Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SETELIT

SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2021) · pp. 45–50

DOI
10.62012/sensistek.v3i1.13239
ISSN
2988-2559, 2623-1506
Published
2021-03-19
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

Garis Pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan lautan, di mana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut. Perubahan ini disebabkan oleh adanya abrasi dan akresi yang dipengaruhi oleh kondisi hydro-oseonografi lokasi yang ditinjau. Teknologi penginderaan jauh sangat mendukung penelitian di wilayah pesisir dan lautan, karena memiliki keunggulan yaitu dapat meliputi daerah yang luas dengan resolusi spasial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi perubahan garis pantai yang terjadi di sepanjang wilayah pesisir Kecamatan Mappakasunggu. Pengidentifikasian perubahan garis pantai dilakukan dengan menggunakan citra satelit yang berdasarkan analisis data dan literatur secara deskriptif dan kuantitatif. Estimasi perubahan garis pantai dibuat berdasarkan analisis citra satelit dengan menggunakan metode overlay data citra tahun 2000, 2005, 2010, 2015 dan 2020. Hasil analisa luasan abrasi yang terjadi selama kurun waktu 20 tahun dengan interval waktu perubahan 5 tahun, yaitu: tahun 2000-2005 sebesar 10,02 ha, tahun 2005-2010 sebesar 4,89 ha, tahun 2010-2015 sebesar 14,16 ha, dan tahun 2015-2020 sebesar 2,85 ha. Sedangkan luasan akresi selama kurun waktu 20 tahun dengan internal waktu perubahan 5 tahun adalah tahun 2000-2005 sebesar 1.39 ha, tahun 2005-2010 sebesar 0.34 ha, dan tahun 2015-2020 sebesar 1.35 ha. Perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Mappakasunggu didominasi oleh abrasi.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 99 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sabaruddin RahmanAffiliation unknown10
Hasdinar UmarAffiliation unknown9
Ashury AshuryAffiliation unknown4
Achmad Yasir BaedaAffiliation unknown4
Nur AzisahAffiliation unknown3
Adriani PhadyAffiliation unknown3
Putri Sriwahyuni KasbaAffiliation unknown3
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo3
Fitri Ramadani RahimAffiliation unknown3
Mu’minatung NisaAffiliation unknown3
Tri UtariAffiliation unknown2
Ahmad Azwar Mas'ud MAffiliation unknown2
Muhammad AsdarAffiliation unknown2
Muhammad Zubair Muis AlieAffiliation unknown2
Fuad Mahfud AssidiqAffiliation unknown2
Dwi AgusdiansyahAffiliation unknown2
Taufiqurrahman TaufiqurrahmanAffiliation unknown2
Ilham AlkhaerAffiliation unknown2
Yuliani SulemanAffiliation unknown2
Reskiyanti ReskiyantiAffiliation unknown2
Teguh Pairunan PutraAffiliation unknown1
Ichwanul Haq BahtiarAffiliation unknown1
Arsil ArsilAffiliation unknown1
Bulan PurnamaAffiliation unknown1
Muhammad AksarAffiliation unknown1
Muhammad Arsyad ThahaAffiliation unknown1
Wasir SamadAffiliation unknown1
Sugianto SugiantoUniversitas Nahdlatul Ulama Blitar1
Riswal KarammaHasanuddin University1
Rita Tahir LopaAffiliation unknown1
Siti Arifaini SulemanAffiliation unknown1
Fitrahwati NurAffiliation unknown1
Dadang A. SuriamiharjaAffiliation unknown1
Alif Hidayat KasimAffiliation unknown1
Wahyuni HasanAffiliation unknown1
Wahyu Sakinah KasimAffiliation unknown1
Ahmad Yasir BaedahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SETELIT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SETELIT</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Masri, Andi Muhammad Maulid</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rachman, Taufiqur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Masri, Andi Muhammad Maulid</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rachman, Taufiqur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kata kunci : Citra satelit, Perubahan garis pantai, Abrasi, Akresi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Garis Pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan lautan, di mana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut. Perubahan ini disebabkan oleh adanya abrasi dan akresi yang dipengaruhi oleh kondisi hydro-oseonografi lokasi yang ditinjau. Teknologi penginderaan jauh sangat mendukung penelitian di wilayah pesisir dan lautan, karena memiliki keunggulan yaitu dapat meliputi daerah yang luas dengan resolusi spasial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi perubahan garis pantai yang terjadi di sepanjang wilayah pesisir Kecamatan Mappakasunggu. Pengidentifikasian perubahan garis pantai dilakukan dengan menggunakan citra satelit yang berdasarkan analisis data dan literatur secara deskriptif dan kuantitatif. Estimasi perubahan garis pantai dibuat berdasarkan analisis citra satelit dengan menggunakan metode overlay data citra tahun 2000, 2005, 2010, 2015 dan 2020. Hasil analisa luasan abrasi yang terjadi selama kurun waktu 20 tahun dengan interval waktu perubahan 5 tahun, yaitu: tahun 2000-2005 sebesar 10,02 ha, tahun 2005-2010 sebesar 4,89 ha, tahun 2010-2015 sebesar 14,16 ha, dan tahun 2015-2020 sebesar 2,85 ha. Sedangkan luasan akresi selama kurun waktu 20 tahun dengan internal waktu perubahan 5 tahun adalah tahun 2000-2005 sebesar 1.39 ha, tahun 2005-2010 sebesar 0.34 ha, dan tahun 2015-2020 sebesar 1.35 ha. Perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Mappakasunggu didominasi oleh abrasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2021-03-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/13239</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/sensistek.v3i1.13239</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 3, Number 1, Year 2020 Edition; 45-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020; 45-50</dc:source>
	<dc:source>2988-2559</dc:source>
	<dc:source>2623-1506</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/13239/10684</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
</oai_dc:dc>