Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Perbandingan ANN, Random Forest, dan XGBoost dalam Klasifikasi Antibiotik dengan Penerapan metode Sampling

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 12 No. 4 (2025) · pp. 943–950

DOI
10.25126/jtiik.124
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2025-08-29
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Banyak obat potensial telah ditemukan dari produk alami laut (Marine Natural Product). Hal ini menunjukkan bahwa senyawa laut merupakan sumber penting dalam pengembangan dan penemuan obat. Meskipun banyak senyawa laut yang menunjukkan aktivitas biologis tertentu, hanya sedikit yang tercatat sebagai senyawa antibakteri. Oleh karena itu, menemukan senyawa yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri dari organisme laut masih menjadi tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan pendekatan komputasi untuk menemukan senyawa antibakteri dari produk alami laut yang berpotensi menjadi obat. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model Artificial Neural Network (ANN), Random Forest, dan XGBoost untuk melakukan klasifikasi berdasarkan kemiripan kimiawi antara senyawa produk alami laut di Indonesia dengan senyawa antibakteri. Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, digunakan teknik resampling berupa SMOTE dan undersampling (US). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi XGBoost + SMOTE memiliki nilai yang paling tinggi, yaitu 98.89%, mengungguli model ANN 97.57%, Random Forest (RF) 97.06%, serta model dengan resampling lain seperti ANN+SMOTE 98.67% dan RF + SMOTE 98.59%. Sementara itu, penerapan teknik undersampling menyebabkan penurunan akurasi secara signifikan, di mana XGBoost + US, RF + US, dan ANN + US masing-masing hanya mencapai 91.12%, 91.59%, dan 87.85%. Dari 73 senyawa biota laut, hanya senyawa yang memiliki CID 101767277 yang diprediksi sebagai senyawa yang potensial sebagai antibakteri. Abstract Many potential drugs have been discovered from marine natural products. This suggests that marine compounds are essential in drug development and discovery. Although many marine compounds exhibit certain biological activities, only a few have been recorded as antibacterial compounds. Therefore, finding compounds with potential as antibacterial compounds from marine organisms remains a challenge. This paper aims to utilize computational approaches to discover antibacterial compounds from marine natural products that have the potential to become drugs. This research focuses on the use of Artificial Neural Network (ANN), Random Forest (RF), and XGBoost models to perform classification based on chemical similarity between compounds of marine natural products in Indonesia and antibacterial compounds. To overcome data imbalance, resampling techniques such as SMOTE and undersampling (US) were used. The results showed that the accuracy of XGBoost + SMOTE has the highest value, which is 98.89%, outperforming the ANN model 97.57%, Random Forest (RF) 97.06%, as well as models with other resampling such as ANN+SMOTE 98.67% and RF + SMOTE 98.59%. Meanwhile, the application of undersampling techniques caused a significant decrease in accuracy, where XGBoost + US, RF + US, and ANN + US only reached 91.12%, 91.59%, and 87.85%, respectively. Of the 73 marine biota compounds, only compounds that have CID 101767277 are predicted as potential antibacterial compounds.

English

Banyak obat potensial telah ditemukan dari produk alami laut (Marine Natural Product). Hal ini menunjukkan bahwa senyawa laut merupakan sumber penting dalam pengembangan dan penemuan obat. Meskipun banyak senyawa laut yang menunjukkan aktivitas biologis tertentu, hanya sedikit yang tercatat sebagai senyawa antibakteri. Oleh karena itu, menemukan senyawa yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri dari organisme laut masih menjadi tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan pendekatan komputasi untuk menemukan senyawa antibakteri dari produk alami laut yang berpotensi menjadi obat. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model Artificial Neural Network (ANN), Random Forest, dan XGBoost untuk melakukan klasifikasi berdasarkan kemiripan kimiawi antara senyawa produk alami laut di Indonesia dengan senyawa antibakteri. Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, digunakan teknik resampling berupa SMOTE dan undersampling (US). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi XGBoost + SMOTE memiliki nilai yang paling tinggi, yaitu 98.89%, mengungguli model ANN 97.57%, Random Forest (RF) 97.06%, serta model dengan resampling lain seperti ANN+SMOTE 98.67% dan RF + SMOTE 98.59%. Sementara itu, penerapan teknik undersampling menyebabkan penurunan akurasi secara signifikan, di mana XGBoost + US, RF + US, dan ANN + US masing-masing hanya mencapai 91.12%, 91.59%, dan 87.85%. Dari 73 senyawa biota laut, hanya senyawa yang memiliki CID 101767277 yang diprediksi sebagai senyawa yang potensial sebagai antibakteri. Abstract Many potential drugs have been discovered from marine natural products. This suggests that marine compounds are essential in drug development and discovery. Although many marine compounds exhibit certain biological activities, only a few have been recorded as antibacterial compounds. Therefore, finding compounds with potential as antibacterial compounds from marine organisms remains a challenge. This paper aims to utilize computational approaches to discover antibacterial compounds from marine natural products that have the potential to become drugs. This research focuses on the use of Artificial Neural Network (ANN), Random Forest (RF), and XGBoost models to perform classification based on chemical similarity between compounds of marine natural products in Indonesia and antibacterial compounds. To overcome data imbalance, resampling techniques such as SMOTE and undersampling (US) were used. The results showed that the accuracy of XGBoost + SMOTE has the highest value, which is 98.89%, outperforming the ANN model 97.57%, Random Forest (RF) 97.06%, as well as models with other resampling such as ANN+SMOTE 98.67% and RF + SMOTE 98.59%. Meanwhile, the application of undersampling techniques caused a significant decrease in accuracy, where XGBoost + US, RF + US, and ANN + US only reached 91.12%, 91.59%, and 87.85%, respectively. Of the 73 marine biota compounds, only compounds that have CID 101767277 are predicted as potential antibacterial compounds.

Collaboration network of the authors

40 authors · 94 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Telkom University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jusmawati MassalesseAffiliation unknown3
Muh NurAffiliation unknown2
Andi Muhammad AnwarAffiliation unknown2
Nur Hilal A. SyahrirAffiliation unknown1
Siswanto SiswantoAffiliation unknown1
Putri Indi RahayuAffiliation unknown1
Musafira MusafiraAffiliation unknown1
Ainun Mawaddah AbdalAffiliation unknown1
Illuminata WynnieAffiliation unknown1
Amil SiddikAffiliation unknown1
Mauliddin MauliddinAffiliation unknown1
Meriam MeriamAffiliation unknown1
Islamiyah AbbasAffiliation unknown1
Erna Tri HerdianiAffiliation unknown1
Andi waru A. PaluseriAffiliation unknown1
Budi NurwahyuAffiliation unknown1
Afif Budi Andy BAffiliation unknown1
Aswad Hariri MangalaengAffiliation unknown1
Sumarheni SumarheniAffiliation unknown1
Hedi KuswantoAffiliation unknown1
Supri Bin Hj AmirAffiliation unknown1
Syamsuddin ToahaAffiliation unknown1
Agustinus RibalAffiliation unknown1
Astri AksanAffiliation unknown1
Muhammad Nur HidayatAffiliation unknown1
Jeffry KusumaAffiliation unknown1
Salsabila AmmariAffiliation unknown1
Georgina M. TinungkiAffiliation unknown1
Aprizal ReskyAffiliation unknown1
Hasmawati HasmawatiTelkom University1
Haspika HaspikaAffiliation unknown1
Dermawan SaputraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Perbandingan ANN, Random Forest, dan XGBoost dalam Klasifikasi Antibiotik dengan Penerapan metode Sampling</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Perbandingan ANN, Random Forest, dan XGBoost dalam Klasifikasi Antibiotik dengan Penerapan metode Sampling</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra Rusdi, Edy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Siddik, A. Muh. Amil </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aris, Naimah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ardiansyah Asrifah, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syahrir, Nur Hilal A.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rangkuti, Aidawayati </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rusdi, Wahyudi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">RUSDI, EDY SAPUTRA</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Siddik, A. Muh. Amil </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Aris, Naimah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ardiansyah Asrifah, Muhammad </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Syahrir, Nur Hilal A.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rangkuti, Aidawayati </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rusdi, Wahyudi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Banyak obat potensial telah ditemukan dari produk alami laut (Marine Natural Product). Hal ini menunjukkan bahwa senyawa laut merupakan sumber penting dalam pengembangan dan penemuan obat. Meskipun banyak senyawa laut yang menunjukkan aktivitas biologis tertentu, hanya sedikit yang tercatat sebagai senyawa antibakteri. Oleh karena itu, menemukan senyawa yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri dari organisme laut masih menjadi tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan pendekatan komputasi untuk menemukan senyawa antibakteri dari produk alami laut yang berpotensi menjadi obat. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model Artificial Neural Network (ANN), Random Forest, dan XGBoost untuk melakukan klasifikasi berdasarkan kemiripan kimiawi antara senyawa produk alami laut di Indonesia dengan senyawa antibakteri. Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, digunakan teknik resampling berupa SMOTE dan undersampling (US). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi XGBoost + SMOTE memiliki nilai yang paling tinggi, yaitu 98.89%, mengungguli model ANN 97.57%, Random Forest  (RF) 97.06%, serta model dengan resampling lain seperti ANN+SMOTE 98.67% dan RF + SMOTE 98.59%. Sementara itu, penerapan teknik undersampling menyebabkan penurunan akurasi secara signifikan, di mana XGBoost + US, RF + US, dan ANN + US masing-masing hanya mencapai 91.12%, 91.59%, dan 87.85%. Dari 73 senyawa biota laut, hanya senyawa yang memiliki CID 101767277 yang diprediksi sebagai senyawa yang potensial sebagai antibakteri.
 
Abstract
Many potential drugs have been discovered from marine natural products. This suggests that marine compounds are essential in drug development and discovery. Although many marine compounds exhibit certain biological activities, only a few have been recorded as antibacterial compounds. Therefore, finding compounds with potential as antibacterial compounds from marine organisms remains a challenge. This paper aims to utilize computational approaches to discover antibacterial compounds from marine natural products that have the potential to become drugs. This research focuses on the use of Artificial Neural Network (ANN), Random Forest (RF), and XGBoost models to perform classification based on chemical similarity between compounds of marine natural products in Indonesia and antibacterial compounds. To overcome data imbalance, resampling techniques such as SMOTE and undersampling (US) were used. The results showed that the accuracy of XGBoost + SMOTE has the highest value, which is 98.89%, outperforming the ANN model 97.57%, Random Forest (RF) 97.06%, as well as models with other resampling such as ANN+SMOTE 98.67% and RF + SMOTE 98.59%. Meanwhile, the application of undersampling techniques caused a significant decrease in accuracy, where XGBoost + US, RF + US, and ANN + US only reached 91.12%, 91.59%, and 87.85%, respectively. Of the 73 marine biota compounds, only compounds that have CID 101767277 are predicted as potential antibacterial compounds.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Banyak obat potensial telah ditemukan dari produk alami laut (Marine Natural Product). Hal ini menunjukkan bahwa senyawa laut merupakan sumber penting dalam pengembangan dan penemuan obat. Meskipun banyak senyawa laut yang menunjukkan aktivitas biologis tertentu, hanya sedikit yang tercatat sebagai senyawa antibakteri. Oleh karena itu, menemukan senyawa yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri dari organisme laut masih menjadi tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan pendekatan komputasi untuk menemukan senyawa antibakteri dari produk alami laut yang berpotensi menjadi obat. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model Artificial Neural Network (ANN), Random Forest, dan XGBoost untuk melakukan klasifikasi berdasarkan kemiripan kimiawi antara senyawa produk alami laut di Indonesia dengan senyawa antibakteri. Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, digunakan teknik resampling berupa SMOTE dan undersampling (US). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi XGBoost + SMOTE memiliki nilai yang paling tinggi, yaitu 98.89%, mengungguli model ANN 97.57%, Random Forest  (RF) 97.06%, serta model dengan resampling lain seperti ANN+SMOTE 98.67% dan RF + SMOTE 98.59%. Sementara itu, penerapan teknik undersampling menyebabkan penurunan akurasi secara signifikan, di mana XGBoost + US, RF + US, dan ANN + US masing-masing hanya mencapai 91.12%, 91.59%, dan 87.85%. Dari 73 senyawa biota laut, hanya senyawa yang memiliki CID 101767277 yang diprediksi sebagai senyawa yang potensial sebagai antibakteri.
 
Abstract
Many potential drugs have been discovered from marine natural products. This suggests that marine compounds are essential in drug development and discovery. Although many marine compounds exhibit certain biological activities, only a few have been recorded as antibacterial compounds. Therefore, finding compounds with potential as antibacterial compounds from marine organisms remains a challenge. This paper aims to utilize computational approaches to discover antibacterial compounds from marine natural products that have the potential to become drugs. This research focuses on the use of Artificial Neural Network (ANN), Random Forest (RF), and XGBoost models to perform classification based on chemical similarity between compounds of marine natural products in Indonesia and antibacterial compounds. To overcome data imbalance, resampling techniques such as SMOTE and undersampling (US) were used. The results showed that the accuracy of XGBoost + SMOTE has the highest value, which is 98.89%, outperforming the ANN model 97.57%, Random Forest (RF) 97.06%, as well as models with other resampling such as ANN+SMOTE 98.67% and RF + SMOTE 98.59%. Meanwhile, the application of undersampling techniques caused a significant decrease in accuracy, where XGBoost + US, RF + US, and ANN + US only reached 91.12%, 91.59%, and 87.85%, respectively. Of the 73 marine biota compounds, only compounds that have CID 101767277 are predicted as potential antibacterial compounds.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9487</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 12 No 4: Agustus 2025; 943-950</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 12 No. 4: Agustus 2025; 943-950</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9487/1479</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>