Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS PENGEMBANGAN WISATA BAHARI PANTAI APPARALANG DI BULUKUMBA

SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2020) · pp. 87–91

DOI
10.62012/sensistek.v3i1.13247
ISSN
2988-2559, 2623-1506
Published
2020-11-03
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

Pariwisata adalah salah satu sektor pembangunan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, maka pariwisata dianggap sebagai suatu aset yang strategis untuk mendorong pembangunan pada wilayah wilayah tertentu yang mempunyai potensi objek wisata dengan perkembangan industri pariwisata di suatu wilayah, arus urbanisasi ke kota kota besar dapat lebih ditekan. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi pariwisata yang luas sebagai sumber kebutuhan hidup serta sumber daya kemaritiman yang besar sehingga dapat dijadikan sebagai tempat bekerja. Kabupaten Bulukumba memiliki 12 destinasi wisata bahari yang tersebar di pesisir pantai, salah satunya pantai Apparalang. Pengembangan objek wisata bahari tersebut masih dalam tahap pengembangan sarana serta prasarana wisata dan pengembangan daya tarik wisata. Kabupaten Bulukumba menjadi salah satu potensi Sulawesi Selatan yang menjadi primadona wisata bahari. Namun, keanekaragaman potensi wisata ini belum memiliki konsep, arahan dan strategi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bulukumba sehingga perlu adanya Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu di Kabupaten Bulukumba, khususnya Pantai Apparalang. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi objek wisata dan daya tarik wisata bahari di Pantai Apparalang, Kabupaten Bulukumba untuk mengetahui faktor faktor yang menyebabkan belum maksimalnya perkembangan kawasan wisata bahari di Pantai Apparalang. Analisis yang digunakan meliputi analisis deksriptif, dan analisis SWOT. Banyaknya kekayaan alam yang kita miliki dibutuhkan strategi professional dalam pengelolaannya.

Collaboration network of the authors

25 authors · 45 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode DzakirUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Al Tafakur La OdeUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Hariono HarionoUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Haerul PurnamaUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Irawaty IrawatyUniversitas Halu Oleo1
Arsidik AsuruAffiliation unknown1
Rosmawaty RosmawatyAffiliation unknown1
Anas NikoyanUniversitas Halu Oleo1
Neviaty p. ZamaniAffiliation unknown1
Lalang LalangAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
La Oode Amrul HasanAffiliation unknown1
Albida Rante TasakAffiliation unknown1
Popi Ida AyerAffiliation unknown1
Tien Nova I. YenusiAffiliation unknown1
Marten I. SembaiAffiliation unknown1
Sulaiman AliAffiliation unknown1
Syurkarni AliAffiliation unknown1
Delly SyahputraAffiliation unknown1
Samuel Budi DefriantoAffiliation unknown1
Sabaruddin RahmanAffiliation unknown1
Hasdinar UmarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS PENGEMBANGAN WISATA BAHARI PANTAI APPARALANG DI BULUKUMBA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">ANALISIS PENGEMBANGAN WISATA BAHARI PANTAI APPARALANG DI BULUKUMBA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Riska, Riska</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadani, Fitria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Purwasih, Ratih</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Riska, Riska</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ramadani, Fitria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Purwasih, Ratih</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Pariwisata adalah salah satu sektor pembangunan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, maka pariwisata dianggap sebagai suatu aset yang strategis untuk mendorong pembangunan pada wilayah wilayah tertentu yang mempunyai potensi objek wisata dengan perkembangan industri pariwisata di suatu wilayah, arus urbanisasi ke kota kota besar dapat lebih ditekan. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi pariwisata yang luas sebagai sumber kebutuhan hidup serta sumber daya kemaritiman yang besar sehingga dapat dijadikan sebagai tempat bekerja. Kabupaten Bulukumba memiliki 12 destinasi wisata bahari yang tersebar di pesisir pantai, salah satunya pantai Apparalang. Pengembangan objek wisata bahari tersebut masih dalam tahap pengembangan sarana serta prasarana wisata dan pengembangan daya tarik wisata. Kabupaten Bulukumba menjadi salah satu potensi Sulawesi Selatan yang menjadi primadona wisata bahari. Namun, keanekaragaman potensi wisata ini belum memiliki konsep, arahan dan strategi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bulukumba sehingga perlu adanya Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu di Kabupaten Bulukumba, khususnya Pantai Apparalang. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi objek wisata dan daya tarik wisata bahari di Pantai Apparalang, Kabupaten Bulukumba untuk mengetahui faktor faktor yang menyebabkan belum maksimalnya perkembangan kawasan wisata bahari di Pantai Apparalang. Analisis yang digunakan meliputi analisis deksriptif, dan analisis SWOT. Banyaknya kekayaan alam yang kita miliki dibutuhkan strategi professional dalam pengelolaannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/13247</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/sensistek.v3i1.13247</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 3, Number 1, Year 2020 Edition; 87-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020; 87-91</dc:source>
	<dc:source>2988-2559</dc:source>
	<dc:source>2623-1506</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/13247/10691</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
</oai_dc:dc>