Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

KEKUATAN DAMPAK DIRECT INSTRUCTION BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN PROSEDURAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SUBJEK PEMROGRAMAN KOMPUTER

Kekuatan Dampak Direct Instruction Berbantuan Teknologi Informasi Terhadap Hasil Belajar Pengetahuan Prosedural Dan Kemandirian Belajar Pada Subjek Pemrograman Komputer

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 12 No. 3 (2025) · pp. 549–562

DOI
10.25126/jtiik.2025129552
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2025-06-30
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Penelitian ini menganalisis kekuatan dampak implementasi pembelajaran Direct Instruction (DI) berbantuan teknologi informasi terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar pengetahuan prosedural pada subjek pemrograman komputer. Tujuan tersebut dipicu oleh keterbatasn teori saat ini yang mampu menunjukkan seberapa besar dampak DI berbantuan teknologi informasi pada konteks bidang studi teknologi informasi. Teknologi informasi yang digunakan mencakup Learning Management System (LMS) dan konten pembelajaran digital interaktif. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 80 siswa. Kelompok eksperimen menerapkan metode pembelajaran DI dengan dukungan teknologi informasi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran DI tanpa dukungan teknologi. Data hasil belajar diperoleh melalui tes kinerja, sementara data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner. Desain penelitian eksperimen adalah Static-Group Pretest-Posttest tanpa mekanisme random selection dan random assignment. Desain tersebut dipilih karena posisi subjek penelitian tidak memungkinkan diatur ulang secara sepihak oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar siswa. Namun demikian, implementasi DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang lebih besar terhadap kemandirian belajar (t(158) = 26,152, p < 0,001, d = 4,09) dibandingkan dengan hasil belajar (t(158) = 21,152, p < 0,001, d = 3,29).

English

Penelitian ini menganalisis kekuatan dampak implementasi pembelajaran Direct Instruction (DI) berbantuan teknologi informasi terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar pengetahuan prosedural pada subjek pemrograman komputer. Tujuan tersebut dipicu oleh keterbatasn teori saat ini yang mampu menunjukkan seberapa besar dampak DI berbantuan teknologi informasi pada konteks bidang studi teknologi informasi. Teknologi informasi yang digunakan mencakup Learning Management System (LMS) dan konten pembelajaran digital interaktif. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 80 siswa. Kelompok eksperimen menerapkan metode pembelajaran DI dengan dukungan teknologi informasi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran DI tanpa dukungan teknologi. Data hasil belajar diperoleh melalui tes kinerja, sementara data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner. Desain penelitian eksperimen adalah Static-Group Pretest-Posttest tanpa mekanisme random selection dan random assignment. Desain tersebut dipilih karena posisi subjek penelitian tidak memungkinkan diatur ulang secara sepihak oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar siswa. Namun demikian, implementasi DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang lebih besar terhadap kemandirian belajar (t(158) = 26,152, p < 0,001, d = 4,09) dibandingkan dengan hasil belajar (t(158) = 21,152, p < 0,001, d = 3,29). Abstract This study analyzes the impact of implementing direct instruction assisted by information technology on learning outcomes and self-regulated learning of procedural knowledge within the computer programming subject. The objective is prompted by the limitations of current theories in demonstrating the extent of the impact of technology-assisted direct instruction within the context of information technology subject. The information technology utilized includes a Learning Management System (LMS) and interactive digital learning content. The research subjects were vocational high school students, divided into experimental and control groups, each consisting of 80 students. The experimental group applied the direct instruction method with the support of information technology, while the control group used the direct instruction method without technological support. Learning outcomes data were obtained through performance tests, while self-regulated learning data were collected using questionnaires. The experimental design was a Static-Group Pretest-Posttest without random selection and random assignment mechanisms, chosen because the positions of the research subjects could not be rearranged unilaterally by the researcher. The results showed that direct instruction assisted by information technology had a significant impact on students' learning outcomes and self-regulated learning. However, the implementation of direct instruction with information technology support had a greater impact on self-regulated learning (t(158) = 26,152, p < 0.001, d = 4,09) compared to learning outcomes (t(158) = 21,152, p < 0,001, d = 3,29). These findings underscore the importance of integrating technology into face-to-face learning to enhance students' learning outcomes and self-regulated learning in procedural knowledge within the information technology domain.

Keywords

Collaboration network of the authors

23 authors · 51 co-authorship links · 6 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Politeknik Negeri Malang
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Universitas Muhammadiyah Malang
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Satrio Hadi WijoyoUniversity of Brawijaya5
Aditya RachmadiUniversity of Brawijaya3
Satrio Agung WicaksonoUniversity of Brawijaya2
Mochamad Chandra SaputraUniversity of Brawijaya2
Faizatul AmaliaUniversity of Brawijaya2
Wahyu Nur HidayatPoliteknik Negeri Malang1
Raden Arief SetyawanUniversity of Brawijaya1
Issa ArwaniUniversity of Brawijaya1
Fahrur RoziInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Septiyan Andika IsantaUniversitas Muhammadiyah Malang1
Kartika UtamiUniversity of Brawijaya1
Rahmana Ilmi HakimUniversity of Brawijaya1
Nurur RohmahUniversity of Brawijaya1
Cindy Felita Nur AlimahUniversity of Brawijaya1
Ridho FadhlurrahmanUniversity of Brawijaya1
Savira FahrunisaUniversity of Brawijaya1
Azri Putri RahmatikaUniversity of Brawijaya1
Dinar Indah Dwi UtamiUniversity of Brawijaya1
Safira Widya HapsariUniversity of Brawijaya1
Meilita Dwi AryatiUniversity of Brawijaya1
Allisa MajidUniversity of Brawijaya1
Yafie Arbian CiptoUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">KEKUATAN DAMPAK DIRECT INSTRUCTION BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN PROSEDURAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SUBJEK PEMROGRAMAN KOMPUTER</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Kekuatan Dampak Direct Instruction Berbantuan Teknologi Informasi Terhadap Hasil Belajar Pengetahuan Prosedural Dan Kemandirian Belajar Pada Subjek Pemrograman Komputer</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Herlambang, Admaja Dwi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Herlambang, Admaja Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">direct instruction</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">information technology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">learning outcomes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">self-regulated learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">procedural knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">computer programming</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">direct instruction</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">teknologi informasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">hasil belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">kemandirian belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">pengetahuan prosedural</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">pemrograman komputer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini menganalisis kekuatan dampak implementasi pembelajaran Direct Instruction (DI) berbantuan teknologi informasi terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar pengetahuan prosedural pada subjek pemrograman komputer. Tujuan tersebut dipicu oleh keterbatasn teori saat ini yang mampu menunjukkan seberapa besar dampak DI berbantuan teknologi informasi pada konteks bidang studi teknologi informasi. Teknologi informasi yang digunakan mencakup Learning Management System (LMS) dan konten pembelajaran digital interaktif. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 80 siswa. Kelompok eksperimen menerapkan metode pembelajaran DI dengan dukungan teknologi informasi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran DI tanpa dukungan teknologi. Data hasil belajar diperoleh melalui tes kinerja, sementara data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner. Desain penelitian eksperimen adalah Static-Group Pretest-Posttest tanpa mekanisme random selection dan random assignment. Desain tersebut dipilih karena posisi subjek penelitian tidak memungkinkan diatur ulang secara sepihak oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar siswa. Namun demikian, implementasi DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang lebih besar terhadap kemandirian belajar (t(158) = 26,152, p &amp;lt; 0,001, d = 4,09) dibandingkan dengan hasil belajar (t(158) = 21,152, p &amp;lt; 0,001, d = 3,29).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini menganalisis kekuatan dampak implementasi pembelajaran Direct Instruction (DI) berbantuan teknologi informasi terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar pengetahuan prosedural pada subjek pemrograman komputer. Tujuan tersebut dipicu oleh keterbatasn teori saat ini yang mampu menunjukkan seberapa besar dampak DI berbantuan teknologi informasi pada konteks bidang studi teknologi informasi. Teknologi informasi yang digunakan mencakup Learning Management System (LMS) dan konten pembelajaran digital interaktif. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 80 siswa. Kelompok eksperimen menerapkan metode pembelajaran DI dengan dukungan teknologi informasi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran DI tanpa dukungan teknologi. Data hasil belajar diperoleh melalui tes kinerja, sementara data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner. Desain penelitian eksperimen adalah Static-Group Pretest-Posttest tanpa mekanisme random selection dan random assignment. Desain tersebut dipilih karena posisi subjek penelitian tidak memungkinkan diatur ulang secara sepihak oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar siswa. Namun demikian, implementasi DI berbantuan teknologi informasi memiliki kekuatan dampak yang lebih besar terhadap kemandirian belajar (t(158) = 26,152, p &amp;lt; 0,001, d = 4,09) dibandingkan dengan hasil belajar (t(158) = 21,152, p &amp;lt; 0,001, d = 3,29).
 
Abstract
This study analyzes the impact of implementing direct instruction assisted by information technology on learning outcomes and self-regulated learning of procedural knowledge within the computer programming subject. The objective is prompted by the limitations of current theories in demonstrating the extent of the impact of technology-assisted direct instruction within the context of information technology subject. The information technology utilized includes a Learning Management System (LMS) and interactive digital learning content. The research subjects were vocational high school students, divided into experimental and control groups, each consisting of 80 students. The experimental group applied the direct instruction method with the support of information technology, while the control group used the direct instruction method without technological support. Learning outcomes data were obtained through performance tests, while self-regulated learning data were collected using questionnaires. The experimental design was a Static-Group Pretest-Posttest without random selection and random assignment mechanisms, chosen because the positions of the research subjects could not be rearranged unilaterally by the researcher. The results showed that direct instruction assisted by information technology had a significant impact on students' learning outcomes and self-regulated learning. However, the implementation of direct instruction with information technology support had a greater impact on self-regulated learning (t(158) = 26,152, p &amp;lt; 0.001, d = 4,09) compared to learning outcomes (t(158) = 21,152, p &amp;lt; 0,001, d = 3,29). These findings underscore the importance of integrating technology into face-to-face learning to enhance students' learning outcomes and self-regulated learning in procedural knowledge within the information technology domain.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9552</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2025129552</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 12 No 3: Juni 2025; 549-562</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 12 No. 3: Juni 2025; 549-562</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.123</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9552/1437</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>