Open access Jurnal SINTA 2
Perancangan Framework Tata Kelola Data Sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Informasi Penyuluhan di Sektor Kelautan dan Perikanan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 13 No. 3 (2026) · pp. 783–792
- ISSN
- 2528-6579, 2355-7699
- Published
- 2026-07-01
- Publisher
- Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
- Language
- id
Abstract
Bahasa Indonesia
Tata kelola data yang efektif menjadi fondasi utama dalam menjamin kualitas informasi, terutama di sektor kelautan dan perikanan yang memiliki distribusi aktor dan operasi secara geografis luas. Ketersediaan data yang akurat, dapat dilacak, dan relevan sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, khususnya dalam kegiatan penyuluhan yang membina lebih dari 48.000 kelompok di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan merancang Data Governance Framework penyuluhan di sektor kelautan dan perikanan guna meningkatkan kualitas data penyuluhan. Pendekatan yang digunakan adalah Design and Development Research (DDR), dengan landasan pada prinsip tata kelola data oleh Ladley serta model evaluasi kapabilitas organisasi Capability Maturity Model Integration (CMMI). Framework yang dikembangkan mencakup struktur peran formal (Data Owner, Data Steward, Data Custodian), kebijakan akses berbasis peran, validasi data, manajemen metadata, serta glosarium untuk menjamin konsistensi dan keterlacakan data. Selain itu, penelitian ini menghasilkan Minimum Sustainable Operating Model (MSOM) sebagai strategi implementasi bertahap yang realistis di tengah keterbatasan sumber daya organisasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa framework ini tidak hanya konsisten dengan literatur dan prinsip tata kelola data publik, tetapi juga relevan dengan regulasi nasional seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Framework ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi, efisiensi, dan akuntabilitas data penyuluhan, sekaligus memperkuat pengambilan keputusan strategis berbasis data di sektor publik. Abstract Effective data governance is a fundamental foundation for ensuring information quality, particularly in the marine and fisheries sector, which involves geographically dispersed actors and operations. The availability of accurate, traceable, and relevant data is essential to support evidence-based decision-making, especially in extension activities that serve over 48,000 community groups across Indonesia. This study aims to design a Data Governance Framework for extension services in the marine and fisheries sector to improve data quality. The research adopts a Design and Development Research (DDR) approach, grounded in Ladley’s data governance principles and the Capability Maturity Model Integration (CMMI) for evaluating organizational capabilities. The proposed framework includes formal role structures (Data Owner, Data Steward, Data Custodian), role-based access policies, data validation mechanisms, metadata management, and a glossary to ensure data consistency and traceability. Additionally, the study introduces a Minimum Sustainable Operating Model (MSOM) as a phased implementation strategy, suitable for organizations with limited resources. Validation results indicate that the framework aligns with existing literature and public data governance principles, while also complying with national regulations such as the Personal Data Protection Law. This framework is expected to enhance the accuracy, efficiency, and accountability of extension data, while strengthening strategic data-driven decision-making in the public sector.
English
Tata kelola data yang efektif menjadi fondasi utama dalam menjamin kualitas informasi, terutama di sektor kelautan dan perikanan yang memiliki distribusi aktor dan operasi secara geografis luas. Ketersediaan data yang akurat, dapat dilacak, dan relevan sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, khususnya dalam kegiatan penyuluhan yang membina lebih dari 48.000 kelompok di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan merancang Data Governance Framework penyuluhan di sektor kelautan dan perikanan guna meningkatkan kualitas data penyuluhan. Pendekatan yang digunakan adalah Design and Development Research (DDR), dengan landasan pada prinsip tata kelola data oleh Ladley serta model evaluasi kapabilitas organisasi Capability Maturity Model Integration (CMMI). Framework yang dikembangkan mencakup struktur peran formal (Data Owner, Data Steward, Data Custodian), kebijakan akses berbasis peran, validasi data, manajemen metadata, serta glosarium untuk menjamin konsistensi dan keterlacakan data. Selain itu, penelitian ini menghasilkan Minimum Sustainable Operating Model (MSOM) sebagai strategi implementasi bertahap yang realistis di tengah keterbatasan sumber daya organisasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa framework ini tidak hanya konsisten dengan literatur dan prinsip tata kelola data publik, tetapi juga relevan dengan regulasi nasional seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Framework ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi, efisiensi, dan akuntabilitas data penyuluhan, sekaligus memperkuat pengambilan keputusan strategis berbasis data di sektor publik. Abstract Effective data governance is a fundamental foundation for ensuring information quality, particularly in the marine and fisheries sector, which involves geographically dispersed actors and operations. The availability of accurate, traceable, and relevant data is essential to support evidence-based decision-making, especially in extension activities that serve over 48,000 community groups across Indonesia. This study aims to design a Data Governance Framework for extension services in the marine and fisheries sector to improve data quality. The research adopts a Design and Development Research (DDR) approach, grounded in Ladley’s data governance principles and the Capability Maturity Model Integration (CMMI) for evaluating organizational capabilities. The proposed framework includes formal role structures (Data Owner, Data Steward, Data Custodian), role-based access policies, data validation mechanisms, metadata management, and a glossary to ensure data consistency and traceability. Additionally, the study introduces a Minimum Sustainable Operating Model (MSOM) as a phased implementation strategy, suitable for organizations with limited resources. Validation results indicate that the framework aligns with existing literature and public data governance principles, while also complying with national regulations such as the Personal Data Protection Law. This framework is expected to enhance the accuracy, efficiency, and accountability of extension data, while strengthening strategic data-driven decision-making in the public sector.
Keywords
Collaboration network of the authors
22 authors · 38 co-authorship links · 12 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Bandung Institute of Technology
- Universitas Airlangga
- Universitas Mikroskil
- Telkom University
- Universitas Teknologi Bandung
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nur Ulfa Maulidevi | Bandung Institute of Technology | 2 |
| Olivia Olivia | Bandung Institute of Technology | 2 |
| Mohammad Ridwan Effendi | Bandung Institute of Technology | 1 |
| Muhammad Shalahuddin | Universitas Teknologi Bandung | 1 |
| Wikan Danar Sunindyo | Bandung Institute of Technology | 1 |
| Eva Hariyanti | Universitas Airlangga | 1 |
| Indah Werdiningsih | Universitas Airlangga | 1 |
| Roni Yunis | Universitas Mikroskil | 1 |
| Erwin Setiawan Panjaitan | Universitas Mikroskil | 1 |
| Yudi Setiawan | Bandung Institute of Technology | 1 |
| Erwin Budi Setiawan | Bandung Institute of Technology | 1 |
| Dwi Hendratmo Widyantoro | Bandung Institute of Technology | 1 |
| Heru Nugroho | Bandung Institute of Technology | 1 |
| Sugondo Hadiyoso | Telkom University | 1 |
| Tati Latifah Erawati Rajab | Bandung Institute of Technology | 1 |
| Rita Rismala | Telkom University | 1 |
| Daffa Maulana Hibban | Bandung Institute of Technology | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.