Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Analisis Syair Al-Muallaqat Amru bin Kultsum (Pendekatan Ilmu Arudh)

Jurnal Sarjana Ilmu Budaya · Vol. 4 No. 02 (2024) · pp. 58–74

DOI
10.12259/jsib.v4i02
ISSN
2986-0504, 0000-0000
Published
2024-05-31
Publisher
Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Skripsi ini berjudul “Syair Al-Muallaqat Amru bin Kultsum (Pendekatan Ilmu Arudh).” Penelitian ini membahas tentang salah-satu Syair Muallaqat Amru bin Kultsum dengan tema Al-Muallaqat. Al-Muallaqat adalah nama penghargaan sastra tertinggi pada zaman jahiliyah. Syair-syairnya diyakini sacral, ditulis dengan tinta emas dan dipajang di dinding ka’bah. Dipuja dan disembah seperti berhala oleh orang-orang arab pra-Islam. Karya sastra ini merupakan titik tolak awal sejarah sastra Arab. Wajar jika kitab suci Al-Qur’an (firman Tuhan yang mempunyai nilai sastra tinggi) belakangan diturunkan setelah masyarakat Arab mengalami peradaban sastra yang tinggi. Penelitian ini berusaha menuangkan objek syair ke khat arudh (kitabah arudhiyyah) untuk kemuadian dilakukan pemenggalan syair. Dari pemenggalan syair itu kemudian dapat diketahui jenis bahr yang digunakan dan perubahan-perubahan wazn pada setiap bait syair. Penelitian ini menggunakan metode simak sebagaimana layaknya penelitian pustaka dengan membaca Syair Muallaqat Amru bin Kultsum untuk memperoleh data. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasikan dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan ilmu arudh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa syair muallaqat Amru bin Kultsum menggunkan bahr wafir serta terjadi perubahan wazn pada setiap baitnya. Perubahan tersebut ada dua yaitu zihaf ashb dan illah qathf, serta perubahan tersebut terjadi pada hasyu, arudh, dan dharb.

Collaboration network of the authors

34 authors · 80 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sitti Wahidah MasnaniAffiliation unknown6
Muhammad RidwanAffiliation unknown4
HaeriyyahAffiliation unknown4
Zuhriah ZuhriahAffiliation unknown3
Haeriyyah HaeriyyahAffiliation unknown3
ZuhriahAffiliation unknown3
La SawaliAffiliation unknown1
La Ode Maklum SabrinAffiliation unknown1
Muh. Fauzi IrwanAffiliation unknown1
Fikriyah Nadia AlkatiriAffiliation unknown1
LindaAffiliation unknown1
Nurul HikmahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Syamsul Bahri Abd. HamidAffiliation unknown1
Dinda ArdillahAffiliation unknown1
Trisnawati SAffiliation unknown1
Suci Awaliyah YunusAffiliation unknown1
Yusring Sanusi BasoAffiliation unknown1
Mutiara Annisa MarlinaAffiliation unknown1
Muhammad LuthfiUniversitas Islam Negeri Palangka Raya1
Rini CahyaniAffiliation unknown1
Jihan Dhiya Ulhaq IdrisAffiliation unknown1
SupratmanAffiliation unknown1
Putri Gita CahyaniAffiliation unknown1
A. NurhalifaAffiliation unknown1
Yulia Rahmah AmaliaAffiliation unknown1
A.M. Asnam SuardiAffiliation unknown1
Fitya Kamila SassabilaAffiliation unknown1
NurfazirahAffiliation unknown1
Andi AgussalimAffiliation unknown1
Yusring Sanusi B.Affiliation unknown1
Haeruddin HaeruddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Syair Al-Muallaqat Amru bin Kultsum (Pendekatan Ilmu Arudh)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Risaldi P, Muh</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadhan, Ilham</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mujadilah Nur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Skripsi ini berjudul “Syair Al-Muallaqat Amru bin Kultsum (Pendekatan Ilmu Arudh).” Penelitian ini membahas tentang salah-satu Syair Muallaqat Amru bin Kultsum dengan tema Al-Muallaqat. Al-Muallaqat adalah nama penghargaan sastra tertinggi pada zaman jahiliyah. Syair-syairnya diyakini sacral, ditulis dengan tinta emas dan dipajang di dinding ka’bah. Dipuja dan disembah seperti berhala oleh orang-orang arab pra-Islam. Karya sastra ini merupakan titik tolak awal sejarah sastra Arab. Wajar jika kitab suci Al-Qur’an (firman Tuhan yang mempunyai nilai sastra tinggi) belakangan diturunkan setelah masyarakat Arab mengalami peradaban sastra yang tinggi. Penelitian ini berusaha menuangkan objek syair ke khat arudh (kitabah arudhiyyah) untuk kemuadian dilakukan pemenggalan syair. Dari pemenggalan syair itu kemudian dapat diketahui jenis bahr yang digunakan dan perubahan-perubahan wazn pada setiap bait syair. Penelitian ini menggunakan metode simak sebagaimana layaknya penelitian pustaka dengan membaca Syair Muallaqat Amru bin Kultsum untuk memperoleh data. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasikan dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan ilmu arudh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa syair muallaqat Amru bin Kultsum menggunkan bahr wafir serta terjadi perubahan wazn pada setiap baitnya. Perubahan tersebut ada dua yaitu zihaf ashb dan illah qathf, serta perubahan tersebut terjadi pada hasyu, arudh, dan dharb.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/35186</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12259/jsib.v4i02 (Mei).35186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; Vol. 4 No. 02 (Mei) (2024): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; 58-74</dc:source>
	<dc:source>2986-0504</dc:source>
	<dc:source>0000-0000</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/35186/11581</dc:relation>
	<dc:coverage xml:lang="en">Syair, Al-Muallaqat, Ilmu Arudh, Khat Arudh.</dc:coverage>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>