Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Maggot Lalat Tentara Hitam (BSF) untuk Mereduksi Sampah Organik serta Mitigasi Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasanuddin · Vol. 6 No. 1 (2025) · pp. 47–55

DOI
10.31947/jpmh.v6i1.45124
ISSN
2722-6662
Published
2025-04-29
Publisher
Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Salah satu cara yang efektif untuk mereduksi sampah organik dan mitigasi kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yaitu penerapan teknologi biokonversi melalui pemanfaatan maggot lalat tentara hitam/black soldier fly (BSF). Maggot (Hermetia Illucens) adalah salah satu larva lalat yang kandungan hewani proteinnya tinggi sekitar 30-45%. Sampah organik yang tidak bermanfaat dan menimbulkan bau busuk (polusi udara) dapat dikelola dan diolah menjadi budidaya maggot untuk dimanfaatkan sebagai bahan sumber produsen alternatif kaya protein untuk pakan ikan, ternak, dan bahan pupuk kompos. Cara mengelola sampah menjadi budidaya maggot, bisa menjadi cara yang efektif untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya maggot merupakan salah satu proses kegiatan agar masyarakat menjadi peduli lingkungan bersih, gotong royong untuk mengurangi populasi sampah yang sebelumnya menjadi masalah di lingkungannya, serta mendapatkan pengetahuan baru dalam pengelolaan dan pengolahan sampah. Secara tidak langsung, selain meminimalisir sampah agar kondisi lingkungan menjadi bersih dan sehat, kegiatan budidaya maggot oleh masyarakat merupakan luaran dari tujuan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan ekonomi kreatif. Program kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

32 authors · 194 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nur HaedarAffiliation unknown3
Paulina TabaAffiliation unknown2
Nur AfniAffiliation unknown2
Bulkis MusaAffiliation unknown2
Prayiska Mariana RapiAffiliation unknown2
Emmi AstutiAffiliation unknown2
Novi LestariAffiliation unknown2
Nurmala SariAffiliation unknown2
Zaraswati DwayanaAffiliation unknown1
Eva JohanesAffiliation unknown1
Ruslan UmarAffiliation unknown1
Fuad GaniAffiliation unknown1
Syafrian Nur MuhammadAffiliation unknown1
Nur Afifah ZhafirahAffiliation unknown1
Rustam RustamAffiliation unknown1
Zainuddin ZainuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Badraeni BadraeniAffiliation unknown1
Besse Tenri NurkamilahAffiliation unknown1
Dody Dh. TrijunoAffiliation unknown1
Elmi N. ZainuddinAffiliation unknown1
Edison SaadeAffiliation unknown1
Gunarto LatamaAffiliation unknown1
Hasni Y. AzisAffiliation unknown1
Irfan AmbasAffiliation unknown1
M. Iqbal DjawadAffiliation unknown1
Marlina AchmadAffiliation unknown1
Muh. Yusri KarimAffiliation unknown1
Siti AslamyahAffiliation unknown1
Yushinta FujayaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpmh/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Maggot Lalat Tentara Hitam (BSF) untuk Mereduksi Sampah Organik serta Mitigasi Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Basir, Djabal Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Permatasari, Nur Umriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayani, Andi Aliah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Biokonversi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Maggot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemberdayaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Salah satu cara yang efektif untuk mereduksi sampah organik dan mitigasi kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yaitu penerapan teknologi biokonversi melalui pemanfaatan maggot lalat tentara hitam/black soldier fly (BSF). Maggot (Hermetia Illucens) adalah salah satu larva lalat yang kandungan hewani proteinnya tinggi sekitar 30-45%. Sampah organik yang tidak bermanfaat dan menimbulkan bau busuk (polusi udara) dapat dikelola dan diolah menjadi budidaya maggot untuk dimanfaatkan sebagai bahan sumber produsen alternatif kaya protein untuk pakan ikan, ternak, dan bahan pupuk kompos. Cara mengelola sampah menjadi budidaya maggot, bisa menjadi cara yang efektif untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya maggot merupakan salah satu proses kegiatan agar masyarakat menjadi peduli lingkungan bersih, gotong royong untuk mengurangi populasi sampah yang sebelumnya menjadi masalah di lingkungannya, serta mendapatkan pengetahuan baru dalam pengelolaan dan pengolahan sampah. Secara tidak langsung, selain meminimalisir sampah agar kondisi lingkungan menjadi bersih dan sehat, kegiatan budidaya maggot oleh masyarakat merupakan luaran dari tujuan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan ekonomi kreatif. Program kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpmh/article/view/45124</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31947/jpmh.v6i1.45124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasanuddin; Vol. 6 No. 1 (2025); 47 - 55</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasanuddin (JPMH); Vol 6 No 1 (2025); 47 - 55</dc:source>
	<dc:source>2722-6662</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpmh/article/view/45124/13003</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasanuddin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>