Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

EXPERIMENTAL STUDY OF THE EFFECT OF LENGTH OF HANGING BREAKWATER STRUCTURE ON WAVE TRANSMISSION

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PANJANG STRUKTUR HANGING BREAKWATER TERHADAP TRANSMISI GELOMBANG

SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. mor (2022) · pp. 90–94

DOI
10.62012/sensistek.v5i2.24235
ISSN
2988-2559, 2623-1506
Published
2022-11-26
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

English

Breakwaters are highly effective breakwater constructions that can be used to protect harbor waters by interrupting wave energy coming from the deep sea. Widely used breakwaters today are of the pile type, both natural and artificial. The drawback of rock breakwaters is that they are large in size and therefore very expensive to issue. Therefore, a new type of breakwater is needed that is smaller in size and cheaper to build. One solution that can be applied is a suspended breakwater. The purpose of this study is to determine the effect of wave parameters on the coefficient of wave transmission through a suspended breakwater. The research was conducted at the Marine Technology Research Laboratory, Hasanuddin University. The parameters in this study were carried out with 5 variations of wave height, 5 variations of wave period (T), and 3 variations of model length (L). From the results of the research we have done, it can be concluded that the value of the transmission coefficient (Kt) is inversely proportional to the steepness of the wave (Hi/L). Figure 3 shows that when compared between model variations (L1 = 40 cm; L2 = 50 cm; and L3 = 60 cm) with depth conditions (d = 70 cm) and with period variations (T 1; T 1.2; T 1.5; T 1.8 and T2 s), it can be seen that the Kt value is lower in the third model variation, L3 = 60 cm with a value of 0.095 < Kt < 0.53.

Bahasa Indonesia

Pemecah gelombang merupakan konstruksi pemecah gelombang yang sangat efektif yang dapat digunakan untuk melindungi perairan pelabuhan karena dapat mengganggu energi gelombang yang berasal dari laut dalam. Pemecah gelombang yang banyak digunakan saat ini adalah jenis tiang pancang, baik alami maupun buatan. Kelemahan pemecah gelombang batuan adalah ukurannya yang besar dan oleh karena itu sangat mahal untuk diterbitkan. Oleh karena itu, diperlukan pemecah gelombang jenis baru yang ukurannya lebih kecil dan biaya pembangunannya lebih murah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemecah gelombang tersuspensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parameter gelombang terhadap koefisien transmisi gelombang melalui hanging breakwater. Penelitian dilakukan di Laboratorium Riset Teknologi Kelautan Universitas Hasanuddin. Parameter dalam penelitian ini dilakukan dengan 5 variasi tinggi gelombang, 5 variasi periode gelombang (T), dan 3 variasi panjang model (L). Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien transmisi (Kt) berbanding terbalik dengan kecuraman gelombang (Hi/L). Dari gambar 3 menunjukkan bahwa apabila dibandingkan antara variasi model (L1 = 40 cm; L2 = 50 cm; dan L3 = 60 cm) dengan kondisi kedalaman (d = 70 cm) dan dengan variasi periode (T 1; T 1,2; T 1,5; T 1,8 dan T2 dtk) maka dapat dilihat bahwa nilai Kt condong lebih rendah pada variasi model ke tiga yaitu L3 = 60 cm dengan nilai 0,095 < Kt < 0,530 dan L2 = 0,108 < Kt < 0,608 serta L1 = 0,163 < Kt < 0,584. Hal ini menunjukkan bahwa Pemecah Gelombang tipe hanging breakwater lebih efektif jika semakin lebar model uji yang diberikan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 111 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Hasanuddin University
  • Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Taufiqur RachmanAffiliation unknown23
Hasdinar UmarAffiliation unknown10
Achmad Yasir BaedaAffiliation unknown8
Ashury AshuryAffiliation unknown4
Dwi AgusdiansyahAffiliation unknown4
Nur AzisahAffiliation unknown3
Teguh PairunanAffiliation unknown3
Ahmad Azwar Mas'ud MAffiliation unknown3
Tri UtariAffiliation unknown2
Muhammad AsdarAffiliation unknown2
Putri Sriwahyuni KasbaAffiliation unknown2
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo2
Mu’minatung NisaAffiliation unknown2
Fuad Mahfud AssidiqAffiliation unknown2
Taufiqurrahman TaufiqurrahmanAffiliation unknown2
Ilham AlkhaerAffiliation unknown2
Teguh Pairunan PutraAffiliation unknown2
Novrian Yosua TimangAffiliation unknown2
Nur RachmiAffiliation unknown2
Muhammad AksarAffiliation unknown2
Muhammad Arsyad ThahaAffiliation unknown2
Wasir SamadAffiliation unknown2
Alif Hidayat KasimAffiliation unknown2
Adriani PhadyAffiliation unknown1
Arsil ArsilAffiliation unknown1
Sugianto SugiantoUniversitas Nahdlatul Ulama Blitar1
Riswal KarammaHasanuddin University1
Rita Tahir LopaAffiliation unknown1
Yuliani SulemanAffiliation unknown1
Reskiyanti ReskiyantiAffiliation unknown1
Wahyuni HasanAffiliation unknown1
Wahyu Sakinah KasimAffiliation unknown1
Ahmad Yasir BaedahAffiliation unknown1
Nurwani SarahAffiliation unknown1
Irma HandayaniUniversitas Teknologi Yogyakarta1
Riska DamayantAffiliation unknown1
Royh Savhanta TonapaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EXPERIMENTAL STUDY OF THE EFFECT OF LENGTH OF HANGING BREAKWATER STRUCTURE ON WAVE TRANSMISSION </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PANJANG STRUKTUR HANGING BREAKWATER TERHADAP TRANSMISI GELOMBANG </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mulyawan, Deni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mulyawan, Deni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rahman, Sabaruddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kata Kunci: Gelombang, Hanging Breakwater, Koefisien Transmisi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Breakwaters are highly effective breakwater constructions that can be used to protect harbor waters by interrupting wave energy coming from the deep sea. Widely used breakwaters today are of the pile type, both natural and artificial. The drawback of rock breakwaters is that they are large in size and therefore very expensive to issue. Therefore, a new type of breakwater is needed that is smaller in size and cheaper to build. One solution that can be applied is a suspended breakwater. The purpose of this study is to determine the effect of wave parameters on the coefficient of wave transmission through a suspended breakwater. The research was conducted at the Marine Technology Research Laboratory, Hasanuddin University. The parameters in this study were carried out with 5 variations of wave height, 5 variations of wave period (T), and 3 variations of model length (L). From the results of the research we have done, it can be concluded that the value of the transmission coefficient (Kt) is inversely proportional to the steepness of the wave (Hi/L). Figure 3 shows that when compared between model variations (L1 = 40 cm; L2 = 50 cm; and L3 = 60 cm) with depth conditions (d = 70 cm) and with period variations (T 1; T 1.2; T 1.5; T 1.8 and T2 s), it can be seen that the Kt value is lower in the third model variation, L3 = 60 cm with a value of 0.095 &amp;lt; Kt &amp;lt; 0.53.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pemecah gelombang merupakan konstruksi pemecah gelombang yang sangat efektif yang dapat digunakan untuk melindungi perairan pelabuhan karena dapat mengganggu energi gelombang yang berasal dari laut dalam. Pemecah gelombang yang banyak digunakan saat ini adalah jenis tiang pancang, baik alami maupun buatan. Kelemahan pemecah gelombang batuan adalah ukurannya yang besar dan oleh karena itu sangat mahal untuk diterbitkan. Oleh karena itu, diperlukan pemecah gelombang jenis baru yang ukurannya lebih kecil dan biaya pembangunannya lebih murah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemecah gelombang tersuspensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parameter gelombang terhadap koefisien transmisi gelombang melalui hanging breakwater. Penelitian dilakukan di Laboratorium Riset Teknologi Kelautan Universitas Hasanuddin. Parameter dalam penelitian ini dilakukan dengan 5 variasi tinggi gelombang, 5 variasi periode gelombang (T), dan 3 variasi panjang model (L). Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien transmisi (Kt) berbanding terbalik dengan kecuraman gelombang (Hi/L). Dari gambar 3 menunjukkan bahwa apabila dibandingkan antara variasi model (L1 = 40 cm; L2 = 50 cm; dan L3 = 60 cm) dengan kondisi kedalaman (d = 70 cm) dan dengan variasi periode (T 1; T 1,2; T 1,5; T 1,8 dan T2 dtk) maka dapat dilihat bahwa nilai Kt condong lebih rendah pada variasi model ke tiga yaitu L3 = 60 cm dengan nilai 0,095 &amp;lt; Kt &amp;lt; 0,530 dan L2 = 0,108 &amp;lt; Kt &amp;lt; 0,608 serta L1 = 0,163 &amp;lt; Kt &amp;lt; 0,584 . Hal ini menunjukkan bahwa Pemecah Gelombang tipe hanging breakwater lebih efektif jika semakin lebar model uji yang diberikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/24235</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/sensistek.v5i2.24235</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 5, Nomor 2, Tahun 2022; 90-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 5, Nomor 2, Tahun 2022; 90-94</dc:source>
	<dc:source>2988-2559</dc:source>
	<dc:source>2623-1506</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/24235/10751</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
</oai_dc:dc>