Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Karakteristik Ukuran Butir dan Mineral Liat Tanah pada Kejadian Longsor (Studi Kasus: Sub Das Jeneberang)

Jurnal Ecosolum · Vol. 8 No. 2 (2019) · pp. 62–73

DOI
10.20956/ecosolum.v8i2.7874
ISSN
2654-430X, 2252-7923
Published
2019-10-30
Publisher
Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Longsor dapat dipicu oleh karateristik tanah yang terbentuk pada suatu wilayah yang dipengaruhi oleh ukuran fraksi tanah, terutama fraksi tanah yang berukuran lebih halus, yaitu fraksi tanah dari mineral liat. Stabililitas wilayah sub DAS Jeneberang pasca kejadian runtuhnya kaldera Gunung Bawakaraeng, menyebabkan gangguan berupa longsoran disekitar wilayah sub DAS lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ukuran butir dan mineral liat tanah pada kejadian longsor di sub DAS hulu Jeneberang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengidentifikasi ukuran butir menggunakan ayakan ASTM 48 dan mineral liat tanah menggunakan FTIR. Titik longsor (TL) ditentukan dari kejadian longsor yang terjadi dan titik pembanding (TPB) ditentukan dari topografi dan bahan induk yang sama dengan titik longsor. Topografi pada daerah penelitian berombak hingga sangat curam dengan rata-rata curah hujan delapan tahun terakhir 3484 mm/tahun. Hasil analisis Ukuran butiran pada semua titik longsor dan titik pembanding didominasi ukuran 0,5 mm dengan bentuk butiran subrounded pada TL1, TL3, TL5, TL6, TL7, TL8, TL 10, TPB3, TPB4 dan subangular pada TL2, TL4, TL9, TPB1, TPB2. Dari hasil analisis mineral liat bahwa mineral liat dominan pada TL1, TL2, TL3, TL10, TPB1, TPB2 adalah kaolinit. TL6, TL5 adalah haloisit. TL8, TL4 adalah montmorilonit. TL9, TL7, TPB3 adalah klorit dan TPB4 adalah nakrit. Longsor yng terjadi dipicu oleh mineral liat tersedia yaitu kaolinit, haloisit, montmorilonit, dan klorit, sementara ukuran butir tanah tidak memberikan banyak pengaruh pada kejadian longsor.Kata kunci: Sub DAS Jeneberang, Longsor, Ukuran Butir, Mineral Liat Tanah

Collaboration network of the authors

40 authors · 79 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Christianto LopulisaAffiliation unknown2
, A.M ImranAffiliation unknown2
Muh. JayadiAffiliation unknown2
Muhammad Fitrah Khairul AnamiAffiliation unknown2
Sumbangan BajaAffiliation unknown1
Hariyati HariyatiAffiliation unknown1
Bachrul IbrahimAffiliation unknown1
Indriyani BaliAffiliation unknown1
Zulfikar Ali AhmadAffiliation unknown1
Muh. NathanAffiliation unknown1
RismaneswatiAffiliation unknown1
Tania PatandungAffiliation unknown1
Risma NeswatiAffiliation unknown1
Irfandi FelixAffiliation unknown1
. SyahrulAffiliation unknown1
Naurha RhamadaniAffiliation unknown1
Sartika LabanAffiliation unknown1
Muhammad AsyrafAffiliation unknown1
Fhadly S.MAffiliation unknown1
Ahmad Fauzan AdzimaAffiliation unknown1
Meutia FaridaAffiliation unknown1
Moh. Junaedy BurhanAffiliation unknown1
Hamid UmarAffiliation unknown1
Nur IkhwanaAffiliation unknown1
Sri Sulva NensiAffiliation unknown1
Muhammad IqbalInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Rohaya LangkokeAffiliation unknown1
Ratna HusainAffiliation unknown1
Meinarni ThamrinAffiliation unknown1
Hazairin ZubairAffiliation unknown1
Engki FatiawanAffiliation unknown1
ZaenalAffiliation unknown1
Zulkarnain ChaeruddinAffiliation unknown1
Muhammad Rifki MunirAffiliation unknown1
Aulia Luhtfyah AsbarAffiliation unknown1
Shalehudin Deny MarufAffiliation unknown1
Christopaul Pala’langan Toding LayukAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/ecosolum/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Karakteristik Ukuran Butir dan Mineral Liat Tanah pada Kejadian Longsor (Studi Kasus: Sub Das Jeneberang)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Isra, Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lias, Syamsul Arifin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ahmad, Asmita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Longsor dapat dipicu oleh karateristik tanah yang terbentuk pada suatu wilayah yang dipengaruhi oleh ukuran fraksi tanah, terutama fraksi tanah yang berukuran lebih halus, yaitu fraksi tanah dari mineral liat. Stabililitas wilayah sub DAS Jeneberang pasca kejadian runtuhnya kaldera Gunung Bawakaraeng, menyebabkan gangguan berupa longsoran disekitar wilayah sub DAS lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ukuran butir dan mineral liat tanah pada kejadian longsor  di sub DAS hulu Jeneberang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengidentifikasi ukuran butir menggunakan ayakan ASTM 48 dan mineral liat tanah menggunakan FTIR. Titik longsor (TL) ditentukan dari kejadian longsor yang terjadi dan titik pembanding (TPB) ditentukan dari topografi dan bahan induk yang sama dengan titik longsor. Topografi pada daerah penelitian berombak hingga sangat curam dengan rata-rata curah hujan delapan tahun terakhir 3484 mm/tahun. Hasil analisis Ukuran butiran pada semua titik longsor dan titik pembanding didominasi ukuran 0,5 mm dengan bentuk butiran subrounded pada TL1, TL3, TL5, TL6, TL7, TL8, TL 10, TPB3, TPB4 dan subangular pada TL2, TL4, TL9, TPB1, TPB2. Dari hasil analisis mineral liat bahwa mineral liat dominan pada TL1, TL2, TL3, TL10, TPB1, TPB2  adalah kaolinit. TL6, TL5 adalah haloisit. TL8, TL4 adalah montmorilonit. TL9, TL7, TPB3 adalah klorit dan TPB4 adalah nakrit. Longsor yng terjadi dipicu oleh mineral liat tersedia yaitu kaolinit, haloisit, montmorilonit, dan klorit, sementara ukuran butir tanah tidak memberikan banyak pengaruh pada kejadian longsor.Kata kunci: Sub DAS Jeneberang, Longsor, Ukuran Butir, Mineral Liat Tanah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/ecosolum/article/view/7874</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ecosolum.v8i2.7874</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ecosolum; Vol. 8 No. 2 (2019): DESEMBER; 62-73</dc:source>
	<dc:source>2654-430X</dc:source>
	<dc:source>2252-7923</dc:source>
	<dc:source>10.20956/ecosolum.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/ecosolum/article/view/7874/4861</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Ecosolum</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>