Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Kompetisi Akar Kakao dan Langsat Dalam Serapan Nitrogen Pada Sistem Agroforestri Sederhana: Evaluasi Setahun Setelah Aplikasi Pupuk: Competition of Cacao and Langsat Roots In Nitrogen Uptake Under Simple Agroforestry System: A Year After Fertillizer Application

Jurnal Ecosolum · Vol. 13 No. 1 (2024) · pp. 39–53

DOI
10.20956/ecosolum.v13i1.32890
ISSN
2654-430X, 2252-7923
Published
2024-07-31
Publisher
Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Sistem agroforestri di Dusun Lemo Baru Kabupaten Polewali Mandar memerlukan perhatian khusus mengenai persaingan antar tanaman terhadap serapan hara dan pertumbuhan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon akar dan serapan hara kakao dan langsat terhadap dosis nitrogen yang berbeda. Pada kebun agroforestri dilakukan pemupukan nitrogen dengan empat dosis yaitu perlakuan kontrol; pemupukan Urea dosis 354 g pohon-1; Phonska Plus 500 g pohon-1; dan Phonska Plus 500 g pohon-1 + Urea 190 g pohon-1 diletakkan di ingrowth hole diantara pohon kakao dan langsat. Setelah setahun pemupukan dilakukan pengambilan sampel tanah, akar dan daun. Sampel tanah dan daun dianalisis serapan hara, analisis keragaman dan Independent Sampel T-Tes(2-tailed) dengan taraf kepercayaan 5%. Sampel akar dilakukan perhitungan panjang akar menggunakan software ImageJ, kerapatan panjang akar dan panjang akar spesifik. Hasil penelitian menunjukkan nilai SRL langsat tertinggi pada perlakuan kontrol dan nilai RLD tertinggi pada Phonska Plus 500 g pohon-1. Aplikasi pupuk berpengaruh nyata terhadap SRL kakao dan tidak memberikan pengaruh terhadap RLD. Perlakuan kontrol berbeda nyata dengan pemupukan Urea dengan dosis 354 g pohon-1, Phonska Plus 500 g pohon-1 dan Phonska Plus 500 g pohon-1 + Urea 190 g pohon-1. Pemupukan Urea 354 g pohon-1 berbeda nyata dengan Phonska Plus 500 g pohon-1 + Urea 190 g pohon-1. Nilai tertinggi RLD terdapat pada perlakuan Urea 354 g pohon-1. Serapan hara jaringan langsat dan kakao tertinggi pada pemupukan Phonska Plus 500 g pohon-1 + Urea 190 g pohon-1. Akar langsat mampu menyerap hara lebih banyak dibandingkan dengan akar kakao.

Keywords

Collaboration network of the authors

13 authors · 20 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syamsia SyamsiaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Marhamah NadirAffiliation unknown1
Muh. AkbarUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Burhanuddin RasyidAffiliation unknown1
Lia AsmiraAffiliation unknown1
Syamsul Arifin LiasAffiliation unknown1
Syamsul Arifin LiasAffiliation unknown1
Muhammad AsyrafAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Nurul Khalishah NahumaruryAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/ecosolum/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kompetisi Akar Kakao dan Langsat Dalam Serapan Nitrogen Pada Sistem Agroforestri Sederhana: Evaluasi Setahun Setelah Aplikasi Pupuk: Competition of Cacao and Langsat Roots In Nitrogen Uptake Under Simple Agroforestry System: A Year After Fertillizer Application</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Narthim, Bhernika Bunga Beby</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Gusli, Sikstus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Laban, Sartika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kompetisi akar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">serapan nitrogen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sistem agroforestri sederhana</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Sistem agroforestri di Dusun Lemo Baru Kabupaten Polewali Mandar memerlukan perhatian khusus mengenai persaingan antar tanaman terhadap serapan hara dan pertumbuhan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon akar dan serapan hara kakao dan langsat terhadap dosis nitrogen yang berbeda. Pada kebun agroforestri dilakukan pemupukan nitrogen  dengan empat dosis yaitu perlakuan kontrol; pemupukan Urea dosis 354 g pohon-1; Phonska Plus 500 g pohon-1; dan Phonska Plus 500 g pohon-1 + Urea 190 g pohon-1 diletakkan di ingrowth hole diantara pohon kakao dan langsat. Setelah setahun pemupukan dilakukan pengambilan sampel tanah, akar dan daun. Sampel tanah dan daun dianalisis serapan hara, analisis keragaman dan Independent Sampel T-Tes(2-tailed) dengan taraf kepercayaan 5%. Sampel akar dilakukan perhitungan panjang akar menggunakan software ImageJ, kerapatan panjang akar dan panjang akar spesifik. Hasil penelitian menunjukkan nilai SRL langsat tertinggi pada perlakuan kontrol dan nilai RLD tertinggi pada Phonska Plus 500 g pohon-1. Aplikasi pupuk berpengaruh nyata terhadap SRL kakao dan tidak memberikan pengaruh terhadap RLD. Perlakuan kontrol berbeda nyata dengan pemupukan Urea dengan dosis 354 g pohon-1, Phonska Plus 500 g pohon-1 dan Phonska Plus 500 g pohon-1 + Urea 190 g pohon-1.  Pemupukan Urea 354 g pohon-1 berbeda nyata dengan Phonska Plus 500 g pohon-1 +  Urea 190 g pohon-1.  Nilai tertinggi RLD terdapat pada perlakuan Urea 354 g pohon-1. Serapan hara jaringan langsat dan kakao tertinggi pada pemupukan Phonska Plus 500 g pohon-1 + Urea 190 g pohon-1. Akar langsat mampu menyerap hara lebih banyak dibandingkan dengan akar kakao.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/ecosolum/article/view/32890</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ecosolum.v13i1.32890</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ecosolum; Vol. 13 No. 1 (2024): JUNI; 39-53</dc:source>
	<dc:source>2654-430X</dc:source>
	<dc:source>2252-7923</dc:source>
	<dc:source>10.20956/ecosolum.v13i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/ecosolum/article/view/32890/11866</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>