Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Optimasi Convolutional Neural Network Menggunakan Differential Evolution dalam Identifikasi Kematangan Buah Kelapa Sawit

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 13 No. 1 (2026) · pp. 21–30

DOI
10.25126/jtiik.2026131
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2026-02-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Deteksi kematangan buah kelapa sawit merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor pertanian di Indonesia. Dalam era perkembangan teknologi, penerapan metode berbasis kecerdasan buatan, seperti Convolutional Neural Network (CNN), sering digunakan dalam pengenalan dan klasifikasi citra. Dalam proses pengembangan model Deep Learning, optimasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi komputasi menjadi langkah penting. Proses ini melibatkan penyesuaian arsitektur dan hyperparameter untuk memastikan model dapat mempelajari fitur yang relevan secara efektif. Melalui optimasi, model dapat disesuaikan untuk menangani karakteristik dataset tertentu, meningkatkan kemampuan generalisasi, dan memaksimalkan kinerja pada tugas klasifikasi. Penelitian ini mengoptimasi model CNN melalui penyesuaian arsitektur dan hyperparameter menggunakan salah satu algoritma evolusi, yaitu Differential Evolution (DE), dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berupa gambar buah kelapa sawit dengan tiga tingkat kematangan, yaitu: matang, mentah, dan busuk. Sebagai pembanding, penelitian ini juga menggunakan metode CNN tanpa DE. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode CNN yang dioptimasi menggunakan DE dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit memberikan akurasi sebesar 0,98 serta nilai presisi, sensitivitas, dan F1-score di atas 0,97 untuk semua kelas. Abstract The detection of oil palm fruit ripeness is a crucial step in improving efficiency and productivity in Indonesia's agricultural sector. In the era of technological advancement, artificial intelligence-based methods, such as Convolutional Neural Networks (CNN), are frequently applied in image recognition and classification. In developing Deep Learning models, optimization plays a vital role in enhancing accuracy and computational efficiency. This process involves adjusting the architecture and hyperparameters to ensure the model can effectively learn relevant features. Through optimization, the model can be tailored to handle specific dataset characteristics, improve generalization, and maximize performance in classification tasks. This study optimizes a CNN model by adjusting its architecture and hyperparameters using an evolutionary algorithm known as Differential Evolution (DE) to identify the ripeness levels of oil palm fruits. The dataset used in this study consists of images of oil palm fruits categorized into three ripeness levels: ripe, unripe, and rotten. For comparison, a baseline CNN model without DE optimization was also employed. The results show that the CNN model optimized using DE achieved an accuracy of 0,98 with precision, sensitivity, and F1-score values exceeding 0.97 for all classes.

English

Deteksi kematangan buah kelapa sawit merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor pertanian di Indonesia. Dalam era perkembangan teknologi, penerapan metode berbasis kecerdasan buatan, seperti Convolutional Neural Network (CNN), sering digunakan dalam pengenalan dan klasifikasi citra. Dalam proses pengembangan model Deep Learning, optimasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi komputasi menjadi langkah penting. Proses ini melibatkan penyesuaian arsitektur dan hyperparameter untuk memastikan model dapat mempelajari fitur yang relevan secara efektif. Melalui optimasi, model dapat disesuaikan untuk menangani karakteristik dataset tertentu, meningkatkan kemampuan generalisasi, dan memaksimalkan kinerja pada tugas klasifikasi. Penelitian ini mengoptimasi model CNN melalui penyesuaian arsitektur dan hyperparameter menggunakan salah satu algoritma evolusi, yaitu Differential Evolution (DE), dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berupa gambar buah kelapa sawit dengan tiga tingkat kematangan, yaitu: matang, mentah, dan busuk. Sebagai pembanding, penelitian ini juga menggunakan metode CNN tanpa DE. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode CNN yang dioptimasi menggunakan DE dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit memberikan akurasi sebesar 0,98 serta nilai presisi, sensitivitas, dan F1-score di atas 0,97 untuk semua kelas. Abstract The detection of oil palm fruit ripeness is a crucial step in improving efficiency and productivity in Indonesia's agricultural sector. In the era of technological advancement, artificial intelligence-based methods, such as Convolutional Neural Networks (CNN), are frequently applied in image recognition and classification. In developing Deep Learning models, optimization plays a vital role in enhancing accuracy and computational efficiency. This process involves adjusting the architecture and hyperparameters to ensure the model can effectively learn relevant features. Through optimization, the model can be tailored to handle specific dataset characteristics, improve generalization, and maximize performance in classification tasks. This study optimizes a CNN model by adjusting its architecture and hyperparameters using an evolutionary algorithm known as Differential Evolution (DE) to identify the ripeness levels of oil palm fruits. The dataset used in this study consists of images of oil palm fruits categorized into three ripeness levels: ripe, unripe, and rotten. For comparison, a baseline CNN model without DE optimization was also employed. The results show that the CNN model optimized using DE achieved an accuracy of 0,98 with precision, sensitivity, and F1-score values exceeding 0.97 for all classes.

Keywords

Collaboration network of the authors

18 authors · 33 co-authorship links · 17 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Diponegoro University
  • University of Indonesia
  • University of Edinburgh
  • Politeknik Negeri Malang
  • Nagoya University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Febrian RachmadiUniversity of Edinburgh2
BudiantoUniversity of Indonesia1
LasguidoUniversity of Indonesia1
Fahry FathurrahmanUniversity of Indonesia1
Muhammad Syaeful FajarUniversity of Indonesia1
Fadhlurrahman AfifUniversity of Indonesia1
Muhammad Anwar Ma’SumUniversity of Indonesia1
Dwi Marhaendro Jati PurnomoUniversity of Indonesia1
Arie Rachmad SyulistyoPoliteknik Negeri Malang1
Indra WaspadaDiponegoro University1
Noel Segura MerazNagoya University1
Krisan Aprian WidagdoDiponegoro University1
Rahmat GernowoDiponegoro University1
Yulaikha MaratullatifahDiponegoro University1
Catur Edi WidodoDiponegoro University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Optimasi Convolutional Neural Network Menggunakan Differential Evolution dalam Identifikasi Kematangan Buah Kelapa Sawit</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Optimasi Convolutional Neural Network Menggunakan Differential Evolution dalam Identifikasi Kematangan Buah Kelapa Sawit</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Budiman, Naufal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Adi, Kusworo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wibowo, Adi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Budiman, Naufal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Adi, Kusworo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wibowo, Adi </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Convolutional Neural Network</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Differential Evolution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Klasifikasi Gambar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Convolutional Neural Network</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Differential Evolution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Image Classification</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Deteksi kematangan buah kelapa sawit merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor pertanian di Indonesia. Dalam era perkembangan teknologi, penerapan metode berbasis kecerdasan buatan, seperti Convolutional Neural Network (CNN), sering digunakan dalam pengenalan dan klasifikasi citra. Dalam proses pengembangan model Deep Learning, optimasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi komputasi menjadi langkah penting. Proses ini melibatkan penyesuaian arsitektur dan hyperparameter untuk memastikan model dapat mempelajari fitur yang relevan secara efektif. Melalui optimasi, model dapat disesuaikan untuk menangani karakteristik dataset tertentu, meningkatkan kemampuan generalisasi, dan memaksimalkan kinerja pada tugas klasifikasi. Penelitian ini mengoptimasi model CNN melalui penyesuaian arsitektur dan hyperparameter menggunakan salah satu algoritma evolusi, yaitu Differential Evolution (DE), dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berupa gambar buah kelapa sawit dengan tiga tingkat kematangan, yaitu: matang, mentah, dan busuk. Sebagai pembanding, penelitian ini juga menggunakan metode CNN tanpa DE. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode CNN yang dioptimasi menggunakan DE dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit memberikan akurasi sebesar 0,98 serta nilai presisi, sensitivitas, dan F1-score di atas 0,97 untuk semua kelas.
 
Abstract
The detection of oil palm fruit ripeness is a crucial step in improving efficiency and productivity in Indonesia's agricultural sector. In the era of technological advancement, artificial intelligence-based methods, such as Convolutional Neural Networks (CNN), are frequently applied in image recognition and classification. In developing Deep Learning models, optimization plays a vital role in enhancing accuracy and computational efficiency. This process involves adjusting the architecture and hyperparameters to ensure the model can effectively learn relevant features. Through optimization, the model can be tailored to handle specific dataset characteristics, improve generalization, and maximize performance in classification tasks. This study optimizes a CNN model by adjusting its architecture and hyperparameters using an evolutionary algorithm known as Differential Evolution (DE) to identify the ripeness levels of oil palm fruits. The dataset used in this study consists of images of oil palm fruits categorized into three ripeness levels: ripe, unripe, and rotten. For comparison, a baseline CNN model without DE optimization was also employed. The results show that the CNN model optimized using DE achieved an accuracy of 0,98 with precision, sensitivity, and F1-score values exceeding 0.97 for all classes.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Deteksi kematangan buah kelapa sawit merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor pertanian di Indonesia. Dalam era perkembangan teknologi, penerapan metode berbasis kecerdasan buatan, seperti Convolutional Neural Network (CNN), sering digunakan dalam pengenalan dan klasifikasi citra. Dalam proses pengembangan model Deep Learning, optimasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi komputasi menjadi langkah penting. Proses ini melibatkan penyesuaian arsitektur dan hyperparameter untuk memastikan model dapat mempelajari fitur yang relevan secara efektif. Melalui optimasi, model dapat disesuaikan untuk menangani karakteristik dataset tertentu, meningkatkan kemampuan generalisasi, dan memaksimalkan kinerja pada tugas klasifikasi. Penelitian ini mengoptimasi model CNN melalui penyesuaian arsitektur dan hyperparameter menggunakan salah satu algoritma evolusi, yaitu Differential Evolution (DE), dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berupa gambar buah kelapa sawit dengan tiga tingkat kematangan, yaitu: matang, mentah, dan busuk. Sebagai pembanding, penelitian ini juga menggunakan metode CNN tanpa DE. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode CNN yang dioptimasi menggunakan DE dalam mengidentifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit memberikan akurasi sebesar 0,98 serta nilai presisi, sensitivitas, dan F1-score di atas 0,97 untuk semua kelas.
 
Abstract
The detection of oil palm fruit ripeness is a crucial step in improving efficiency and productivity in Indonesia's agricultural sector. In the era of technological advancement, artificial intelligence-based methods, such as Convolutional Neural Networks (CNN), are frequently applied in image recognition and classification. In developing Deep Learning models, optimization plays a vital role in enhancing accuracy and computational efficiency. This process involves adjusting the architecture and hyperparameters to ensure the model can effectively learn relevant features. Through optimization, the model can be tailored to handle specific dataset characteristics, improve generalization, and maximize performance in classification tasks. This study optimizes a CNN model by adjusting its architecture and hyperparameters using an evolutionary algorithm known as Differential Evolution (DE) to identify the ripeness levels of oil palm fruits. The dataset used in this study consists of images of oil palm fruits categorized into three ripeness levels: ripe, unripe, and rotten. For comparison, a baseline CNN model without DE optimization was also employed. The results show that the CNN model optimized using DE achieved an accuracy of 0,98 with precision, sensitivity, and F1-score values exceeding 0.97 for all classes.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9728</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2026131</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 13 No 1: Februari 2026; 21-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 13 No. 1: Februari 2026; 21-30</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2026131</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9728/1535</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Naufal Budiman, Kusworo Adi, Adi Wibowo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>