Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pola Interaksi Komunitas Japan Freak UIN dalam Membangun Solidaritas Sosial

Hasanuddin Journal of Sociology (HJS) · Vol. UME (2024) · hlm. 140–154

ISSN
2685-4333, 2685-5348
Terbit
2024-12-30
Penerbit
Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences
Bahasa
en

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi yang dilakukan oleh komunitas otaku Japan Freak UIN dalam membangun kembali solidaritas sosial yang mengalami penurunan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead dan teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan yang terjadi pada pola interaksi komunitas JFUIN yang dilihat dari solidaritas sosialnya, Pola interaksi sosial dalam membangun solidaritas pada komunitas otaku JFUIN adalah gotong royong. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan dengan bersama-sama atau bergotong royong, seperti halnya dengan berjualan makanan, kegiatan sosial, dan bekerja sama dalam mencari topik pembahasan yang menarik sehingga para anggota menjadi tertarik untuk mengikuti kopdar, solusi tersebut pada kenyataannya dapat membangun kembali solidaritas sosial komunitas Japan Freak UIN yang sempat mengalami penurunan.

Jaringan kolaborasi para penulis

10 penulis · 19 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fakhrul Anwar ZainolAfiliasi tidak diketahui2
Minhajuddin MinhajuddinAfiliasi tidak diketahui1
Dhenahi JerfianiAfiliasi tidak diketahui1
Maya SariAfiliasi tidak diketahui1
NugrahaAfiliasi tidak diketahui1
Imas PurnamasariAfiliasi tidak diketahui1
Diky Faqih MaulanaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/HJS/oai, pertama di-harvest 2 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pola Interaksi Komunitas Japan Freak UIN dalam Membangun Solidaritas Sosial</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadhantika, Tiara</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Abdul Rozak</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Neng</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi yang dilakukan oleh komunitas otaku Japan Freak UIN dalam membangun kembali solidaritas sosial yang mengalami penurunan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead dan teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan yang terjadi pada pola interaksi komunitas JFUIN yang dilihat dari solidaritas sosialnya, Pola interaksi sosial dalam membangun solidaritas pada komunitas otaku JFUIN adalah gotong royong. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan dengan bersama-sama atau bergotong royong, seperti halnya dengan berjualan makanan, kegiatan sosial, dan bekerja sama dalam mencari topik pembahasan yang menarik sehingga para anggota menjadi tertarik untuk mengikuti kopdar, solusi tersebut pada kenyataannya dapat membangun kembali solidaritas sosial komunitas Japan Freak UIN yang sempat mengalami penurunan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/HJS/article/view/36393</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Sociology (HJS); VOLUME 6, ISSUE 2, 2024; 140-154</dc:source>
	<dc:source>2685-4333</dc:source>
	<dc:source>2685-5348</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/HJS/article/view/36393/13412</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Hasanuddin Journal of Sociology (HJS)</dc:rights>
</oai_dc:dc>