Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PRE ELIMINARY DESIGN OF LAKKANG FLOATING PIER

PERENCANAAN AWAL DERMAGA APUNG LAKKANG

SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. mor (2024) · pp. 134–143

DOI
10.62012/sensistek.v7i2.41715
ISSN
2988-2559, 2623-1506
Published
2024-11-28
Publisher
Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Language
id

Abstract

English

Lakkang is one of the neighbourhoods located in Tallo Sub-district, Makassar City and is a residential area and tourist destination purpose. Lakkang can be accessed from varius directions, namely from Kera-kera and Tallo. To get to Lakkang, people currently use catamaran boats. In order to support shipping to Lakkang, a pier was built on the island called the Lakkang pier. Lakkang Pier is made of wood. The existing pier at this time during the high tide season with flood discharge the pier is submerged in water, the distance between the pier floor and the low tide elevation is 1.93 m and the condition of the pier construction is not safe for the process of loading and unloading goods and getting on and off passengers. Therefore, a pier design is needed that can overcome these problems. The purpose of this research is to conduct preliminary planning of floating docks in Lakkang. The research starts from collecting secondary data and primary data. Secondary data includes spatial planning documents, social economy and river discharge. While primary data include tides, bathymetry, shipload, and ship data. Furthermore, analysis of all data collected was carried out to determine the dimensions of the floating dock. The planning results obtained the dimensions of the planned pier have a length of 9.2 m, a width of 5.2 m, a height of 0.708 m, and a ladder of 0.115 m.

Bahasa Indonesia

Lakkang adalah salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan merupakan Kawasan pemukiman dan destinasi wisata. Lakkang dapat diakses dari beberapa arah yakni dari Kera-kera dan Tallo. Untuk menuju Lakkang, saat ini Masyarakat menggunakan kapal katamaran. Dalam rangka menunjang pelayaran menuju Lakkang maka dibangun dermaga di pulau tersebut yang dinamakan dermaga lakkang. Dermaga Lakkang yang terbuat dari kayu. Dermaga eksisting saat ini pada saat musim air pasang bersamaan debit banjir dermaga terendam air, jarak antara lantai dermaga dan elevasi muka air surut setinggi 1,93 m dan kondisi konstruksi dermaga yang tidak aman untuk proses bongkar muat barang dan naik turun penumpang. Oleh sebab itu dibutuhkan desain dermaga yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perencanaan awal dermaga terapung di Lakkang. Penelitian dimulai dari pengumpulan data sekunder dan data primer. Data sekunder meliputi dokumen perencanaan ruang, social ekonomi dan debit sungai. Sedangkan data primer meliputi pasang surut, batimetri, muatan kapal, dan data kapal. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap semua data yang dikumpulkan untuk menentukan dimensi dermaga apung. Hasil perencanaan didapatkan dimensi dermaga yang direncanakan memeiliki panjang 9,2 m, lebar 5,2 m, tinggi 0,708 m, dan sarat 0,115 m.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 95 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Taufiqur RachmanAffiliation unknown21
Sabaruddin RahmanAffiliation unknown8
Hasdinar UmarAffiliation unknown5
Ashury AshuryAffiliation unknown4
Achmad Yasir BaedaAffiliation unknown3
Nur AzisahAffiliation unknown3
Tri UtariAffiliation unknown2
Risal RisalAffiliation unknown2
Juswan SadeAffiliation unknown2
Ahmad Azwar Mas'ud MAffiliation unknown2
Muhammad AsdarAffiliation unknown2
Putri Sriwahyuni KasbaAffiliation unknown2
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo2
Mu’minatung NisaAffiliation unknown2
Dwi AgusdiansyahAffiliation unknown2
Muh. Asyhari RamadhanAffiliation unknown2
Taufiqurrahman TaufiqurrahmanAffiliation unknown1
Ilham AlkhaerAffiliation unknown1
Teguh Pairunan PutraAffiliation unknown1
Adriani PhadyAffiliation unknown1
Mohammed Hussein Ba NagaAffiliation unknown1
Muhammad Rakin FirasAffiliation unknown1
Arsil ArsilAffiliation unknown1
Galy RakaziwiAffiliation unknown1
Nurhikma NurhikmaAffiliation unknown1
Nur IndahAffiliation unknown1
Muhammad Alkhan Dwiki AbadiAffiliation unknown1
Muhammad AksarAffiliation unknown1
Muhammad Arsyad ThahaAffiliation unknown1
Wasir SamadAffiliation unknown1
Sugianto SugiantoUniversitas Nahdlatul Ulama Blitar1
Riswal KarammaHasanuddin University1
Rita Tahir LopaAffiliation unknown1
Dimas FitrawanAffiliation unknown1
Ahmad Faiq Dhiyaulhaq KaryaAffiliation unknown1
Yuliani SulemanAffiliation unknown1
Reskiyanti ReskiyantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PRE ELIMINARY DESIGN OF LAKKANG FLOATING PIER</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">PERENCANAAN AWAL DERMAGA APUNG LAKKANG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">M Nur, Fahrul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Assidiq, Fuad Mahfud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">M Nur, Fahrul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paotonan, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Assidiq, Fuad Mahfud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Beban konstruksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Dermaga apung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Dimensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Lakkang </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Construction load,, Dimension, Floating dock, Lakkang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Lakkang is one of the neighbourhoods located in Tallo Sub-district, Makassar City and is a residential area and tourist destination purpose. Lakkang can be accessed from varius directions, namely from Kera-kera and Tallo. To get to Lakkang, people currently use catamaran boats. In order to support shipping to Lakkang, a pier was built on the island called the Lakkang pier. Lakkang Pier is made of wood. The existing pier at this time during the high tide season with flood discharge the pier is submerged in water, the distance between the pier floor and the low tide elevation is 1.93 m and the condition of the pier construction is not safe for the process of loading and unloading goods and getting on and off passengers. Therefore, a pier design is needed that can overcome these problems. The purpose of this research is to conduct preliminary planning of floating docks in Lakkang. The research starts from collecting secondary data and primary data. Secondary data includes spatial planning documents, social economy and river discharge. While primary data include tides, bathymetry, shipload, and ship data. Furthermore, analysis of all data collected was carried out to determine the dimensions of the floating dock. The planning results obtained the dimensions of the planned pier have a length of 9.2 m, a width of 5.2 m, a height of 0.708 m, and a ladder of 0.115 m.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Lakkang adalah salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Tallo, Kota Makassar dan merupakan Kawasan pemukiman dan destinasi wisata. Lakkang dapat diakses dari beberapa arah yakni dari Kera-kera dan Tallo. Untuk menuju Lakkang, saat ini Masyarakat menggunakan kapal katamaran. Dalam rangka menunjang pelayaran menuju Lakkang maka dibangun dermaga di pulau tersebut yang dinamakan dermaga lakkang. Dermaga Lakkang yang terbuat dari kayu. Dermaga eksisting saat ini pada saat musim air pasang bersamaan debit banjir dermaga terendam air, jarak antara lantai dermaga dan elevasi muka air surut setinggi 1,93 m dan kondisi konstruksi dermaga yang tidak aman untuk proses bongkar muat barang dan naik turun penumpang. Oleh sebab itu dibutuhkan desain dermaga yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perencanaan awal dermaga terapung di Lakkang. Penelitian dimulai dari pengumpulan data sekunder dan data primer. Data sekunder meliputi dokumen perencanaan ruang, social ekonomi dan debit sungai. Sedangkan data primer meliputi pasang surut, batimetri, muatan kapal, dan data kapal. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap semua data yang dikumpulkan untuk menentukan dimensi dermaga apung. Hasil perencanaan didapatkan dimensi dermaga yang direncanakan memeiliki panjang 9,2 m, lebar 5,2 m, tinggi 0,708 m, dan sarat 0,115 m.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/41715</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.62012/sensistek.v7i2.41715</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 7, Nomor 2, Tahun 2024; 134-143</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Riset Sains dan Teknologi Kelautan; Volume 7, Nomor 2, Tahun 2024; 134-143</dc:source>
	<dc:source>2988-2559</dc:source>
	<dc:source>2623-1506</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/41715/12190</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan</dc:rights>
</oai_dc:dc>