Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN PADA MOORING BUOY DIPERTAMINA FUEL TERMINAL LUWUK

SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume (2022) · pp. 33–37

DOI
10.62012/sensistek.v5i1.19386
ISSN
2988-2559, 2623-1506
Published
2022-06-22
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

Mooring buoy merupakan salah satu struktur apung yang digunakan untuk menambatkan kapal(vessel) baik kapal pariwisata, kapal nelayan, kapal kargo hingga kapal kapal pribadi pada saat berada di perairan laut dalam ataupun perairan laut dangkal. Buoy ini ditambatkan ke dasar laut dengan menggunakan rantai atau tali yang dikenal dengan mooring. Mooring ini memiliki tiga tipe tergantung dari bahan yang digunakan mooring tersebut yaitu, mooring dengan menggunakan rantai, mooring yang menggunakan tali, dan mooring yang menggunakan kombinasi kedua bahan yaitu rantai dan tali. Kerusakan yang sering terjadi secara umum pada mooring buoy adalah kerusakan peralatan, kerusakan akibat proses penambatan dan korosi.Namun, dari beberapa kerusakan yang sering terjadi pada mooring buoy, kerusakan yang sangat sulit terhindarkan yaitu korosi. Korosi adalah kerusakan karena sifat logam dengan proses elektrokimia yang biasanya berjalan lebih lambat. Contohnya adalah korosi oksida pada logam besi dengan pembentukan karat.Dalam penanganan kerusakan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Salah satu metode perbaikannya yaitu dengan sistem proteksi katodik.

Keywords

Collaboration network of the authors

3 authors · 2 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Firdaus Bin YusupAffiliation unknown1
Muhammad RiyadhAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">ANALISIS PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN PADA MOORING BUOY DIPERTAMINA FUEL TERMINAL LUWUK</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syaifullah, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Syaifullah, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kata kunci : MooringBuoy, Kerusakan, Korosi, Perbaikan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Mooring buoy merupakan salah satu struktur apung yang digunakan untuk menambatkan kapal(vessel) baik kapal pariwisata, kapal nelayan, kapal kargo hingga kapal kapal pribadi pada saat berada di perairan laut dalam ataupun perairan laut dangkal. Buoy ini ditambatkan ke dasar laut dengan menggunakan rantai atau tali yang dikenal dengan mooring. Mooring ini memiliki tiga tipe tergantung dari bahan yang digunakan mooring tersebut yaitu, mooring dengan menggunakan rantai, mooring yang menggunakan tali, dan mooring yang menggunakan kombinasi kedua bahan yaitu rantai dan tali. Kerusakan yang sering terjadi secara umum pada mooring buoy adalah kerusakan peralatan, kerusakan akibat proses penambatan dan korosi.Namun, dari beberapa kerusakan yang sering terjadi pada mooring buoy, kerusakan yang sangat sulit terhindarkan yaitu korosi. Korosi adalah kerusakan karena sifat logam dengan proses elektrokimia yang biasanya berjalan lebih lambat. Contohnya adalah korosi oksida pada logam besi dengan pembentukan karat.Dalam penanganan kerusakan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Salah satu metode perbaikannya yaitu dengan sistem proteksi katodik.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/19386</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/sensistek.v5i1.19386</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 5, Number 1, Year 2022 Edition; 33-37</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 5, Nomor 1, Tahun 2022; 33-37</dc:source>
	<dc:source>2988-2559</dc:source>
	<dc:source>2623-1506</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/19386/10716</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
</oai_dc:dc>