Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) TERENKAPSULASI MALTODEXTRIN TERHADAP PEROKSIDASI LIPID HATI DAN GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ISONIAZID-RIFAMPISIN

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 22 No. 1 (2018) · pp. 31–34

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2018-07-31
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Isoniazid dan rifampisin merupakan obat lini pertama antituberkulosis, namun kombinasi dari keduanya dapat meningkatkan resiko toksisitas pada hati dan ginjal. Kelopak bunga Rosella memiliki kandungan senyawa antioksidan yang dapat bersifat sitoprotektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek protektif ekstrak air bunga rosella terenkapsulasi maltodextrin terhadap peroksidasi lipid organ hati dan ginjal tikus jantan yang diinduksi isoniazid-rifampisin dosis toksik melalui pemeriksaan kadar malondialdehid (MDA). Sebanyak 25 ekor tikus wistar jantan dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok I merupakan kontrol sehat, kelompok II diberi penginduksi isoniazid-rifampisin dosis toksik (50 mg/kg dan 100 mg/kg), kelompok III diberi isoniazid-rifampisin dan ekstrak rosella 62.5 mg/kgBB, kelompok IV diberi isoniazid-rifampisin dan ekstrak rosella 125 mg/kgBB, dan kelompok V diberi isoniaid-rifampisin dan ekstrak rosella 250 mg/kgBB. Tikus diberi ekstrak Rosella secara peroral 4 jam sebelum induksi isoniazid-rifampisin. Setelah 35 hari perlakuan, tikus dieutanasia dan dilakukan pemeriksaan MDA organ hati dan ginjal menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pemberian isoniazid-rifampisin dosis toksik selama 35 hari mampu meningkatkan MDA hati dan MDA ginjal lebih dari 3x lipat MDA hati tikus kontrol (p<0.01). Sedangkan, pemberian perlakuan ekstrak Rosella dosis 62.5 mg/kgBB, 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB mampu mempertahankan kadar MDA hati dan ginjal tikus setara dengan kontrol sehat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak rosella terenkapsulasi maltodextrin mampu mencegah peningkatan aktivitas peroksidasi lipid hati dan ginjal tikus yang diinduksi isoniazid-rifampisin pada dosis 62.5 mg/kgBB, 125 mg/kgBB, dan 250 mg/kgBB.

Collaboration network of the authors

40 authors · 124 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Nusa Mandiri
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Subehan LalloAffiliation unknown7
Herlina RanteAffiliation unknown4
Gemini AlamAffiliation unknown4
M Natsir DjideAffiliation unknown3
Elly WahyudinAffiliation unknown3
Latifah RahmanAffiliation unknown3
Asnah MarzukiAffiliation unknown2
Aliyah AliyahAffiliation unknown2
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown2
Munawarah MunawarahAffiliation unknown2
Arif SantosoAffiliation unknown2
Dwi Agung PangestuUniversitas Nusa Mandiri1
Ade Surya BudimanAffiliation unknown1
Yenti PurnamasariAffiliation unknown1
Faisal AttamimiAffiliation unknown1
Muh. Nasrum MassiAffiliation unknown1
Mirnawati SalampeAffiliation unknown1
Peter KaboAffiliation unknown1
Muh HidayatAffiliation unknown1
Reski Yalatri WirastutyAffiliation unknown1
Sulfiyana H. Ambo LauAffiliation unknown1
Fauziah AminAffiliation unknown1
Nur Inda YantiAffiliation unknown1
Sumarheni SumarheniAffiliation unknown1
Andi Nur Zam ZamAffiliation unknown1
Marianti A. ManggauAffiliation unknown1
Hasyim KasimAffiliation unknown1
Restuyani ParanoanAffiliation unknown1
Risfah YuliantyAffiliation unknown1
Suryanita SuryanitaAffiliation unknown1
Rahmasia RahmasiaAffiliation unknown1
Fityatun UsmanAffiliation unknown1
Devi Yulianti YusraAffiliation unknown1
Ainun Amalia SultangAffiliation unknown1
Putri Nur HafifahAffiliation unknown1
Yusril Dwimeddy TunggelengAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) TERENKAPSULASI MALTODEXTRIN TERHADAP PEROKSIDASI LIPID HATI DAN GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ISONIAZID-RIFAMPISIN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Adnan, Jumasni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Djabir, Yulia Yusrini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mufidah, Mufidah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sartini, Sartini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Isoniazid dan rifampisin merupakan obat lini pertama antituberkulosis, namun kombinasi dari keduanya dapat meningkatkan resiko toksisitas pada hati dan ginjal. Kelopak bunga Rosella memiliki kandungan senyawa antioksidan yang dapat bersifat sitoprotektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek protektif ekstrak air bunga rosella terenkapsulasi maltodextrin terhadap peroksidasi lipid organ hati dan ginjal tikus jantan yang diinduksi isoniazid-rifampisin dosis toksik melalui pemeriksaan kadar malondialdehid (MDA). Sebanyak 25 ekor tikus wistar jantan dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok I merupakan kontrol sehat, kelompok II diberi penginduksi isoniazid-rifampisin dosis toksik (50 mg/kg dan 100 mg/kg), kelompok III diberi isoniazid-rifampisin dan ekstrak rosella 62.5 mg/kgBB, kelompok IV diberi isoniazid-rifampisin dan ekstrak rosella 125 mg/kgBB, dan kelompok V diberi isoniaid-rifampisin dan ekstrak rosella 250 mg/kgBB. Tikus diberi ekstrak Rosella secara peroral 4 jam sebelum induksi isoniazid-rifampisin. Setelah 35 hari perlakuan, tikus dieutanasia dan dilakukan pemeriksaan MDA organ hati dan ginjal menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pemberian isoniazid-rifampisin dosis toksik selama 35 hari mampu meningkatkan MDA hati dan MDA ginjal lebih dari 3x lipat MDA hati tikus kontrol (p&amp;lt;0.01). Sedangkan, pemberian perlakuan ekstrak Rosella dosis 62.5 mg/kgBB, 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB mampu mempertahankan kadar MDA hati dan ginjal tikus setara dengan kontrol sehat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak rosella terenkapsulasi maltodextrin mampu mencegah peningkatan aktivitas peroksidasi lipid hati dan ginjal tikus yang diinduksi isoniazid-rifampisin pada dosis 62.5 mg/kgBB, 125 mg/kgBB, dan 250 mg/kgBB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/5695</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 22 No. 1 (2018): MFF; 31-34</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/5695/3117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>