Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

MITIGASI BENCANA ABRASI DAN SEDIMENTASI PANTAI PADA DI PESISIR PANTAI KABUPATEN PANGKEP

SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. mor (2023) · pp. 56–61

DOI
10.62012/sensistek.v6i1.24250
ISSN
2988-2559, 2623-1506
Published
2023-05-29
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, garis pantai di wilayah Indonesia mengalami penyempitan yang sangat mengkhawatirkan. Salah satu yang dapat diamati yaitu pada pesisir barat Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari beberapa kabupaten pesisir seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare dan Pinrang. Beberapa kawasan pesisir tersebut telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah pesisir Kabupaten Pangkep, dimana faktor alam seperti abrasi dan sedimentasi serta pemanfaatan lahan, khususnya ekosistem pesisir, telah berkontribusi terhadap degradasi ekosistem. hutan mangrove menjadi tambak, pembangunan pelabuhan, tambang dan pemukiman. Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus. Perubahan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan badan pantai (abrasi) dan penambahan badan pantai (sedimentasi atau akresi). Dalam mengamati perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka digunakan teknologi penginderaan jarak jauh atau citra satelit. Mengingat informasi perubahan garis pantai dalam berbagai kajian wilayah pesisir Kepulauan Pangkep sangat penting untuk meminimalkan dampak abrasi pantai dan longsor pantai, maka penggunaan teknik penginderaan jauh banyak dilakukan di wilayah pesisir. Dalam meminimalisir dampak perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka diperlukan adanya kajian mitigasi bencana agar penduduk sekitar pesisir pantai lebih sadar dan peduli akan dampak dari perubahan garis pantai.

Keywords

Collaboration network of the authors

9 authors · 19 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Taufiqur RachmanAffiliation unknown1
Fitrahwati NurAffiliation unknown1
Muh. AkbarUniversitas Muhammadiyah Parepare1
Lista PatiungAffiliation unknown1
Andi Rifqi FauzanAffiliation unknown1
Mubarak FattahAffiliation unknown1
Muhammad FajrinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">MITIGASI BENCANA ABRASI DAN SEDIMENTASI PANTAI PADA DI PESISIR PANTAI KABUPATEN PANGKEP</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suleman , Siti Arifaini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bur, Syakina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suleman , Siti Arifaini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Bur, Syakina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kata kunci: Abrasi, Kabupaten Pangkep, Mitigasi Bencana, Pesisir Pantai, dan Sedimentasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Dalam beberapa dekade terakhir, garis pantai di wilayah Indonesia mengalami penyempitan yang sangat mengkhawatirkan. Salah satu yang dapat diamati yaitu pada pesisir barat Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari beberapa kabupaten pesisir seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare dan Pinrang. Beberapa kawasan pesisir tersebut telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah pesisir Kabupaten Pangkep, dimana faktor alam seperti abrasi dan sedimentasi serta pemanfaatan lahan, khususnya ekosistem pesisir, telah berkontribusi terhadap degradasi ekosistem. hutan mangrove menjadi tambak, pembangunan pelabuhan, tambang dan pemukiman. Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus. Perubahan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan badan pantai (abrasi) dan penambahan badan pantai (sedimentasi atau akresi). Dalam mengamati perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka digunakan teknologi penginderaan jarak jauh atau citra satelit. Mengingat informasi perubahan garis pantai dalam berbagai kajian wilayah pesisir Kepulauan Pangkep sangat penting untuk meminimalkan dampak abrasi pantai dan longsor pantai, &amp;nbsp;maka penggunaan teknik penginderaan jauh banyak dilakukan di wilayah pesisir. Dalam meminimalisir dampak perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka diperlukan adanya kajian mitigasi bencana agar penduduk sekitar pesisir pantai lebih sadar dan peduli akan dampak dari perubahan garis pantai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/24250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/sensistek.v6i1.24250</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023; 56-61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023; 56-61</dc:source>
	<dc:source>2988-2559</dc:source>
	<dc:source>2623-1506</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/24250/10590</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
</oai_dc:dc>