Jurnal
THE ROLE OF GOVERNMENT POLICY IN MANAGING INDONESIA'S MARINE RESOURCES
PERAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGELOLA SUMBER DAYA LAUT INDONESIA
SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. mor (2024) · hlm. 34–40
- ISSN
- 2988-2559, 2623-1506
- Terbit
- 2024-05-31
- Penerbit
- Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
- Bahasa
- id
Abstrak
Inggris
Indonesia is the largest archipelago in the world with a strategic location. Indonesian waters are vast and hold a lot of potential. The sea is one of the natural forms of water in Indonesia, including lakes, swamps and straits. Indonesia's oceans cover an area of about 5.8 million square kilometres with a coastline of 81,00 kilometres, making it the country with the second longest coastline in the world. This research is descriptive and aims to describe the management of Indonesia's marine resources. With the potential of marine resources that are very promising, the sea and coastal waters in general have functions as global water storage, global climate regulators and accommodate various biological communities, land, and sources of livelihood for the community, especially those living around the sea, coastal areas, and some food products from various marine biota. The management of marine resources in Indonesia must be better and more effective because Indonesia has a vision to make Indonesia a global maritime axis, especially a maritime country that is advanced, sovereign, independent, and strong, and has a personality. The government participates in the management of fisheries resources, both financially and non-financially, which aims for the welfare of the Indonesian people.
Bahasa Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia dengan letak yang strategis. Perairan Indonesia sangat luas dan menyimpan banyak potensi. Laut merupakan salah satu bentuk perairan alami yang ada di Indonesia, meliputi danau, rawa dan selat. Luas lautan Indonesia meliputi wilayah seluas 100 hektar. luasnya sekitar 5.8 juta kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 81.00 kilometer, menjadikannya negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Penelitian ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan sumber daya laut Indonesia. Dengan potensi sumber daya kelautan yang sangat menjanjikan, laut dan perairan pesisir secara umum mempunyai fungsi sebagai penyimpan air global, pengatur iklim global dan menampung berbagai komunitas hayati, lahan, dan sumber penghidupan masyarakat, khususnya yang hidup di sekitar laut, pesisir, dan beberapa produk makanan dari berbagai biota laut. Pengelolaan sumber daya kelautan di Indonesia harus lebih baik dan efektif karena Indonesia mempunyai visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim global, khususnya negara maritim yang maju, berdaulat, mandiri, dan kuat, serta berkepribadian. Pemerintahan Partisipasi dalam pengelolaan sumber daya perikanan, baik secara finansial maupun non finansial, yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
13 penulis · 39 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Diponegoro University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Eva Banowati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ayu Wulansari Pramita | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Lina Adi Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Munadi Munadi | Diponegoro University | 1 |
| Nugroho Trisnu Brata | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moh Yasir Alimi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suhadi Suhadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Juhadi Juhadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yuria sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Satya Nugraha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sriyanto Sriyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.