Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Representasi Makna dalam Lirik Kumpulan Lagu yang Dipopulerkan oleh Hamza Namira (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Jurnal Sarjana Ilmu Budaya · Vol. 5 No. 02 (2025) · pp. 1–16

DOI
10.12259/jsib.v5i02
ISSN
2986-0504, 0000-0000
Published
2025-06-02
Publisher
Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Latar Belakang. Beberapa masyarakat awam di Indonesia masih menganggap bahwa lagu berbahasa Arab adalah selawat. Perspektif ini muncul karena adanya tantangan bahasa. Sedangkan lagu-lagu bahasa Arab memiliki makna yang sangat positif, membawa harapan, serta perubahan. Makna tersebut ada pada lagu Hamza Namira yaitu Dari Ya Alby, Laa Tabki, Rayah El Hayah, Ya Mazloum, dan Wa Laa Sohba Ahla. Lagu-lagu ini dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk memahami bagaimana lirik-lirik ini berfungsi untuk menyampaikan makna yang lebih. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menginterpretasikan serta menelaah makna denotasi dan konotasi yang terkandung dalam lirik lagu Hamza Namira, dan diharapkan dapat mengungkap mitos apa saja yang terdapat dalam setiap lagu yang dipopulerkan oleh Hamza Namira. Metode. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian dengan pendekatan kualitatif dan juga menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara menjabarkan objek data secara tepat. Hasil. Secara denotatif, lirik-lirik ini menggambarkan pengalaman emosional seperti keterasingan, kesedihan, ketidakadilan, dan Harapan. Sementara itu, secara konotatif, lirik-lirik ini menyampaikan makna yang lebih dalam yang menggambarkan kerentanan emosional, perjuangan batin, simbol harapan yang rapuh, dan pencarian makna dalam hidup. Mitos memberikan gambaran umum dan filosofi hidup yang diwariskan secara kolektif, seperti kehidupan sebagai perjalanan emosional yang tak terhindarkan, ketidakadilan yang selalu ada, dan harapan yang terus diperjuangkan meskipun penuh rintangan. Kesimpulan. Dengan analisis ini, dapat disimpulkan bahwa lagu-lagu Hamza Namira memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan mitos dalam budaya masyarakat, menjadikannya lebih dari sekedar karya seni, tetapi juga alat komunikasi yang memiliki pengaruh mendalam terhadap persepsi dan pemaknaan realitas oleh pendengarnya.

Collaboration network of the authors

30 authors · 71 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur
  • Universitas Muslim Indonesia
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sitti Wahidah MasnaniAffiliation unknown8
Zuhriah ZuhriahAffiliation unknown5
Haeriyyah HaeriyyahAffiliation unknown3
Andi AgussalimAffiliation unknown3
HaeriyyahAffiliation unknown2
Amalia DzulqaidahAffiliation unknown2
Ilham RamadhanAffiliation unknown2
ZuhriahAffiliation unknown2
Haeruddin HaeruddinAffiliation unknown2
Nur RahmahUniversitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur1
Mukhtar MukhtarAffiliation unknown1
Safaruddin SafaruddinUniversitas Muslim Indonesia1
Arifuddin Mas'udAffiliation unknown1
Muh. Fauzi IrwanAffiliation unknown1
Nurul HikmahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Syamsul Bahri Abd. HamidAffiliation unknown1
Dinda ArdillahAffiliation unknown1
Trisnawati SAffiliation unknown1
Muh Risaldi PAffiliation unknown1
Suci Awaliyah YunusAffiliation unknown1
Muhammad LuthfiUniversitas Islam Negeri Palangka Raya1
Yusring Sanusi BasoAffiliation unknown1
MasnahAffiliation unknown1
Najiyah Nur Ismirah -Affiliation unknown1
Fitya Kamila SassabilaAffiliation unknown1
NurfazirahAffiliation unknown1
Yusring Sanusi B.Affiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Representasi Makna dalam Lirik Kumpulan Lagu yang Dipopulerkan oleh Hamza Namira (Analisis Semiotika Roland Barthes)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yulia Rahmah Amalia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhammad Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mujadilah Nur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang. Beberapa masyarakat awam di Indonesia masih menganggap bahwa lagu berbahasa Arab adalah selawat. Perspektif ini muncul karena adanya tantangan bahasa. Sedangkan lagu-lagu bahasa Arab memiliki makna yang sangat positif, membawa harapan, serta perubahan. Makna tersebut ada pada lagu Hamza Namira yaitu Dari Ya Alby, Laa Tabki, Rayah El Hayah, Ya Mazloum, dan Wa Laa Sohba Ahla. Lagu-lagu ini dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk memahami bagaimana lirik-lirik ini berfungsi untuk menyampaikan makna yang lebih. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menginterpretasikan serta menelaah makna &amp;nbsp;denotasi dan konotasi yang terkandung dalam lirik lagu Hamza Namira, dan diharapkan dapat mengungkap mitos apa saja yang terdapat dalam setiap lagu yang dipopulerkan oleh Hamza Namira. Metode. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian dengan pendekatan kualitatif dan juga menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara menjabarkan objek data secara tepat. Hasil. Secara denotatif, lirik-lirik ini menggambarkan pengalaman emosional seperti keterasingan, kesedihan, ketidakadilan, dan Harapan. Sementara itu, secara konotatif, lirik-lirik ini menyampaikan makna yang lebih dalam yang menggambarkan kerentanan emosional, perjuangan batin, simbol harapan yang rapuh, dan pencarian makna dalam hidup. Mitos memberikan gambaran umum dan filosofi hidup yang diwariskan secara kolektif, seperti kehidupan sebagai perjalanan emosional yang tak terhindarkan, ketidakadilan yang selalu ada, dan harapan yang terus diperjuangkan meskipun penuh rintangan. Kesimpulan. Dengan analisis ini, dapat disimpulkan bahwa lagu-lagu Hamza Namira memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan mitos dalam budaya masyarakat, menjadikannya lebih dari sekedar karya seni, tetapi juga alat komunikasi yang memiliki pengaruh mendalam terhadap persepsi dan pemaknaan realitas oleh pendengarnya. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/44319</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12259/jsib.v5i02 (Mei).44319</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; Vol. 5 No. 02 (Mei) (2025): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; 1-16</dc:source>
	<dc:source>2986-0504</dc:source>
	<dc:source>0000-0000</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/44319/12891</dc:relation>
	<dc:coverage xml:lang="en">-</dc:coverage>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>