Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Makna Lirik Nasyid “Ataitu Bithanbi” Karya Mesut Kurtis (Sebuah Tinjauan Analisis Semiotik)

Jurnal Sarjana Ilmu Budaya · Vol. 4 No. 02 (2024) · pp. 43–57

DOI
10.12259/jsib.v4i02
ISSN
2986-0504, 0000-0000
Published
2024-05-31
Publisher
Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Nasyid “Ataytu Bithanbi” karya Mesut Kurtis berisi bait-bait pengakuan dosa seorang hamba yang meminta pengampunan kepada Tuhan yang maha Pengampun. Lirik pada nasyid mempunyai banyak majas yang memiliki pesan tertentu sebagai rayuan agar dosa-dosanya diampuni. Dengan demikian, dengan menggunakan teori semiotika M. Riffaterre, dapat menggali lebih dalam makna emosional dan spiritual yang terkandung dalam lirik lagu ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melakukan studi studi pustaka,metode simak dan teknik catat sebagai langkah berikutnya. Analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan heuristik pada lirik Nasyid “Ataytu Bithanbi” karya Mesut Kurtis memungkinkan peneliti merespons secara subjektif terhadap makna dan pengaruh emosional yang terkandung dalam setiap bait. Lirik lagu menyoroti tema kesadaran akan dosa, kerendahan hati, permohonan kepada Tuhan, pengakuan akan sifat kemurahan hati dan belas kasihan Tuhan, serta niat untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya. Sedangkan dalam pembacaan hermeneutik atas bait-bait nasyid "Ataitu Bithanbi" oleh Mesut Kurtis mengungkapkan beragam makna di antaranya pengakuan dan kerendahan hati, permohonan ampunan, taubat, penyesalan dan harapan, serta keselamatan. Matriks dalam lirik ini adalah elemen struktural yang paling kentara dan menjadi kerangka dasar yang membentuk makna teks. Pengulangan frasa ini dalam lirik memberikan struktur yang kuat untuk menyampaikan perasaan bersalah, penyesalan, dan permohonan pengampunan. Model perubahan terlihat dalam peralihan dari pengakuan kesalahan menjadi permohonan pengampunan, mencerminkan perubahan emosi penulis.Variasi tekstual muncul dalam makna kata-kata seperti "dosa," "cahaya," dan "pengampunan,"Hipogram yang muncul dalam lirik ini mencakup konsep dosa sebagai perasaan penyesalan dan pengampunan, cahaya sebagai petunjuk dan kebenaran, penyesalan mendalam, dan harapan akan pengampunan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 102 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Cenderawasih University
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Zuhriah ZuhriahAffiliation unknown7
Muhammad RidwanAffiliation unknown6
Mujadilah nurAffiliation unknown5
Yusring Sanusi BasoAffiliation unknown4
Faridah RahmanAffiliation unknown4
Najmuddin H. Abd SafaAffiliation unknown4
Amalia DzulqaidahAffiliation unknown4
HaeriyyahAffiliation unknown3
Ilham RamadhanAffiliation unknown2
Fadlan AhmadAffiliation unknown2
Hasniar HasniarAffiliation unknown2
Inka Pratiwi HamkaAffiliation unknown2
Munif MutawalliAffiliation unknown2
SupratmanAffiliation unknown2
Haeriyyah HaeriyyahAffiliation unknown2
Nurul Fadilah IdrusAffiliation unknown1
Nurul Ishlah MaulidaAffiliation unknown1
Syamsul BahriAffiliation unknown1
Tirsa AminahAffiliation unknown1
Yuliana YulianaCenderawasih University1
St Wijdana RamAffiliation unknown1
Yusring S. BasoAffiliation unknown1
Syamsul Bahri Abd. HamidAffiliation unknown1
Muhammad LuthfiUniversitas Islam Negeri Palangka Raya1
Alfira NadianaAffiliation unknown1
Nurul FadilaAffiliation unknown1
Putri Gita CahyaniAffiliation unknown1
A. NurhalifaAffiliation unknown1
HaeruddinAffiliation unknown1
Sri Rahmayanti RukmanaAffiliation unknown1
sitiAffiliation unknown1
Nurul Aulia HamzahAffiliation unknown1
Diah VitaAffiliation unknown1
Supratman SupratmanUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Yusring Sanusi B.Affiliation unknown1
Haeruddin HaeruddinAffiliation unknown1
Firman SalehAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Makna Lirik Nasyid “Ataitu Bithanbi” Karya Mesut Kurtis (Sebuah Tinjauan Analisis Semiotik)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Masnani, Sitti Wahidah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Asagaf, Muhammad Naufal </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andi Agussalim</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Nasyid “Ataytu Bithanbi” karya Mesut Kurtis berisi bait-bait pengakuan dosa seorang hamba yang meminta pengampunan kepada Tuhan yang maha Pengampun. Lirik pada nasyid mempunyai banyak majas yang memiliki pesan tertentu sebagai rayuan agar dosa-dosanya diampuni.&amp;nbsp; Dengan demikian, dengan menggunakan teori semiotika M. Riffaterre, dapat menggali lebih dalam makna emosional dan spiritual yang terkandung dalam lirik lagu ini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melakukan studi studi pustaka,metode simak dan teknik catat sebagai langkah berikutnya. Analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan heuristik pada lirik Nasyid “Ataytu Bithanbi” karya Mesut Kurtis memungkinkan peneliti merespons secara subjektif terhadap makna dan pengaruh emosional yang terkandung dalam setiap bait. Lirik lagu menyoroti tema kesadaran akan dosa, kerendahan hati, permohonan kepada Tuhan, pengakuan akan sifat kemurahan hati dan belas kasihan Tuhan, serta niat untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya. Sedangkan dalam pembacaan hermeneutik atas bait-bait nasyid "Ataitu Bithanbi" oleh Mesut Kurtis mengungkapkan beragam makna di antaranya pengakuan dan kerendahan hati, permohonan ampunan, taubat,&amp;nbsp; penyesalan dan harapan, serta keselamatan. Matriks dalam lirik ini adalah elemen struktural yang paling kentara dan menjadi kerangka dasar yang membentuk makna teks. Pengulangan frasa ini dalam lirik memberikan struktur yang kuat untuk menyampaikan perasaan bersalah, penyesalan, dan permohonan pengampunan. Model perubahan terlihat dalam peralihan dari pengakuan kesalahan menjadi permohonan pengampunan, mencerminkan perubahan emosi penulis.Variasi tekstual muncul dalam makna kata-kata seperti "dosa," "cahaya," dan "pengampunan,"Hipogram yang muncul dalam lirik ini mencakup konsep dosa sebagai perasaan penyesalan dan pengampunan, cahaya sebagai petunjuk dan kebenaran, penyesalan mendalam, dan harapan akan pengampunan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/35185</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12259/jsib.v4i02 (Mei).35185</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; Vol. 4 No. 02 (Mei) (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; 43-57</dc:source>
	<dc:source>2986-0504</dc:source>
	<dc:source>0000-0000</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/35185/11580</dc:relation>
	<dc:coverage xml:lang="en">Nasyid, Mesut Kurtis, Mesut Kurtis, Semiotika, M. Riffaterre</dc:coverage>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>