Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Analisis Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality, Video, dan Slide Terhadap Hasil Belajar dan Daya Ingat Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Informatika di SMK Negeri 6 Malang

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 12 No. 4 (2025) · pp. 885–894

DOI
10.25126/jtiik.124
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2025-08-29
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Penelitian ini berawal dari permasalahan adanya perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa di tiga kelas yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses ke laboratorium komputer, di mana kelas dengan fasilitas yang lebih baik mencapai nilai rata-rata yang lebih tinggi. Memori juga berperan penting dalam mempertahankan pemahaman, bahkan ketika digunakan kembali di masa mendatang. Teknologi Augmented Reality (AR) dianggap mampu mengatasi masalah ini dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif. Penelitian ini melibatkan 96 siswa (N=96) dan membandingkan efektivitas media pembelajaran AR, video, dan slide dalam meningkatkan hasil belajar dan daya ingat siswa yang menggunakan metode eksperimen pre-test post-test control group design. Hasil belajar diukur pada tiga waktu yaitu pre-test, post-test, dan delayed-test satu minggu setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan efektivitas media dianalisis menggunakan Cohen’s D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan AR mengalami peningkatan yang lebih signifikan dalam hasil belajar, dengan ukuran efek sebesar 2.21 dibandingkan kelas video dan 2.24 dibandingkan kelas slide. Daya ingat siswa juga lebih baik di kelas AR, dengan ukuran efek sebesar -0.10, yang menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan skor, AR memiliki pengaruh kuat dalam mempertahankan informasi. Kesimpulannya, AR lebih efektif dibandingkan media pembelajaran video dan slide. Media pembelajaran Augmented Reality (AR) lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mempertahankan daya ingat siswa, karena menawarkan pengalaman belajar yang interaktif, imersif, dan mendalam melalui visualisasi yang kuat dan pembelajaran multisensori. Abstract This study began with the problem of significant differences in student learning outcomes in three different classes. This difference is influenced by limited access to computer labs, where classes with better facilities achieve higher average scores. Memory also plays an important role in maintaining understanding, even when reused in the future. Augmented Reality (AR) technology is considered capable of overcoming this problem by creating a more interactive and immersive learning experience. This study involved 96 students (N=96) and compared the effectiveness of AR, video, and slide learning media in improving student learning outcomes and memory using the experimental method pre-test post-test control group design. The results after learning were measured at three times, namely pre-test, post-test, and Delayed-test one week of treatment. Data were analyzed using the Wilcoxon test and media effectiveness was analyzed using Cohen's D. The results showed that students who used AR experienced a more significant increase in learning outcomes, with an effect size of 2.21 compared to the video class and 2.24 compared to the slide class. Students’ retention was also better in the AR class, with an effect size of -0.10, indicating that despite the decrease in scores, AR had a strong influence in retaining information. In conclusion, AR is more effective than video and slide learning media. Augmented Reality (AR) learning media is more effective in improving learning outcomes and maintaining student retention, because it offers an interactive, immersive, and deep learning experience through strong visualization and multisensory learning.

English

Penelitian ini berawal dari permasalahan adanya perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa di tiga kelas yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses ke laboratorium komputer, di mana kelas dengan fasilitas yang lebih baik mencapai nilai rata-rata yang lebih tinggi. Memori juga berperan penting dalam mempertahankan pemahaman, bahkan ketika digunakan kembali di masa mendatang. Teknologi Augmented Reality (AR) dianggap mampu mengatasi masalah ini dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif. Penelitian ini melibatkan 96 siswa (N=96) dan membandingkan efektivitas media pembelajaran AR, video, dan slide dalam meningkatkan hasil belajar dan daya ingat siswa yang menggunakan metode eksperimen pre-test post-test control group design. Hasil belajar diukur pada tiga waktu yaitu pre-test, post-test, dan delayed-test satu minggu setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan efektivitas media dianalisis menggunakan Cohen’s D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan AR mengalami peningkatan yang lebih signifikan dalam hasil belajar, dengan ukuran efek sebesar 2.21 dibandingkan kelas video dan 2.24 dibandingkan kelas slide. Daya ingat siswa juga lebih baik di kelas AR, dengan ukuran efek sebesar -0.10, yang menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan skor, AR memiliki pengaruh kuat dalam mempertahankan informasi. Kesimpulannya, AR lebih efektif dibandingkan media pembelajaran video dan slide. Media pembelajaran Augmented Reality (AR) lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mempertahankan daya ingat siswa, karena menawarkan pengalaman belajar yang interaktif, imersif, dan mendalam melalui visualisasi yang kuat dan pembelajaran multisensori. Abstract This study began with the problem of significant differences in student learning outcomes in three different classes. This difference is influenced by limited access to computer labs, where classes with better facilities achieve higher average scores. Memory also plays an important role in maintaining understanding, even when reused in the future. Augmented Reality (AR) technology is considered capable of overcoming this problem by creating a more interactive and immersive learning experience. This study involved 96 students (N=96) and compared the effectiveness of AR, video, and slide learning media in improving student learning outcomes and memory using the experimental method pre-test post-test control group design. The results after learning were measured at three times, namely pre-test, post-test, and Delayed-test one week of treatment. Data were analyzed using the Wilcoxon test and media effectiveness was analyzed using Cohen's D. The results showed that students who used AR experienced a more significant increase in learning outcomes, with an effect size of 2.21 compared to the video class and 2.24 compared to the slide class. Students’ retention was also better in the AR class, with an effect size of -0.10, indicating that despite the decrease in scores, AR had a strong influence in retaining information. In conclusion, AR is more effective than video and slide learning media. Augmented Reality (AR) learning media is more effective in improving learning outcomes and maintaining student retention, because it offers an interactive, immersive, and deep learning experience through strong visualization and multisensory learning.

Keywords

Collaboration network of the authors

25 authors · 50 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Aminul AkbarUniversity of Brawijaya3
Agi Putra KharismaUniversity of Brawijaya3
Admaja Dwi HerlambangUniversity of Brawijaya2
Bella Aulia MustikaningtyasUniversity of Brawijaya2
Satrio Hadi WijoyoUniversity of Brawijaya2
Ridho FadhlurrahmanUniversity of Brawijaya1
Savira FahrunisaUniversity of Brawijaya1
Retno Indah RokhmawatiUniversity of Brawijaya1
Yhouga Beta EvantioUniversity of Brawijaya1
Yusi Tyroni MursityoUniversity of Brawijaya1
Salma Nada SafiraUniversity of Brawijaya1
Satrio Agung WicaksonoUniversity of Brawijaya1
Pradiptya Kahvi SugihartoUniversity of Brawijaya1
Rizal Setya PerdanaUniversity of Brawijaya1
Multohadi HamzaturrazakUniversity of Brawijaya1
Abdul JabbarUniversity of Brawijaya1
Raihan Fikri BrilliansyachUniversity of Brawijaya1
Jasmine Prigel Palupi PrasojoUniversity of Brawijaya1
Lintang TrisnadiAffiliation unknown1
Intan Sartika Eris MaghfirohAffiliation unknown1
Lintang TrisnadiUniversity of Brawijaya1
Intan Sartika Eris MaghfirohUniversity of Brawijaya1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality, Video, dan Slide Terhadap Hasil Belajar dan Daya Ingat Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Informatika di SMK Negeri 6 Malang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality, Video, dan Slide Terhadap Hasil Belajar dan Daya Ingat Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Informatika di SMK Negeri 6 Malang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pujakesuma, Dicky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pinandito, Aryo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra, Mochamad Chandra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Pujakesuma, Dicky</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Pinandito, Aryo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Saputra, Mochamad Chandra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">media pembelajaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">augmented reality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">daya ingat siswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">hasil belajar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">learning media</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">augmented reality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">student retention</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">student memory</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">learning outcomes</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini berawal dari permasalahan adanya perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa di tiga kelas yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses ke laboratorium komputer, di mana kelas dengan fasilitas yang lebih baik mencapai nilai rata-rata yang lebih tinggi. Memori juga berperan penting dalam mempertahankan pemahaman, bahkan ketika digunakan kembali di masa mendatang. Teknologi Augmented Reality (AR) dianggap mampu mengatasi masalah ini dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif. Penelitian ini melibatkan 96 siswa (N=96) dan membandingkan efektivitas media pembelajaran AR, video, dan slide dalam meningkatkan hasil belajar dan daya ingat siswa yang menggunakan metode eksperimen pre-test post-test control group design. Hasil belajar diukur pada tiga waktu yaitu pre-test, post-test, dan delayed-test satu minggu setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan efektivitas media dianalisis menggunakan Cohen’s D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan AR mengalami peningkatan yang lebih signifikan dalam hasil belajar, dengan ukuran efek sebesar 2.21 dibandingkan kelas video dan 2.24 dibandingkan kelas slide. Daya ingat siswa juga lebih baik di kelas AR, dengan ukuran efek sebesar -0.10, yang menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan skor, AR memiliki pengaruh kuat dalam mempertahankan informasi. Kesimpulannya, AR lebih efektif dibandingkan media pembelajaran video dan slide. Media pembelajaran Augmented Reality (AR) lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mempertahankan daya ingat siswa, karena menawarkan pengalaman belajar yang interaktif, imersif, dan mendalam melalui visualisasi yang kuat dan pembelajaran multisensori.
 
Abstract
This study began with the problem of significant differences in student learning outcomes in three different classes. This difference is influenced by limited access to computer labs, where classes with better facilities achieve higher average scores. Memory also plays an important role in maintaining understanding, even when reused in the future. Augmented Reality (AR) technology is considered capable of overcoming this problem by creating a more interactive and immersive learning experience. This study involved 96 students (N=96) and compared the effectiveness of AR, video, and slide learning media in improving student learning outcomes and memory using the experimental method pre-test post-test control group design. The results after learning were measured at three times, namely pre-test, post-test, and Delayed-test one week of treatment. Data were analyzed using the Wilcoxon test and media effectiveness was analyzed using Cohen's D. The results showed that students who used AR experienced a more significant increase in learning outcomes, with an effect size of 2.21 compared to the video class and 2.24 compared to the slide class. Students’ retention was also better in the AR class, with an effect size of -0.10, indicating that despite the decrease in scores, AR had a strong influence in retaining information. In conclusion, AR is more effective than video and slide learning media. Augmented Reality (AR) learning media is more effective in improving learning outcomes and maintaining student retention, because it offers an interactive, immersive, and deep learning experience through strong visualization and multisensory learning.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini berawal dari permasalahan adanya perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa di tiga kelas yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses ke laboratorium komputer, di mana kelas dengan fasilitas yang lebih baik mencapai nilai rata-rata yang lebih tinggi. Memori juga berperan penting dalam mempertahankan pemahaman, bahkan ketika digunakan kembali di masa mendatang. Teknologi Augmented Reality (AR) dianggap mampu mengatasi masalah ini dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif. Penelitian ini melibatkan 96 siswa (N=96) dan membandingkan efektivitas media pembelajaran AR, video, dan slide dalam meningkatkan hasil belajar dan daya ingat siswa yang menggunakan metode eksperimen pre-test post-test control group design. Hasil belajar diukur pada tiga waktu yaitu pre-test, post-test, dan delayed-test satu minggu setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan efektivitas media dianalisis menggunakan Cohen’s D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan AR mengalami peningkatan yang lebih signifikan dalam hasil belajar, dengan ukuran efek sebesar 2.21 dibandingkan kelas video dan 2.24 dibandingkan kelas slide. Daya ingat siswa juga lebih baik di kelas AR, dengan ukuran efek sebesar -0.10, yang menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan skor, AR memiliki pengaruh kuat dalam mempertahankan informasi. Kesimpulannya, AR lebih efektif dibandingkan media pembelajaran video dan slide. Media pembelajaran Augmented Reality (AR) lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan mempertahankan daya ingat siswa, karena menawarkan pengalaman belajar yang interaktif, imersif, dan mendalam melalui visualisasi yang kuat dan pembelajaran multisensori.
 
Abstract
This study began with the problem of significant differences in student learning outcomes in three different classes. This difference is influenced by limited access to computer labs, where classes with better facilities achieve higher average scores. Memory also plays an important role in maintaining understanding, even when reused in the future. Augmented Reality (AR) technology is considered capable of overcoming this problem by creating a more interactive and immersive learning experience. This study involved 96 students (N=96) and compared the effectiveness of AR, video, and slide learning media in improving student learning outcomes and memory using the experimental method pre-test post-test control group design. The results after learning were measured at three times, namely pre-test, post-test, and Delayed-test one week of treatment. Data were analyzed using the Wilcoxon test and media effectiveness was analyzed using Cohen's D. The results showed that students who used AR experienced a more significant increase in learning outcomes, with an effect size of 2.21 compared to the video class and 2.24 compared to the slide class. Students’ retention was also better in the AR class, with an effect size of -0.10, indicating that despite the decrease in scores, AR had a strong influence in retaining information. In conclusion, AR is more effective than video and slide learning media. Augmented Reality (AR) learning media is more effective in improving learning outcomes and maintaining student retention, because it offers an interactive, immersive, and deep learning experience through strong visualization and multisensory learning.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9683</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 12 No 4: Agustus 2025; 885-894</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 12 No. 4: Agustus 2025; 885-894</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.124</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9683/1473</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>