Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Tasybih dalam Diwan “Fi Ainaiki Unwani” Li Faruq Juwaidah (Dirasah Tahliliyah Balaghiyyah)

Jurnal Sarjana Ilmu Budaya · Vol. 5 No. 01 (2025) · pp. 1–17

DOI
10.12259/jsib.v5i01
ISSN
2986-0504, 0000-0000
Published
2025-02-12
Publisher
Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Latar belakang. Syair identik dengan penggunaan kata-kata dan bahasanya yang indah, yang disertai dengan penggunaan gaya bahasa yang bervariasi seperti majaz, tasybih, dan lain-lain dalam menyampaikan pesan. Dalam diwan “Fi Ainaiki Unwani” karya Faruq Juwaidah ditemukan jenis tasybih yang tidak disebutkan adat tasybih dan wajhu syibhinya yang menjadi rukun atau unsur dari tasybih dan tujuan penggunaan tasybih dalam setiap ungkapan dalam syair tersebut mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, jenis-jenis tasybih apa saja yang terdapat dalam diwan tersebut dan tujuan penggunaannya belum diketahui. Tujuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis-jenis tasybih dan menganalisis tujuan penggunaan tasybih dalam diwan “Fi Ainaiki Unwani” karya Faruq Juwaidah. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang objek penelitiannya berupa diwan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Hasil. Terkait jenis-jenis tasybih dalam diwan tersebut ditemukan 23 tasybih mursal, 4 tasybih muakkad, 13 tasybih mufashshal, 19 tasybih mujmal, dan 26 tasybih baligh. Adapun tujuan penggunaan tasybih yang terdapat dalam diwan yaitu ditemukan 33 uslub tasybih yang bertujuan menjelaskan keadaan musyabbah, 10 uslub tasybih yang bertujuan menjelaskan kadar keadaan musyabbah, 10 uslub tasybih yang bertujuan menegaskan keadaan musyabbah, dan 4 uslub tasybih yang bertujuan memperindah musyabbah dan 1 uslub tasybih yang bertujuan memperburuk musyabbah. Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terdapat 5 jenis tasybih yang digunakan dalam diwan tersebut dan hanya ditemukan 4 tujuan penggunaan tasybih dari 5 tujuan tasybih berdasarkan teori ilmu bayan.

Collaboration network of the authors

25 authors · 49 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
HaeriyyahAffiliation unknown2
Sitti Wahidah MasnaniAffiliation unknown2
Muhammad RidwanAffiliation unknown2
Mujadilah nurAffiliation unknown2
A.M. Asnam SuardiAffiliation unknown2
La SawaliAffiliation unknown1
La Ode Maklum SabrinAffiliation unknown1
Muh. Fauzi IrwanAffiliation unknown1
Fikriyah Nadia AlkatiriAffiliation unknown1
Haeriyyah HaeriyyahAffiliation unknown1
LindaAffiliation unknown1
Muh Risaldi PAffiliation unknown1
Yusring Sanusi BasoAffiliation unknown1
Mutiara Annisa MarlinaAffiliation unknown1
Najiyah Nur Ismirah -Affiliation unknown1
rina jufriAffiliation unknown1
Syamsul Bahri Abd. HamidAffiliation unknown1
Jihan Dhiya Ulhaq IdrisAffiliation unknown1
SupratmanAffiliation unknown1
Putri Gita CahyaniAffiliation unknown1
A. NurhalifaAffiliation unknown1
Fitya Kamila SassabilaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Tasybih dalam Diwan “Fi Ainaiki Unwani” Li Faruq Juwaidah (Dirasah Tahliliyah Balaghiyyah)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Cahyani, Rini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zuhriah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadhan, Ilham</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Latar belakang. Syair identik dengan penggunaan kata-kata dan bahasanya yang indah, yang disertai dengan penggunaan gaya bahasa yang bervariasi seperti majaz, tasybih, dan lain-lain dalam menyampaikan pesan. Dalam diwan “Fi Ainaiki Unwani” karya Faruq Juwaidah ditemukan jenis tasybih yang tidak disebutkan adat tasybih dan wajhu syibhinya yang menjadi rukun atau unsur dari tasybih dan tujuan penggunaan tasybih dalam setiap ungkapan dalam syair tersebut mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, jenis-jenis tasybih apa saja yang terdapat dalam diwan tersebut dan tujuan penggunaannya belum diketahui. Tujuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis-jenis tasybih dan menganalisis tujuan penggunaan tasybih dalam diwan “Fi Ainaiki Unwani” karya Faruq Juwaidah. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang objek penelitiannya berupa diwan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini&amp;nbsp; menggunakan teknik baca dan teknik catat. Hasil. Terkait jenis-jenis tasybih dalam diwan tersebut ditemukan 23 tasybih mursal, 4 tasybih muakkad, 13 tasybih mufashshal, 19 tasybih mujmal, dan 26 tasybih baligh. Adapun tujuan penggunaan tasybih yang terdapat dalam diwan yaitu ditemukan 33 uslub tasybih yang bertujuan menjelaskan keadaan musyabbah, 10 uslub tasybih yang bertujuan menjelaskan kadar keadaan musyabbah, 10 uslub tasybih yang bertujuan menegaskan keadaan musyabbah, dan 4 uslub tasybih yang bertujuan memperindah musyabbah dan 1 uslub tasybih yang bertujuan memperburuk musyabbah. Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terdapat 5 jenis tasybih yang digunakan dalam diwan tersebut dan hanya ditemukan 4 tujuan penggunaan tasybih dari 5 tujuan tasybih berdasarkan teori ilmu bayan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/43036</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12259/jsib.v5i01 (Januari).43036</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; Vol. 5 No. 01 (Januari) (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; 1-17</dc:source>
	<dc:source>2986-0504</dc:source>
	<dc:source>0000-0000</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/43036/12555</dc:relation>
	<dc:coverage xml:lang="en">diwan “Fi Ainaiki Unwani”, jenis tasybih, tujuan penggunaan tasybih, ilmu bayan</dc:coverage>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>