Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pembangunan Bandara Buntu Kunik: Studi Etnografi Tentang Konflik Sengketa Tanah di Tana Toraja

Jurnal Mahasiswa Antropologi · Vol. 1 No. 2 (2022) · pp. 117–132

DOI
10.31947/jma.v1i2.14865
ISSN
2830-4950
Published
2022-12-26
Publisher
Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Pembangunan Bandar Udara Buntu Kunik, Memicu terjadinya konflik sengketa tanah dalam masyarakat. Tingginya Nilai tanah secara ekonomi setelah adanya pembangunan menjadi salah satu latar belakang terjadinya konflik sengketa tanah. Oleh karna itu penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Bentuk-bentuk konflik sengketa tanah yang terjadi serta mekanisme lokal dalam penyelesaian konflik sengketa tanah tersebut dan juga terkait dengan konsekuensi-konsekuensi sosial budaya yang muncul dari adanya pembangunan bandar udara buntu kunik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Etnografi dengan teknik penentuan informan secara purposive. Informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Mengkendek yang mengetahui terkait topik penelitian dan yang terlibat konflik dan juga masyarakat yang terlibat dengan penyelesaian konflik. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi serta wawancara. adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bentuk konflik sengketa tanah yang terjadi dari adanya pembangunan bandar udara buntu kunik yaitu konflik vertikal yakni konflik antara masyarakat adat dengan badan kawasan kehutanan serta konflik Horizontal yakni konflik di antara sesama anggota Tongkonan, konflik penggarap dengan pemilik tanah serta konflik tanah warisan. Adapun mekanisme penyelesaian konflik sengketa tanah tersebut yaitu melalui mediasi dengan pendekatan kearifan lokal masyarakat yakni melalui To Parengnge’. hasil penelitian lainnya dari penelitian ini bahwa hadirnya pembangunan bandar udara buntu kunik memunculkan berbagai konsekuensi-konsekuensi khusunya yang bersifat sosial budaya. Salah satu di antaranya yaitu renggangnya hubungan dalam masyarakat sebagai salah satu akibat dari konflik yang dilatar belakangi oleh munculnya pembangunan bandar udara tersebut.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 107 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hardiyanti MunsiAffiliation unknown6
Agustina Ivonne PoliAffiliation unknown4
Gerdha K.I. NumberiAffiliation unknown4
Muhammad BasirAffiliation unknown2
Alberto Alves PereiraAffiliation unknown2
Ruslan RuslanAffiliation unknown1
Jayana Suryana KembaraAffiliation unknown1
Abisay KogoyaAffiliation unknown1
Song Young KeunAffiliation unknown1
Ruth YogiAffiliation unknown1
Franciscus Xavierus moteAffiliation unknown1
Andi Muhammad YusufAffiliation unknown1
Laden arissalAffiliation unknown1
RatmandaAffiliation unknown1
Safriadi SafriadiAffiliation unknown1
Rahmat YasimAffiliation unknown1
Munsi LampeAffiliation unknown1
Iis IndrawatiAffiliation unknown1
Muhammad NeilAffiliation unknown1
Nadila NadilaAffiliation unknown1
M. Irwan Firdaus IrwanAffiliation unknown1
Muh SyamsirAffiliation unknown1
Muh Habibie Syahid BAffiliation unknown1
Muh Faiq QushasyiAffiliation unknown1
Annisa SalsabilaAffiliation unknown1
Andi EdliAffiliation unknown1
Muhammad Rayhan RifaldiAffiliation unknown1
Syahruni Widyastuti RAffiliation unknown1
Vergita Astrid Ana Maria LakeboAffiliation unknown1
Yusril YusufAffiliation unknown1
Moh. Abib SafaqdillahAffiliation unknown1
Muhammad YusranAffiliation unknown1
Ibnu RahianAffiliation unknown1
Andi Fadhil Al FaridAffiliation unknown1
Muh. Attariq Idham I.Affiliation unknown1
Muhammad Kautsar ErnandaAffiliation unknown1
Muhammad Ilham Nur FurqanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pembangunan Bandara Buntu Kunik:  Studi Etnografi Tentang Konflik Sengketa Tanah di Tana Toraja</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Andau, Noprianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hijjang, Pawennari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ismail, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bandara Buntu Kunik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sengketa Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penyelesaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Toraja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Etngorafi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pembangunan Bandar Udara Buntu Kunik, Memicu terjadinya konflik sengketa tanah dalam masyarakat. Tingginya Nilai tanah secara ekonomi setelah adanya pembangunan menjadi salah satu latar belakang terjadinya konflik sengketa tanah. Oleh karna itu penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Bentuk-bentuk konflik sengketa tanah yang terjadi serta mekanisme lokal dalam penyelesaian konflik sengketa tanah tersebut dan juga terkait dengan konsekuensi-konsekuensi sosial budaya yang muncul dari adanya pembangunan bandar udara buntu kunik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Etnografi dengan teknik penentuan informan secara purposive. Informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Mengkendek yang mengetahui terkait topik penelitian dan yang terlibat konflik dan juga masyarakat yang terlibat dengan penyelesaian konflik. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi serta wawancara. adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bentuk konflik sengketa tanah yang terjadi dari adanya pembangunan bandar udara buntu kunik yaitu konflik vertikal yakni konflik antara masyarakat adat dengan badan kawasan kehutanan serta konflik Horizontal yakni konflik di antara sesama anggota Tongkonan, konflik penggarap dengan pemilik tanah serta konflik tanah warisan. Adapun mekanisme penyelesaian konflik sengketa tanah tersebut yaitu melalui mediasi dengan pendekatan kearifan lokal masyarakat yakni melalui To Parengnge’. hasil penelitian lainnya dari penelitian ini bahwa hadirnya pembangunan bandar udara buntu kunik memunculkan berbagai konsekuensi-konsekuensi khusunya yang bersifat sosial budaya. Salah satu di antaranya yaitu renggangnya hubungan dalam masyarakat sebagai salah satu akibat dari konflik yang dilatar belakangi oleh munculnya pembangunan bandar udara tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/article/view/14865</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31947/jma.v1i2.14865</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Mahasiswa Antropologi; Vol. 1 No. 2 (2022); 117 - 132</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Mahasiswa Antropologi; Vol 1 No 2 (2022); 117 - 132</dc:source>
	<dc:source>2830-4950</dc:source>
	<dc:source>10.31947/jma.v1i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/article/view/14865/9341</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Mahasiswa Antropologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>