Jurnal
ANALISIS MENGENAI SANITASI DAN KESADARAN MASYARAKAT MENGENAI PENGELOLAAN SAMPAH DI DERMAGA KAYU BANGKOA
SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2019) · pp. 152–157
- ISSN
- 2988-2559, 2623-1506
- Published
- 2019-10-01
- Publisher
- Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
- Language
- id
Abstract
Dermaga sebagai sarana publik yang berfungsi sebagai pusat aktivitas penghubung antar pulau, digunakan untuk merapat dan menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan menaik-turunkan penumpang. Sanitasi Lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebagainya. Sanitasi lingkungan ditujukan untuk memenuhi persyaratan lingkungan yang sehat dan nyaman. Upaya sanitasi dasar meliputi sarana pembuangan kotoran manusia, sarana pembuangan sampah, saluran pembuangan air limbah, dan penyediaan air bersih. Dalam perencanaan dermaga ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dikarenakan dermaga juga dapat menjadi ancaman global terhadap kesehatan masyarakat. Jadi untuk mencapai dermaga yang layak digunakan, maka perlu diperhatikan sanitasi di dermaga tersebut. Dermaga Kayu Bangkoa yang terletak di Bulo Gading Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, sebagai sarana publik dermaga ini memiliki sanitasi yang buruk terlihat dari sampah yang menumpuk di bibir pantai dan saluran pembuangan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke laut serta hotel dan rumah makan disekitarnya menyebabkan keadaan air laut didaerah tersebut tercemar. Penelitian ini memberikan gambaran tentang seberapa penting kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan kebersihan di dermaga tersebut, seperti tercantum pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Untuk itu diperlukan sosialisasi pemahaman mengenai pengelolaan sampah, dengan begitu maka akan tercipta dermaga yang layak dan nyaman baik bagi masyarakat sekitar maupun para penumpang yang menggunakannya.
Keywords
Collaboration network of the authors
36 authors · 90 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Hasanuddin University
- Universitas Halu Oleo
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Chairul Paotonan | Affiliation unknown | 5 |
| Firman Husain | Affiliation unknown | 3 |
| Riswal Karamma | Hasanuddin University | 2 |
| Habibi Palippui | Affiliation unknown | 2 |
| Hasdinar Umar | Affiliation unknown | 2 |
| Achmad Yasir Baeda | Affiliation unknown | 2 |
| Nur Rachmi | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Ayyub | Affiliation unknown | 1 |
| Suyono Suyono | Affiliation unknown | 1 |
| Jessica Indah Pricilla | Affiliation unknown | 1 |
| Sabaruddin Rahman | Affiliation unknown | 1 |
| Nurwani Sarah | Affiliation unknown | 1 |
| Hasnidar Hasnidar | Affiliation unknown | 1 |
| Achmad Yasir Baedah | Affiliation unknown | 1 |
| Nenny Karim | Affiliation unknown | 1 |
| Asrif Almunawir | Affiliation unknown | 1 |
| Asripa Asripa | Affiliation unknown | 1 |
| Edianto Edianto | Affiliation unknown | 1 |
| Fitriyanti Fitriyanti | Affiliation unknown | 1 |
| Putri Sriwahyuni Kasba | Affiliation unknown | 1 |
| Reskiyanti Cugu | Affiliation unknown | 1 |
| ZULFIKAR ZULFIKAR | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Tri Utari | Affiliation unknown | 1 |
| Mu’minatung Nisa | Affiliation unknown | 1 |
| Arham Azis | Affiliation unknown | 1 |
| Arisandi Arisandi | Affiliation unknown | 1 |
| Taufiqur Rachman | Affiliation unknown | 1 |
| Jumadi Jumadi | Affiliation unknown | 1 |
| Nurjurana Jusman | Affiliation unknown | 1 |
| Citra Sugeng | Affiliation unknown | 1 |
| Rosa Damayanti | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.