Berkebun merupakan salah satu komunitas yang aktif dalam menyikapi isu ini dengan menerapkan konsep Plant What You Eat. Penelitian ini menganalisis aktivitas yang dilakukan oleh Komunitas Makassar Berkebun dengan menggunakan pendekatan Politik Keseharian. Penelitian ini menemukan bahwa politik keseharian Komunitas Makassar Berkebun diimplementasikan melalui membentuk aksi kolektif, mendorong partisipasi politik public dan membangun jejaring lokal, nasional dan internasional

Keywords

Collaboration network of the authors

28 authors · 66 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi Arya Setiawan JuniorAffiliation unknown2
Muhammad Firdaus Al MuntazarAffiliation unknown2
Fara Fahira Dwi FadzilaAffiliation unknown2
Muhammad Fikri HidayatAffiliation unknown2
Adelita LubisAffiliation unknown2
Mia Aulina LubisAffiliation unknown2
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo1
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo1
Namriah NamriahUniversitas Halu Oleo1
Darwis DarwisUniversitas Halu Oleo1
Fransiscus Suramas RembonUniversitas Halu Oleo1
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo1
Muhammad AlwiAffiliation unknown1
Munawwarah MubarakAffiliation unknown1
Sri RahayuAffiliation unknown1
Hamrullah HamrullahAffiliation unknown1
Nurjannah AbdullahAffiliation unknown1
Adi SuryadiAffiliation unknown1
Timothy Fabian TheodurrusAffiliation unknown1
Bama Andika PutraAffiliation unknown1
Agussalim BurhanuddinAffiliation unknown1
St. Husnul KhatimahAffiliation unknown1
. AnitaAffiliation unknown1
DarwisAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Plant What You Eat: Politik Keseharian Komunitas Urban Farming Makassar dalam Merespon Permasalahan Global Terkait Krisis Pangan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Baharuddin, Aswin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahmatia, Rahmatia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rusmin, Julia Hardianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Islami, Femi Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">urban farming</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">krisis pangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">makassar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">politik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The food crisis is a global issue that is increasingly concerning and requires more attention from various countries. One solution to this problem is to apply the concept of Urban Farming in urban areas. The food crisis that occurred was inseparable from the decreasing available agricultural land as a result of the conversion of land functions into residential areas. The city of Makassar is one of the cities with an agricultural area that continues to decrease so that to meet the food needs of the Makassar city population, it is necessary to distribute food from villages to cities which of course causes a decrease in food quality. Responding to this issue, the Urban Farming community in the city of Makassar is trying to invite the community to be involved in Urban Farming activities. The Makassar Gardening Community is one of the active communities in addressing this issue by implementing the Plant What You Eat concept. This study analyzes the activities carried out by the Makassar Gardening Community using the Daily Politics approach. This study found that the daily politics of the Makassar Gardening Community were implemented through forming collective action, encouraging public political participation and building local, national and international networks.
 
Krisis pangan merupakan isu global yang semakin memprihatinkan dan memerlukan perhatian lebih dari berbagai negara. Salah satu solusi dari masalah ini yaitu dengan menerapkan konsep Urban Farming di wilayah perkotaan. Krisis pangan yang terjadi tidak terlepas dari semakin berkurangnya lahan pertanian yang tersedia akibat dari peralihan fungsi lahan menjadi daerah pemukimanan. Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan luas wilayah pertanian yang terus mengalami penurunan sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk kota Makassar, perlu dilakukan distribusi bahan pangan dari desa ke kota yang tentunya menyebabkan turunnya kualitas pangan. Menyikapi isu ini, komunitas Urban Farming yang ada di kota Makassar berupaya untuk mengajak masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas Urban Farming. Komunitas Makassar Berkebun merupakan salah satu komunitas yang aktif dalam menyikapi isu ini dengan menerapkan konsep Plant What You Eat. Penelitian ini menganalisis aktivitas yang dilakukan oleh Komunitas Makassar Berkebun dengan menggunakan pendekatan Politik Keseharian. Penelitian ini menemukan bahwa politik keseharian Komunitas Makassar Berkebun diimplementasikan melalui membentuk aksi kolektif, mendorong partisipasi politik public dan membangun jejaring lokal, nasional dan internasional</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of International Relations, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/25544</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31947/hjirs.v3i1.25544</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of International Affairs; Vol. 3 No. 1 (2023); 35-43</dc:source>
	<dc:source>2775-3336</dc:source>
	<dc:source>2774-7328</dc:source>
	<dc:source>10.31947/hjirs.v3i01</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/25544/9351</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Hasanuddin Journal of International Affairs</dc:rights>
</oai_dc:dc>