Open access Jurnal
Tanda dalam Ritual Ziarah Makam Leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros (Suatu Tinjauan Semiotika Pierce)
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya · Vol. 3 No. 2 (2023) · pp. 14–22
- ISSN
- 2986-0504, 0000-0000
- Published
- 2023-05-31
- Publisher
- Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran ritual ziarah makam leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros dan menganalisis bentuk tanda pada benda dalam ritual ziarah makam leluhur di Kampala menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapatkan data berupa gambaran ritual dan makna benda-benda yang digunakan dalam proses ziarah kubur tersebut. Data yang didapatkan kemudian dianalisis melalui reduksi data untuk diklasifikasikan berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Pierce dan disajikan dalam bentuk gambar yang dilengkapi deskripsi lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian ziarah makam leluhur di Kampala terdiri atas tiga tahap yaitu appasabbi, appanaung dan ziarah kubur. Kuburan yang diziarahi juga terdri atas tiga lokasi berbeda yaitu (1) makam Karaeng Kampala atau Karaeng Buraneya, (2) makam Karaeng Baineyya dan (3) makam Toa Boe serta Bissu Kampala. Terdapat delapan belas benda yang digunakan dalam rangkaian proses ziarah makam ini. Semua benda tersebut memiliki ciri tanda yang berbeda-beda berdasarkan klasifikasi trikotomi Pierce. Pada tataran objek didominasi oleh indeks dan simbol. Pada tataran representamen didominasi oleh legisign. Sedangkan pada tataran interpretan didominasi oleh dicisign. Kata Kunci: Tanda, Ziarah Makam Leluhur, Semiotika Charles Sanders Pierce Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran ritual ziarah makam leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros dan menganalisis bentuk tanda pada benda dalam ritual ziarah makam leluhur di Kampala menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi guna mendapatkan data berupa gambaran ritual dan makna benda-benda yang digunakan dalam proses ziarah kubur tersebut. Data yang didapatkan kemudian dianalisis melalui reduksi data untuk diklasifikasikan berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Pierce dan disajikan dalam bentuk gambar yang dilengkapi deskripsi lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian ziarah makam leluhur di Kampala terdiri atas tiga tahap yaitu appasabbi, appanaung dan ziarah kubur. Kuburan yang diziarahi juga terdri atas tiga lokasi berbeda yaitu (1) makam Karaeng Kampala atau Karaeng Buraneya, (2) makam Karaeng Baineyya dan (3) makam Toa Boe serta Bissu Kampala. Terdapat delapan belas benda yang digunakan dalam rangkaian proses ziarah makam ini. Semua benda tersebut memiliki ciri tanda yang berbeda-beda berdasarkan klasifikasi trikotomi Pierce. Pada tataran objek didominasi oleh indeks dan simbol. Pada tataran representamen didominasi oleh legisign. Sedangkan pada tataran interpretan didominasi oleh dicisign. Kata Kunci: Tanda, Ziarah Makam Leluhur, Semiotika Charles Sanders Pierce
Collaboration network of the authors
35 authors · 90 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Cenderawasih University
- Universitas Sembilanbelas November Kolaka
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Sitti Wahidah Masnani | Affiliation unknown | 6 |
| Zuhriah Zuhriah | Affiliation unknown | 4 |
| Yusring Sanusi Baso | Affiliation unknown | 4 |
| Faridah Rahman | Affiliation unknown | 4 |
| Najmuddin H. Abd Safa | Affiliation unknown | 4 |
| Mujadilah nur | Affiliation unknown | 3 |
| Ilham Ramadhan | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Ridwan | Affiliation unknown | 2 |
| Amalia Dzulqaidah | Affiliation unknown | 2 |
| Fadlan Ahmad | Affiliation unknown | 2 |
| Alfira Nadiana | Affiliation unknown | 2 |
| Nurul Fadila | Affiliation unknown | 2 |
| Nurul Ishlah Maulida | Affiliation unknown | 1 |
| Yuliana Yuliana | Cenderawasih University | 1 |
| Fikriyah Nadia Alkatiri | Affiliation unknown | 1 |
| Linda | Affiliation unknown | 1 |
| Yusring S. Baso | Affiliation unknown | 1 |
| Hasniar Hasniar | Affiliation unknown | 1 |
| Inka Pratiwi Hamka | Affiliation unknown | 1 |
| Trisnawati S | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Naufal Asagaf | Affiliation unknown | 1 |
| Suci Awaliyah Yunus | Affiliation unknown | 1 |
| Munif Mutawalli | Affiliation unknown | 1 |
| Haeruddin | Affiliation unknown | 1 |
| Sri Rahmayanti Rukmana | Affiliation unknown | 1 |
| Supratman | Affiliation unknown | 1 |
| siti | Affiliation unknown | 1 |
| Supratman Supratman | Universitas Sembilanbelas November Kolaka | 1 |
| Haeriyyah Haeriyyah | Affiliation unknown | 1 |
| Yusring Sanusi B. | Affiliation unknown | 1 |
| Firman Saleh | Affiliation unknown | 1 |
| Haeruddin Haeruddin | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.