Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

MAJAZ MURSAL DALAM AL – QUR’AN JUZ 26 – 30 ( STUDI ILMU BALAGHAH )

Jurnal Sarjana Ilmu Budaya · Vol. 6 No. 03 (2026) · pp. 47–62

DOI
10.12259/kwxfvz39
ISSN
2986-0504, 0000-0000
Published
2026-09-30
Publisher
Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sejumlah ayat Al-Qur’an, khususnya dalam Juz 26–30 yang banyak memuat tema eskatologis, tidak selalu dapat dipahami secara tepat hanya melalui penerjemahan harfiah. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan lafaz dalam makna majazi yang memerlukan pemahaman terhadap konteks dan hubungan makna. Tanpa analisis kebahasaan yang memadai, penggunaan lafaz majazi berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam memahami makna ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan majaz mursal dalam ayat-ayat Al-Qur’an Juz 26–30, termasuk bentuk hubungan (‘alaqah) dan qarinah yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer penelitian berupa ayat-ayat Al-Qur’an dalam Juz 26–30, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku balaghah, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Populasi penelitian mencakup seluruh ayat dalam Juz 26–30, sedangkan sampel penelitian berupa ayat-ayat yang mengandung majaz mursal. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31 ayat dalam Juz 26–30 yang mengandung majaz mursal, yang terbagi ke dalam delapan bentuk ‘alaqah, yaitu as-sababiyyah, al-musabbabiyyah, al-juz’iyyah, al-kulliyyah, al-mahalliyyah, al-haliyyah, i‘tibar ma kana, dan i‘tibar ma yakunu. Setiap penggunaan majaz mursal disertai qarinah, baik berupa ‘aqliyyah maupun hāliyyah/siyāqiyyah, yang menghalangi pemaknaan lafaz secara hakiki dan mengarahkan pemahaman pada makna majazi sesuai dengan konteks ayat. Penelitian ini menunjukkan bahwa majaz mursal berperan dalam memperkaya dan memperjelas penyampaian makna dalam Al-Qur’an. Kajian majaz mursal melalui pendekatan ilmu balaghah dapat membantu mengungkap hubungan makna antara lafaz dan konteks penggunaannya sehingga pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dapat dilakukan secara lebih tepat dan kontekstual.

Collaboration network of the authors

24 authors · 54 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sebelas Maret University
  • Cenderawasih University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi AgussalimAffiliation unknown4
Sitti Wahidah MasnaniAffiliation unknown3
Mujadilah nurAffiliation unknown3
Muhammad RidwanAffiliation unknown2
Siti NurohmahwatiSebelas Maret University1
Ananda Putra KaniezaSebelas Maret University1
Ade Rifky SetiawanSebelas Maret University1
Nurul Ishlah MaulidaAffiliation unknown1
Yuliana YulianaCenderawasih University1
St Wijdana RamAffiliation unknown1
Yusring S. BasoAffiliation unknown1
Sahrul Ramadhan SulemanAffiliation unknown1
Fadlan AhmadAffiliation unknown1
Syamsul Bahri Abd. HamidAffiliation unknown1
Muhammad Fadil ArifinAffiliation unknown1
Fitrah NurhidayahAffiliation unknown1
Nur Putri Widiyawati NasirAffiliation unknown1
Haeriyyah HaeriyyahAffiliation unknown1
Yusring Sanusi B.Affiliation unknown1
Haeruddin HaeruddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">MAJAZ MURSAL DALAM AL – QUR’AN JUZ 26 – 30  ( STUDI ILMU BALAGHAH )</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Misbachul Fuadi, Andhika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zuhriah, Zuhriah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bahri Abd. Hamid, Syamsul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fadlan, Ahmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sejumlah ayat Al-Qur’an, khususnya dalam Juz 26–30 yang banyak memuat tema eskatologis, tidak selalu dapat dipahami secara tepat hanya melalui penerjemahan harfiah. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan lafaz dalam makna majazi yang memerlukan pemahaman terhadap konteks dan hubungan makna. Tanpa analisis kebahasaan yang memadai, penggunaan lafaz majazi berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam memahami makna ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan majaz mursal dalam ayat-ayat Al-Qur’an Juz 26–30, termasuk bentuk hubungan (‘alaqah) dan qarinah yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer penelitian berupa ayat-ayat Al-Qur’an dalam Juz 26–30, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku balaghah, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Populasi penelitian mencakup seluruh ayat dalam Juz 26–30, sedangkan sampel penelitian berupa ayat-ayat yang mengandung majaz mursal. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31 ayat dalam Juz 26–30 yang mengandung majaz mursal, yang terbagi ke dalam delapan bentuk ‘alaqah, yaitu as-sababiyyah, al-musabbabiyyah, al-juz’iyyah, al-kulliyyah, al-mahalliyyah, al-haliyyah, i‘tibar ma kana, dan i‘tibar ma yakunu. Setiap penggunaan majaz mursal disertai qarinah, baik berupa ‘aqliyyah maupun hāliyyah/siyāqiyyah, yang menghalangi pemaknaan lafaz secara hakiki dan mengarahkan pemahaman pada makna majazi sesuai dengan konteks ayat. Penelitian ini menunjukkan bahwa majaz mursal berperan dalam memperkaya dan memperjelas penyampaian makna dalam Al-Qur’an. Kajian majaz mursal melalui pendekatan ilmu balaghah dapat membantu mengungkap hubungan makna antara lafaz dan konteks penggunaannya sehingga pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dapat dilakukan secara lebih tepat dan kontekstual.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2026-09-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/54390</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.12259/kwxfvz39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; Vol. 6 No. 03 (September) (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya; 47-62</dc:source>
	<dc:source>2986-0504</dc:source>
	<dc:source>0000-0000</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsbsk/article/view/54390/15067</dc:relation>
	<dc:coverage xml:lang="en">Al-Qur’an, balaghah, majaz mursal, ‘alaqah, qarinah.</dc:coverage>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>