Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PREDIKSI SISA UMUR SAMBUNGAN TUBULAR ASIMETRIS MULTI BIDANG MENGGUNAKAN METODE FRACTURE MECHANICS

SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2019) · pp. 1–7

DOI
10.62012/sensistek.v2i1.13065
ISSN
2988-2559, 2623-1506
Published
2019-10-01
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

Jenis platform minyak dan gas yang paling banyak beroperasi di perairan Indonesia ialah jenis terpancang (fixedjacket). Jenis struktur ini dalam proses perancangan mempertimbangkan beban kerja salah satunya beban dinamisdimana variasi amplitudo beban terakumulasi selama operasi hingga menyebabkan crack pada material tubular multibidang. Potensi crack akan diselidiki untuk memprediksi sisa umur struktur saat kondisi badai 100 tahunan dengandibandingkan antara metode analitik dan Finite Element Method (FEM). Struktur tersebut akan menerima bebanberasal dari gaya aksial (AX), in plane bending (IPB) dan out plane bending (OPB) hingga diperoleh Unity Check(UC) senilai 0,572 terletak pada brace 3071-3007 dibagian saddle. Perbandingan kedua metode tersebutmendeskripsikan Stress Intensity Factor (SIF) bernilai minim kesalahan dalam memodelkan tegangan diujung crack.Pemodelan crack pun berjenis surface crack dengan kondisi opening mode akibat tegangan normal tarik. Simulasicrack dilakukan untuk menentukan sisa umur berdasarkan fracture mechanics dengan menggunakan hukum ParisErdogan. Sisa umur kelelahan diperoleh berkisar 45,501 tahun dengan metode analitik serta 45,390 tahun denganFEM sehingga struktur memenuhi kriteria kelayakan operasi selama 20 tahun kedepan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 81 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Surya HariyantoAffiliation unknown9
Faisal MahmuddinAffiliation unknown9
M. Rusydi AlwiAffiliation unknown4
Andi Husni SitepuAffiliation unknown3
Muhammad Iqbal NikmatullahAffiliation unknown3
Fadel Rezky RamadhanAffiliation unknown3
Baharuddin BaharuddinAffiliation unknown2
Balqis ShintarahayuAffiliation unknown2
Andi Haris MuhammadAffiliation unknown2
Risal RisalAffiliation unknown2
Juswan SadeAffiliation unknown2
Chairul PaotonanAffiliation unknown2
Muh. Asyhari RamadhanAffiliation unknown2
Mohammed Hussein Ba NagaAffiliation unknown1
Muhammad Rakin FirasAffiliation unknown1
Muhammad FaizalAffiliation unknown1
Galy RakaziwiAffiliation unknown1
Nurhikma NurhikmaAffiliation unknown1
Nur IndahAffiliation unknown1
Muhammad Alkhan Dwiki AbadiAffiliation unknown1
Dimas FitrawanAffiliation unknown1
Ahmad Faiq Dhiyaulhaq KaryaAffiliation unknown1
Muhammad Uswah PawaraAffiliation unknown1
Anshar Yaumil AkhirAffiliation unknown1
Sakka EvanderAffiliation unknown1
Pahrizah Puji AnugrahAffiliation unknown1
Khurin PutriAffiliation unknown1
Santa PutriAffiliation unknown1
Cece VirandikaAffiliation unknown1
Musdalifah Akbar SimanjuntakAffiliation unknown1
Andi Hamril Vikri Al FarisiAffiliation unknown1
Selviani SelvianiAffiliation unknown1
Rati AhmadAffiliation unknown1
Andika SarifuddinAffiliation unknown1
Maraya Abisurya PatandiananAffiliation unknown1
Muhammad Azka Bintang AmffaAffiliation unknown1
Muhammad Fadhil ArsyAffiliation unknown1
Brian Jaya PalisuAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">PREDIKSI SISA UMUR SAMBUNGAN TUBULAR ASIMETRIS MULTI BIDANG MENGGUNAKAN METODE FRACTURE MECHANICS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Assidiq, Fuad Mahfud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Klara, Syerly</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Assidiq, Fuad Mahfud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Klara, Syerly</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kata kunci: Crack, Fracture mechanics, Sisa umur, Tubular</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Jenis platform minyak dan gas yang paling banyak beroperasi di perairan Indonesia ialah jenis terpancang (fixedjacket). Jenis struktur ini dalam proses perancangan mempertimbangkan beban kerja salah satunya beban dinamisdimana variasi amplitudo beban terakumulasi selama operasi hingga menyebabkan crack pada material tubular multibidang. Potensi crack akan diselidiki untuk memprediksi sisa umur struktur saat kondisi badai 100 tahunan dengandibandingkan antara metode analitik dan Finite Element Method (FEM). Struktur tersebut akan menerima bebanberasal dari gaya aksial (AX), in plane bending (IPB) dan out plane bending (OPB) hingga diperoleh Unity Check(UC) senilai 0,572 terletak pada brace 3071-3007 dibagian saddle. Perbandingan kedua metode tersebutmendeskripsikan Stress Intensity Factor (SIF) bernilai minim kesalahan dalam memodelkan tegangan diujung crack.Pemodelan crack pun berjenis surface crack dengan kondisi opening mode akibat tegangan normal tarik. Simulasicrack dilakukan untuk menentukan sisa umur berdasarkan fracture mechanics dengan menggunakan hukum ParisErdogan. Sisa umur kelelahan diperoleh berkisar 45,501 tahun dengan metode analitik serta 45,390 tahun denganFEM sehingga struktur memenuhi kriteria kelayakan operasi selama 20 tahun kedepan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/13065</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/sensistek.v2i1.13065</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 2, Number 1, Year 2019 Edition; 1-7</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2988-2559</dc:source>
	<dc:source>2623-1506</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/13065/10648</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
</oai_dc:dc>