Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal SINTA 2

Integrasi Clustering Dan Boosting untuk Membangun Model Prediktif Diagnosis Penyakit Kardiovaskular

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 13 No. 3 (2026) · hlm. 735–744

DOI
10.25126/jtiik.2026133
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Terbit
2026-06-30
Penerbit
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Bahasa
id
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstrak

Bahasa Indonesia

Penyakit kardiovaskular (CVD) terus menjadi penyebab utama kematian dalam skala global, menyumbang lebih dari 70% kematian di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian, metode konvensional kerap mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola kompleks dalam data medis berukuran besar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menawarkan pendekatan kombinatif berbasis machine learning yang mengintegrasikan teknik unsupervised learning seperti k-modes clustering dengan algoritma supervised learning berbasis boosting, seperti Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), dan Category Boost (CatBoost). Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada penggunaan segmentasi data melalui clustering sebelum proses klasifikasi, yang bertujuan meningkatkan akurasi dan ketahanan model terhadap kompleksitas data medis. Dataset yang digunakan berasal dari Kaggle dengan total 70.000 data pasien. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma LightGBM mengungguli algoritma lainnya, mencapai akurasi 91,49%, diikuti oleh CatBoost dan XGBoost. Sementara itu, AdaBoost menunjukkan kinerja terendah. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan kinerja prediksi dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya yang hanya menggunakan metode klasifikasi tunggal. Dengan demikian, integrasi clustering dan boosting terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendeteksi CVD secara dini dan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam sistem pendukung keputusan klinis yang efisien dan akurat. Abstract Cardiovascular disease (CVD) continues to be the top cause of fatality on a global scale, accounting for more than 70% of mortality worldwide. Early detection is crucial to reduce the risk of complications and death, but conventional methods often have difficulty identifying complex patterns in large medical data. To mitigate this issue, the current research offers a machine learning-based combinative approach that integrates unsupervised learning techniques such as k-modes clustering with boosting-based supervised classification algorithms, such as Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), and Category Boost (CatBoost). The core value of this research stems from its utilization of data segmentation through clustering before the classification process, which aims to refine the dependability and correctness of the model to the complexity of medical data. The dataset used comes from Kaggle with a total of 70,000 patient data. Evaluation findings demonstrate that the LightGBM algorithm outperforms others, achieving 91.49% accuracy, followed by CatBoost and XGBoost. Meanwhile, AdaBoost showed the lowest performance. This approach significantly improved the prediction performance compared to previous approaches that only used a single classification method. Thus, the integration of clustering and boosting proved to be an effective strategy in detecting CVD early and has great potential to be implemented in an efficient and accurate clinical decision support system.

Inggris

Penyakit kardiovaskular (CVD) terus menjadi penyebab utama kematian dalam skala global, menyumbang lebih dari 70% kematian di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian, metode konvensional kerap mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola kompleks dalam data medis berukuran besar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menawarkan pendekatan kombinatif berbasis machine learning yang mengintegrasikan teknik unsupervised learning seperti k-modes clustering dengan algoritma supervised learning berbasis boosting, seperti Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), dan Category Boost (CatBoost). Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada penggunaan segmentasi data melalui clustering sebelum proses klasifikasi, yang bertujuan meningkatkan akurasi dan ketahanan model terhadap kompleksitas data medis. Dataset yang digunakan berasal dari Kaggle dengan total 70.000 data pasien. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma LightGBM mengungguli algoritma lainnya, mencapai akurasi 91,49%, diikuti oleh CatBoost dan XGBoost. Sementara itu, AdaBoost menunjukkan kinerja terendah. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan kinerja prediksi dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya yang hanya menggunakan metode klasifikasi tunggal. Dengan demikian, integrasi clustering dan boosting terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendeteksi CVD secara dini dan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam sistem pendukung keputusan klinis yang efisien dan akurat. Abstract Cardiovascular disease (CVD) continues to be the top cause of fatality on a global scale, accounting for more than 70% of mortality worldwide. Early detection is crucial to reduce the risk of complications and death, but conventional methods often have difficulty identifying complex patterns in large medical data. To mitigate this issue, the current research offers a machine learning-based combinative approach that integrates unsupervised learning techniques such as k-modes clustering with boosting-based supervised classification algorithms, such as Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), and Category Boost (CatBoost). The core value of this research stems from its utilization of data segmentation through clustering before the classification process, which aims to refine the dependability and correctness of the model to the complexity of medical data. The dataset used comes from Kaggle with a total of 70,000 patient data. Evaluation findings demonstrate that the LightGBM algorithm outperforms others, achieving 91.49% accuracy, followed by CatBoost and XGBoost. Meanwhile, AdaBoost showed the lowest performance. This approach significantly improved the prediction performance compared to previous approaches that only used a single classification method. Thus, the integration of clustering and boosting proved to be an effective strategy in detecting CVD early and has great potential to be implemented in an efficient and accurate clinical decision support system.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

9 penulis · 18 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fransiskus Panca JuniawanInstitut Sains dan Bisnis Atma Luhur2
Dwi Yuny SylfaniaInstitut Sains dan Bisnis Atma Luhur2
Achmad SlametAfiliasi tidak diketahui1
Kustiono KustionoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, pertama di-harvest 27 Okt 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Integrasi Clustering Dan Boosting untuk Membangun Model Prediktif Diagnosis Penyakit Kardiovaskular</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Integrasi Clustering Dan Boosting untuk Membangun Model Prediktif Diagnosis Penyakit Kardiovaskular</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Isnanto, Burham </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Panca Juniawan, Fransiskus </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Yuny Sylfania, Dwi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hulvi, Alfajri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Juwariyah, Siti </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Isnanto, Burham </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Panca Juniawan, Fransiskus </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yuny Sylfania, Dwi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hulvi, Alfajri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Juwariyah, Siti </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">penyakit kardiovaskular</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">unsupervised learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">clustering</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">supervised learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">boosting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penyakit kardiovaskular (CVD) terus menjadi penyebab utama kematian dalam skala global, menyumbang lebih dari 70% kematian di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian, metode konvensional kerap mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola kompleks dalam data medis berukuran besar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menawarkan pendekatan kombinatif berbasis machine learning yang mengintegrasikan teknik unsupervised learning seperti k-modes clustering dengan algoritma supervised learning berbasis boosting, seperti Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), dan Category Boost (CatBoost). Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada penggunaan segmentasi data melalui clustering sebelum proses klasifikasi, yang bertujuan meningkatkan akurasi dan ketahanan model terhadap kompleksitas data medis. Dataset yang digunakan berasal dari Kaggle dengan total 70.000 data pasien. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma LightGBM mengungguli algoritma lainnya, mencapai akurasi 91,49%, diikuti oleh CatBoost dan XGBoost. Sementara itu, AdaBoost menunjukkan kinerja terendah. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan kinerja prediksi dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya yang hanya menggunakan metode klasifikasi tunggal. Dengan demikian, integrasi clustering dan boosting terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendeteksi CVD secara dini dan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam sistem pendukung keputusan klinis yang efisien dan akurat.
 
Abstract
Cardiovascular disease (CVD) continues to be the top cause of fatality on a global scale, accounting for more than 70% of mortality worldwide. Early detection is crucial to reduce the risk of complications and death, but conventional methods often have difficulty identifying complex patterns in large medical data. To mitigate this issue, the current research offers a machine learning-based combinative approach that integrates unsupervised learning techniques such as k-modes clustering with boosting-based supervised classification algorithms, such as Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), and Category Boost (CatBoost). The core value of this research stems from its utilization of data segmentation through clustering before the classification process, which aims to refine the dependability and correctness of the model to the complexity of medical data. The dataset used comes from Kaggle with a total of 70,000 patient data. Evaluation findings demonstrate that the LightGBM algorithm outperforms others, achieving 91.49% accuracy, followed by CatBoost and XGBoost. Meanwhile, AdaBoost showed the lowest performance. This approach significantly improved the prediction performance compared to previous approaches that only used a single classification method. Thus, the integration of clustering and boosting proved to be an effective strategy in detecting CVD early and has great potential to be implemented in an efficient and accurate clinical decision support system.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Penyakit kardiovaskular (CVD) terus menjadi penyebab utama kematian dalam skala global, menyumbang lebih dari 70% kematian di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian, metode konvensional kerap mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola kompleks dalam data medis berukuran besar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menawarkan pendekatan kombinatif berbasis machine learning yang mengintegrasikan teknik unsupervised learning seperti k-modes clustering dengan algoritma supervised learning berbasis boosting, seperti Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), dan Category Boost (CatBoost). Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada penggunaan segmentasi data melalui clustering sebelum proses klasifikasi, yang bertujuan meningkatkan akurasi dan ketahanan model terhadap kompleksitas data medis. Dataset yang digunakan berasal dari Kaggle dengan total 70.000 data pasien. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma LightGBM mengungguli algoritma lainnya, mencapai akurasi 91,49%, diikuti oleh CatBoost dan XGBoost. Sementara itu, AdaBoost menunjukkan kinerja terendah. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan kinerja prediksi dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya yang hanya menggunakan metode klasifikasi tunggal. Dengan demikian, integrasi clustering dan boosting terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendeteksi CVD secara dini dan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam sistem pendukung keputusan klinis yang efisien dan akurat.
 
Abstract
Cardiovascular disease (CVD) continues to be the top cause of fatality on a global scale, accounting for more than 70% of mortality worldwide. Early detection is crucial to reduce the risk of complications and death, but conventional methods often have difficulty identifying complex patterns in large medical data. To mitigate this issue, the current research offers a machine learning-based combinative approach that integrates unsupervised learning techniques such as k-modes clustering with boosting-based supervised classification algorithms, such as Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), and Category Boost (CatBoost). The core value of this research stems from its utilization of data segmentation through clustering before the classification process, which aims to refine the dependability and correctness of the model to the complexity of medical data. The dataset used comes from Kaggle with a total of 70,000 patient data. Evaluation findings demonstrate that the LightGBM algorithm outperforms others, achieving 91.49% accuracy, followed by CatBoost and XGBoost. Meanwhile, AdaBoost showed the lowest performance. This approach significantly improved the prediction performance compared to previous approaches that only used a single classification method. Thus, the integration of clustering and boosting proved to be an effective strategy in detecting CVD early and has great potential to be implemented in an efficient and accurate clinical decision support system.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2026-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/10415</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2026133</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 13 No 3: Juni 2026; 735-744</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 13 No. 3: Juni 2026; 735-744</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2026133</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/10415/1606</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Burham  Isnanto, Fransiskus  Panca Juniawan, Dwi  Yuny Sylfania, Alfajri Hulvi, Siti  Juwariyah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>