Jurnal
REVIEW OF THE APPLICATION OF MARINE DISASTER MANAGEMENT TECHNOLOGY IN INDONESIA
ULASAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENANGGULANGAN BENCANA LAUT DI INDONESIA
SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. mor (2023) · pp. 246–252
- ISSN
- 2988-2559, 2623-1506
- Published
- 2023-11-23
- Publisher
- Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
- Language
- id
Abstract
English
Indonesia is a country prone to various types of marine disasters, such as tsunamis, earthquakes and volcanic eruptions. To mitigate the impact of these disasters, the development and application of technology in disaster management is very important. This review focuses on the technologies used in marine disaster mitigation in Indonesia. One of the key technologies used in disaster management is the Early Warning System (EWS). An EWS is a system that detects and notifies authorities and communities of an impending disaster, allowing them to take immediate action to minimize its impact. In Indonesia, EWS has been implemented to provide early warning against tsunamis, allowing people to evacuate to safer areas. This technology relies on a network of sensors installed in strategic locations, which monitor seismic activity and transmit real-time data to a central command center for analysis and dissemination of warnings. Another technology that has been utilized in disaster management is remote sensing. Remote sensing uses satellites and other airborne sensors to collect data about the Earth's surface, including ocean conditions and weather patterns. This data is then analyzed to provide information on potential disasters and their impacts. In Indonesia, remote sensing is used to monitor ocean conditions, such as sea surface temperature and wave height, to provide early warning of potential tsunamis, storms or other ocean-related disasters. Keywords: Disaster, Mitigation, Technology
Bahasa Indonesia
Indonesia ialah negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana laut, seperti tsunami, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Untuk memitigasi dampak bencana tersebut, pengembangan dan penerapan teknologi dalam penanggulangan bencana menjadi hal yang sangat penting. Tinjauan ini berfokus pada teknologi yang digunakan dalam mitigasi bencana laut di Indonesia. Salah satu teknologi kunci yang digunakan dalam penanggulangan bencana adalah Early Warning System (EWS). EWS adalah sistem yang mendeteksi dan memberi tahu pihak berwenang dan masyarakat tentang bencana yang akan terjadi, sehingga memungkinkan mereka mengambil tindakan segera untuk meminimalkan dampaknya. Di Indonesia, EWS telah diterapkan untuk memberikan peringatan dini terhadap tsunami, sehingga memungkinkan masyarakat untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Teknologi ini mengandalkan jaringan sensor yang dipasang di lokasi strategis, yang memantau aktivitas seismik dan mengirimkan data real-time ke pusat komando pusat untuk dianalisis dan disebarluaskan peringatan. Teknologi lain yang telah dimanfaatkan dalam penanggulangan bencana adalah penginderaan jauh. Penginderaan jarak jauh menggunakan satelit dan sensor udara lainnya untuk mengumpulkan data tentang permukaan bumi, termasuk kondisi lautan dan pola cuaca. Data ini kemudian dianalisis untuk memberikan informasi potensi bencana dan dampaknya. Di Indonesia, penginderaan jauh digunakan untuk memantau kondisi lautan, seperti suhu permukaan laut dan tinggi gelombang, untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi tsunami, badai, atau bencana terkait laut lainnya.
Keywords
Collaboration network of the authors
7 authors · 16 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nurul Hidayah | Affiliation unknown | 1 |
| Siti Suleman | Affiliation unknown | 1 |
| Andhika Hayyu Pratama | Affiliation unknown | 1 |
| Fabelyn Gandryal Mistipa | Affiliation unknown | 1 |
| Hans Julio Pratama | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.