Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Corak Corak Maritim dalam Anime One Piece

Jurnal Mahasiswa Antropologi · Vol. 1 No. 2 (2022) · pp. 145–170

DOI
10.31947/jma.v1i2.24383
ISSN
2830-4950
Published
2022-12-27
Publisher
Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan serta mendeskripsikan corak-corak maritim yang terdapat dalam anime One Piece yang menceritakan tentang petualangan kelompok bajak laut Topi Jerami. Penelitian ini dilakukan melalui aplikasi nonton anime Bilibili Station dengan melakukan analisis konten terhadap serial anime One Piece. Data dikumpulkan dengan cara melakukan analisis konten terhadap objek yang akan diteliti yaitu serial anime One Piece. peneliti juga menggunakan teknik analisis pendukung yaitu struktur naratif film dibatasi pada pelaku cerita, hubungan dengan ruang, hubungan dengan waktu, tujuan, serta permasalahan dan konflik. Hasil penelitian ini menemukan adanya corak-corak maritim yang dimaksud berupa adanya organisasi kerja dalam kapal bajak laut, struktur dan bentuk kapal bajak laut, dan pembagian kekuasaan wilayah laut di dunia One Piece. Metode ini merupakan cara kerja yang digunakan oleh penonton suatu karya film dengan menonton dari awal sampai akhir. Dengan teknik tersebut penonton dapat mengingat peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian tersebut antara satu dengan yang lainnya. Penulis juga menampilkan penggambaran bentuk serta bagian-bagian kapal bajak laut dalam artikel ini, diambil dari komik One Piece SBS.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 123 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ahmad IsmailAffiliation unknown7
Agustina Ivonne PoliAffiliation unknown4
Gerdha K.I. NumberiAffiliation unknown4
Jayana Suryana KembaraAffiliation unknown2
Muhammad BasirAffiliation unknown2
Ruslan RuslanAffiliation unknown1
Sumarto M. LaluAffiliation unknown1
Wahyu ChandraAffiliation unknown1
Alberto Alves PereiraAffiliation unknown1
Abisay KogoyaAffiliation unknown1
Song Young KeunAffiliation unknown1
Ruth YogiAffiliation unknown1
Franciscus Xavierus moteAffiliation unknown1
Andi Muhammad YusufAffiliation unknown1
Laden arissalAffiliation unknown1
Noprianti AndauAffiliation unknown1
Andi Rizka AuliahAffiliation unknown1
Andi Nurkintan RamadhaniAffiliation unknown1
Giani Rezkika AmeliaAffiliation unknown1
Riska AmaliaAffiliation unknown1
ShahfikaAffiliation unknown1
Septiara Rizky TrinandaAffiliation unknown1
Tiara Nur QathifahAffiliation unknown1
St. NurhalizaAffiliation unknown1
Ingke Ananda AriefAffiliation unknown1
Rezqytha Widya Sari RakhmatAffiliation unknown1
Erika PutriAffiliation unknown1
Armin Nur FajarAffiliation unknown1
Moh. Alief SuryabahriAffiliation unknown1
Rafdi Yudha JonaidiAffiliation unknown1
Arif AdityaAffiliation unknown1
Muhammad Ilham Nur FurqanAffiliation unknown1
Muhammad Aqsa RamadhanAffiliation unknown1
Ansar ArifinAffiliation unknown1
Muhamad ArsatAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en"> Corak Corak Maritim dalam Anime One Piece</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yasim, Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hijjang, Pawennari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munsi, Hardiyanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Safriadi, Safriadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lampe, Munsi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Anime</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">One Piece</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Corak-corak Maritim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan serta mendeskripsikan corak-corak maritim yang terdapat dalam anime One Piece yang menceritakan tentang petualangan kelompok bajak laut Topi Jerami. Penelitian ini dilakukan melalui aplikasi nonton anime Bilibili Station dengan melakukan analisis konten terhadap serial anime One Piece. Data dikumpulkan dengan cara melakukan analisis konten terhadap objek yang akan diteliti yaitu serial anime One Piece. peneliti juga menggunakan teknik analisis pendukung yaitu struktur naratif film dibatasi pada pelaku cerita, hubungan dengan ruang, hubungan dengan waktu, tujuan, serta permasalahan dan konflik. Hasil penelitian ini menemukan adanya corak-corak maritim yang dimaksud berupa adanya organisasi kerja dalam kapal bajak laut, struktur dan bentuk kapal bajak laut, dan pembagian kekuasaan wilayah laut di dunia One Piece. Metode ini merupakan cara kerja yang digunakan oleh penonton suatu karya film dengan menonton dari awal sampai akhir. Dengan teknik tersebut penonton dapat mengingat peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian tersebut antara satu dengan yang lainnya. Penulis juga menampilkan penggambaran bentuk serta bagian-bagian kapal bajak laut dalam artikel ini, diambil dari komik One Piece SBS.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/article/view/24383</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31947/jma.v1i2.24383</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Mahasiswa Antropologi; Vol. 1 No. 2 (2022); 145 - 170</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Mahasiswa Antropologi; Vol 1 No 2 (2022); 145 - 170</dc:source>
	<dc:source>2830-4950</dc:source>
	<dc:source>10.31947/jma.v1i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/article/view/24383/9440</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Mahasiswa Antropologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>