Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Strategi Adaptasi Masyarakat Bantimurung Dalam Pengelolaan Objek Wisata di Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros

Jurnal Mahasiswa Antropologi · Vol. 3 No. 1 (2024) · pp. 1–14

DOI
10.31947/jma.v3i1.35217
ISSN
2830-4950
Published
2024-06-26
Publisher
Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

Penelitian ini mendeskripsikan strategi adaptasi yang digunakan oleh masyarakat Bantimurung dalam pengembangan objek wisata di Kecamatan Bantimurung, Maros. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Masyarakat memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan objek wisata mereka secara lebih efektif. Strategi-strategi ini telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat kerja sama masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian untuk mendeskripsikan masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam pengembangan objek wisata dan sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pada strategi adaptasi yang telah diadopsi oleh masyarakat Bantimurung dalam pengelolaan objek wisata di daerah ini. Dalam upaya menghadapi berbagai perubahan, termasuk peningkatan kunjungan wisatawan dan tekanan lingkungan, masyarakat Bantimurung telah mengembangkan serangkaian strategi yang beragam. Untuk mengidentifikasi strategi-strategi ini, seperti diversifikasi sumber penghasilan, partisipasi aktif dalam pembuatan keputusan, serta upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi ini telah memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan objek wisata Bantimurung, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ikatan komunitas.. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pembuat kebijakan dan pihak-pihak terkait dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya demi memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang. Implikasinya adalah bahwa pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya.

Bahasa Indonesia

Penelitian ini fokus pada strategi adaptasi yang digunakan oleh masyarakat Bantimurung dalam pengelolaan objek wisata di Kecamatan Bantimurung, Maros. Kami melakukan survei dan wawancara dengan masyarakat setempat untuk memahami bagaimana mereka menghadapi perubahan lingkungan dan peningkatan kunjungan wisatawan. Mereka juga memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan objek wisata mereka secara lebih efektif. Strategi-strategi ini telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat kerjasama komunitas, dan menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam pengelolaan objek wisata mereka dan sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang terus berlanjut. Pada strategi adaptasi yang telah diadopsi oleh masyarakat Bantimurung dalam pengelolaan objek wisata di daerah ini. Dalam upaya menghadapi berbagai perubahan, termasuk peningkatan kunjungan wisatawan dan tekanan lingkungan, masyarakat Bantimurung telah mengembangkan serangkaian strategi yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi strategi-strategi ini, seperti diversifikasi sumber penghasilan, partisipasi aktif dalam pembuatan keputusan, serta upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi ini telah memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan objek wisata Bantimurung, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ikatan komunitas. Penelitian ini mengilustrasikan bagaimana masyarakat lokal dapat berperan kunci dalam menjaga dan mengelola objek wisata mereka sambil beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pembuat kebijakan dan pihak-pihak terkait dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya demi memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang. Implikasinya adalah bahwa pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya.

Keywords

Collaboration network of the authors

8 authors · 28 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Strategi Adaptasi Masyarakat Bantimurung Dalam Pengelolaan Objek Wisata di Kecamatan  Bantimurung Kabupaten Maros</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hakim, Atthoriq Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra, Agus Pratama</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahmah, Tazkiyah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Haq, Aoyama Nadaul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Djen, Bahrudin M.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadani, Dea</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Beanal, Neopeau</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sitanggang, Yonsen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">strategi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">adaptasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pariwisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini mendeskripsikan strategi adaptasi yang digunakan oleh masyarakat Bantimurung dalam pengembangan objek wisata di Kecamatan Bantimurung, Maros. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur.  Masyarakat memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan objek wisata mereka secara lebih efektif. Strategi-strategi ini telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat kerja sama masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian untuk mendeskripsikan masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam pengembangan objek wisata dan sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pada strategi adaptasi yang telah diadopsi oleh masyarakat Bantimurung dalam pengelolaan objek wisata di daerah ini. Dalam upaya menghadapi berbagai perubahan, termasuk peningkatan kunjungan wisatawan dan tekanan lingkungan, masyarakat Bantimurung telah mengembangkan serangkaian strategi yang beragam. Untuk mengidentifikasi strategi-strategi ini, seperti diversifikasi sumber penghasilan, partisipasi aktif dalam pembuatan keputusan, serta upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi ini telah memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan objek wisata Bantimurung, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ikatan komunitas.. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pembuat kebijakan dan pihak-pihak terkait dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya demi memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang. Implikasinya adalah bahwa pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">



Penelitian ini fokus pada strategi adaptasi yang digunakan oleh masyarakat Bantimurung dalam pengelolaan objek wisata di Kecamatan Bantimurung, Maros.&amp;nbsp;Kami melakukan survei dan wawancara dengan masyarakat setempat untuk memahami bagaimana mereka menghadapi perubahan lingkungan dan peningkatan kunjungan wisatawan. Mereka juga memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan objek wisata mereka secara lebih efektif. Strategi-strategi ini telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat kerjasama komunitas, dan menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam pengelolaan objek wisata mereka dan sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang terus berlanjut. Pada strategi adaptasi yang telah diadopsi oleh masyarakat Bantimurung dalam pengelolaan objek wisata di daerah ini. Dalam upaya menghadapi berbagai perubahan, termasuk peningkatan kunjungan wisatawan dan tekanan lingkungan, masyarakat Bantimurung telah mengembangkan serangkaian strategi yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi strategi-strategi ini, seperti diversifikasi sumber penghasilan, partisipasi aktif dalam pembuatan keputusan, serta upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi ini telah memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan objek wisata Bantimurung, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ikatan komunitas. Penelitian ini mengilustrasikan bagaimana masyarakat lokal dapat berperan kunci dalam menjaga dan mengelola objek wisata mereka sambil beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pembuat kebijakan dan pihak-pihak terkait dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya demi memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang. Implikasinya adalah bahwa pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendukung upaya adaptasi serupa di destinasi wisata lainnya.



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/article/view/35217</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31947/jma.v3i1.35217</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Mahasiswa Antropologi; Vol. 3 No. 1 (2024); 1 - 14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Mahasiswa Antropologi; Vol 3 No 1 (2024); 1 - 14</dc:source>
	<dc:source>2830-4950</dc:source>
	<dc:source>10.31947/jma.v3i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jma/article/view/35217/11682</dc:relation>
	<dc:relation>10.31947/jma.v3i1.35217.g11682</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Mahasiswa Antropologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>