Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

SENTRIN- IMPLEMENTASI ALGORITMA CLEFIA 128DAN TIME-BASED ONE TIME PASSWORDSEBAGAI TWO-FACTOR AUTHENTICATIONUNTUK MENINGKATKAN KEAMANANPADA PROSES AUTENTIKASI

Implementasi Algoritma Clefia 128 Dan Time-Based One Time Password Sebagai Two-Factor Authentication Untuk Meningkatkan Keamanan Pada Proses Autentikasi

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 12 No. 3 (2025) · pp. 539–548

DOI
10.25126/jtiik.2025129457
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2025-06-30
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Autentikasi merupakan proses verifikasi data dengan cara memastikan bahwa pengguna atau users adalah pemilik akses yang sah pada sistem. Proses autentikasi sederhana menggunakan metode single-factor authentication (SFA) dengan menggunakan password atau PIN. SFA memiliki kelemahan karena rentan terhadap serangan seperti brute force dan sniffing. Efek dari serangan ini berimbas pada kebocoran data. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat pada tahun 2023 terdapat 103 insiden dugaan kebocoran data. Insiden ini terjadi karena prosedur pengamanan masih rendah, terutama dalam mengamankan PIN, aplikasi, dan keamanan internet yang menggunakan SFA. Solusi untuk meningkatkan keamanan pada proses autentikasi dilakukan dengan mengkombinasikan kriptografi berupa algoritma Clefia-128 dengan two-factor authentication berupa TOTP. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Clefia-128 yang ditulis dalam bahasa pemrograman Python versi 3 untuk proses enkripsi dan dekripsi secret key token TOTP pada sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan web-server XAMPP. Implementasi Clefia-128 dan TOTP pada sistem berhasil meningkatkan keamanan data ketika proses autentikasi login website. Hal ini dibuktikan dengan pengujian keamanan dengan metode cipher-only attack menggunakan wireshark yang dikombinasikan dengan brute force menunjukkan bahwa ciphertext yang didapat tidak berhasil dipecahkan. Pengujian berdasarkan test vector menunjukkan bahwa Clefia-128 memberikan hasil yang konsisten dan akurat, serta hasil pengujian performa Clefia-128 untuk enkripsi memerlukan waktu 0.0012277 detik dan dekripsi memerlukan waktu 0.0012895 detik.

English

Autentikasi merupakan proses verifikasi data dengan cara memastikan bahwa pengguna atau users adalah pemilik akses yang sah pada sistem. Proses autentikasi sederhana menggunakan metode single-factor authentication (SFA) dengan menggunakan password atau PIN. SFA memiliki kelemahan karena rentan terhadap serangan seperti brute force dan sniffing. Efek dari serangan ini berimbas pada kebocoran data. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat pada tahun 2023 terdapat 103 insiden dugaan kebocoran data. Insiden ini terjadi karena prosedur pengamanan masih rendah, terutama dalam mengamankan PIN, aplikasi, dan keamanan internet yang menggunakan SFA. Solusi untuk meningkatkan keamanan pada proses autentikasi dilakukan dengan mengkombinasikan kriptografi berupa algoritma Clefia-128 dengan two-factor authentication berupa TOTP. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Clefia-128 yang ditulis dalam bahasa pemrograman Python versi 3 untuk proses enkripsi dan dekripsi secret key token TOTP pada sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan web-server XAMPP. Implementasi Clefia-128 dan TOTP pada sistem berhasil meningkatkan keamanan data ketika proses autentikasi login website. Hal ini dibuktikan dengan pengujian keamanan dengan metode cipher-only attack menggunakan wireshark yang dikombinasikan dengan brute force menunjukkan bahwa ciphertext yang didapat tidak berhasil dipecahkan. Pengujian berdasarkan test vector menunjukkan bahwa Clefia-128 memberikan hasil yang konsisten dan akurat, serta hasil pengujian performa Clefia-128 untuk enkripsi memerlukan waktu 0.0012277 detik dan dekripsi memerlukan waktu 0.0012895 detik. Abstract Authentication is the process of verifying data by ensuring that users are the legitimate owners of access to the system. Simple authentication process uses single-factor authentication (SFA) methods, such as password or PIN. SFA has the disadvantage of being vulnerable to attacks such as brute force and sniffing. The effect of these attacks leads to data leakage. The National Cyber and Crypto Agency, often known as BSSN noted that in 2023 there were 103 incidents of suspected data leakage. These incidents occur because security procedures are still low, especially in securing PINs, applications, and internet security that use SFA. The solution to improve security in the authentication process is to combine cryptography, specifically the Clefia-128 algorithm, with TOTP as two-factor authentication. This study implements the Clefia-128 algorithm written in the Python version 3 for the encryption and decryption process of the secret key in the TOTP token generation which is implemented on the system using the PHP programming language with the XAMPP web-server. The implementation of Clefia-128 and TOTP on the system successfully increases the security of user data during the website login authentication process. This is proven by security testing with the cipher-only attack method using wireshark combined with brute force showing that the ciphertext was not successfully cracked. Test vector show that Clefia-128 provides consistent and accurate results, and the results of Clefia-128 performance testing for encryption takes 0.0012277 seconds and decryption takes 0.0012895 seconds.

Keywords

Collaboration network of the authors

26 authors · 49 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rakhmadhanny PrimanandaUniversity of Brawijaya2
Fariz Andri BakhtiarUniversity of Brawijaya2
Reza Andria SiregarUniversity of Brawijaya2
BaihaqsaniUniversity of Brawijaya2
Halimah Septya MikaylaUniversity of Brawijaya2
Amry YahyaAffiliation unknown2
Avis SugiantoAffiliation unknown2
Avis SugiantoAffiliation unknown2
Dimas Tri MustakimAffiliation unknown2
Dimas Tri MustakimAffiliation unknown2
Eko Sakti P.Affiliation unknown1
Raden Arief SetyawanUniversity of Brawijaya1
Indri - AtiUniversity of Brawijaya1
Adhitya BhawiyugaUniversity of Brawijaya1
Yohanna Fransiska AladinaUniversity of Brawijaya1
Kasyful AmronUniversity of Brawijaya1
Achmad BasukiUniversity of Brawijaya1
Muhammad Fadhli ImanUniversity of Brawijaya1
Amelia Dwi RochaniUniversity of Brawijaya1
Diah Ratih DestyoriniUniversity of Brawijaya1
Fariz Abid DarmawanUniversity of Brawijaya1
I Putu Agrahita WigunaUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">SENTRIN- IMPLEMENTASI ALGORITMA CLEFIA 128DAN TIME-BASED ONE TIME PASSWORDSEBAGAI TWO-FACTOR AUTHENTICATIONUNTUK MENINGKATKAN KEAMANANPADA PROSES AUTENTIKASI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Implementasi Algoritma Clefia 128 Dan Time-Based One Time Password Sebagai Two-Factor Authentication Untuk Meningkatkan Keamanan Pada Proses Autentikasi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Annaisaburi, Munjin Nasyih </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kusyanti, Ari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Trisnawan, Primantara Hari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Annaisaburi, Munjin Nasyih </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kusyanti, Ari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Trisnawan, Primantara Hari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">two factor authentication</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">time-based one time password</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Autentikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">autentikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">clefia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kriptografi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">time-based one-time password</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">two-factor authentication</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id"> 
Autentikasi merupakan proses verifikasi data dengan cara memastikan bahwa pengguna atau users adalah pemilik akses yang sah pada sistem. Proses autentikasi sederhana menggunakan metode single-factor authentication (SFA) dengan menggunakan password atau PIN. SFA memiliki kelemahan karena rentan terhadap serangan seperti brute force dan sniffing. Efek dari serangan ini berimbas pada kebocoran data. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat pada tahun 2023 terdapat 103 insiden dugaan kebocoran data.  Insiden ini terjadi karena prosedur pengamanan masih rendah, terutama dalam mengamankan PIN, aplikasi, dan keamanan internet yang menggunakan SFA. Solusi untuk meningkatkan keamanan pada proses autentikasi dilakukan dengan mengkombinasikan kriptografi berupa algoritma Clefia-128 dengan two-factor authentication berupa TOTP. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Clefia-128 yang ditulis dalam bahasa pemrograman Python versi 3 untuk proses enkripsi dan dekripsi secret key token TOTP pada sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan web-server XAMPP. Implementasi Clefia-128 dan TOTP pada sistem berhasil meningkatkan keamanan data ketika proses autentikasi login website. Hal ini dibuktikan dengan pengujian keamanan dengan metode cipher-only attack menggunakan wireshark yang dikombinasikan dengan brute force menunjukkan bahwa ciphertext yang didapat tidak berhasil dipecahkan. Pengujian berdasarkan test vector menunjukkan bahwa Clefia-128 memberikan hasil yang konsisten dan akurat, serta hasil pengujian performa Clefia-128 untuk enkripsi memerlukan waktu 0.0012277 detik dan dekripsi memerlukan waktu 0.0012895 detik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Autentikasi merupakan proses verifikasi data dengan cara memastikan bahwa pengguna atau users adalah pemilik akses yang sah pada sistem. Proses autentikasi sederhana menggunakan metode single-factor authentication (SFA) dengan menggunakan password atau PIN. SFA memiliki kelemahan karena rentan terhadap serangan seperti brute force dan sniffing. Efek dari serangan ini berimbas pada kebocoran data. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat pada tahun 2023 terdapat 103 insiden dugaan kebocoran data.  Insiden ini terjadi karena prosedur pengamanan masih rendah, terutama dalam mengamankan PIN, aplikasi, dan keamanan internet yang menggunakan SFA. Solusi untuk meningkatkan keamanan pada proses autentikasi dilakukan dengan mengkombinasikan kriptografi berupa algoritma Clefia-128 dengan two-factor authentication berupa TOTP. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Clefia-128 yang ditulis dalam bahasa pemrograman Python versi 3 untuk proses enkripsi dan dekripsi secret key token TOTP pada sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan web-server XAMPP. Implementasi Clefia-128 dan TOTP pada sistem berhasil meningkatkan keamanan data ketika proses autentikasi login website. Hal ini dibuktikan dengan pengujian keamanan dengan metode cipher-only attack menggunakan wireshark yang dikombinasikan dengan brute force menunjukkan bahwa ciphertext yang didapat tidak berhasil dipecahkan. Pengujian berdasarkan test vector menunjukkan bahwa Clefia-128 memberikan hasil yang konsisten dan akurat, serta hasil pengujian performa Clefia-128 untuk enkripsi memerlukan waktu 0.0012277 detik dan dekripsi memerlukan waktu 0.0012895 detik.
 
Abstract
Authentication is the process of verifying data by ensuring that users are the legitimate owners of access to the system. Simple authentication process uses single-factor authentication (SFA) methods, such as password or PIN. SFA has the disadvantage of being vulnerable to attacks such as brute force and sniffing. The effect of these attacks leads to data leakage. The National Cyber and Crypto Agency, often known as BSSN noted that in 2023 there were 103 incidents of suspected data leakage. These incidents occur because security procedures are still low, especially in securing PINs, applications, and internet security that use SFA. The solution to improve security in the authentication process is to combine cryptography, specifically the Clefia-128 algorithm, with TOTP as two-factor authentication. This study implements the Clefia-128 algorithm written in the Python version 3 for the encryption and decryption process of the secret key in the TOTP token generation which is implemented on the system using the PHP programming language with the XAMPP web-server. The implementation of Clefia-128 and TOTP on the system successfully increases the security of user data during the website login authentication process. This is proven by security testing with the cipher-only attack method using wireshark combined with brute force showing that the ciphertext was not successfully cracked. Test vector show that Clefia-128 provides consistent and accurate results, and the results of Clefia-128 performance testing for encryption takes 0.0012277 seconds and decryption takes 0.0012895 seconds.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9457</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2025129457</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 12 No 3: Juni 2025; 539-548</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 12 No. 3: Juni 2025; 539-548</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.123</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9457/1436</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>