Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) TERENKAPSULASI MALTODEXTRIN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KADAR MDA DARAH TIKUS WISTAR (Rattus novergicus) JANTAN YANG DIINDUKSI CCl4

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 22 No. 3 (2019) · pp. 93–98

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2019-03-18
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

CCl4 merupakan senyawa yang dapat mengakibatkan toksisitas. Daun sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa antioksidan yang memiliki banyak berpotensi dalam bidang pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antioksidan ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) yang dienkapsulasi maltodextrin terhadap kadar MDA darah tikus Wistar (Rattus novergicus) jantan yang diinduksi CCl4. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus Wistar jantan yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (CCl4), kelompok 3 (CCl4 + ekstrak 150mg/kgBB), dan kelompok 4 (CCl4 + ekstrak 300mg/kgBB). Kadar MDA diperiksa sebelum dan setelah 14 hari perlakuan. Hasil pengujian dimana ekstrak etanol daun sambung nyawa mengandung senyawa alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, steroid, tanin, dan terpenoid, serta kadar flavonoid total dan polifenol totalnya masing-masing yaitu 0,482% dan 2,12 %. Pengujian awal rata-rata kadar MDA tidak berbeda signifikan. Peningkatan kadar MDA yang signifikan (p<0,05) terjadi setelah perlakuan hari 14. Pemberian ekstrak dosis 150mg/kgBB dan 300mg/kgBB mencegah peningkatan kadar MDA secara signifikan, namun dosis 300mg/kgBB paling efektif menghambat peningkatan kadar MDA. Kesimpulannya bahwa ekstrak etanol daun sambung nyawa terenkapsulasi maltodextrin mampu mencegah peningkatan aktivitas peroksidasi lipid MDA paling baik pada dosis 300mg/kgBB

Collaboration network of the authors

40 authors · 115 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Nusa Mandiri
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown6
Gemini AlamAffiliation unknown4
Asnah MarzukiAffiliation unknown3
Latifah RahmanAffiliation unknown3
Herlina RanteAffiliation unknown3
Marianti A. ManggauAffiliation unknown2
Reski Yalatri WirastutyAffiliation unknown2
Sumarheni SumarheniAffiliation unknown2
Andi Nur Zam ZamAffiliation unknown2
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown2
M Natsir DjideAffiliation unknown2
Dwi Agung PangestuUniversitas Nusa Mandiri1
Ade Surya BudimanAffiliation unknown1
Yenti PurnamasariAffiliation unknown1
Faisal AttamimiAffiliation unknown1
Muh. Nasrum MassiAffiliation unknown1
Marwati MarwatiAffiliation unknown1
Yusnita RifaiAffiliation unknown1
Jumasni AdnanAffiliation unknown1
Mufidah MufidahAffiliation unknown1
Reymon ReymonAffiliation unknown1
Fauziah AminAffiliation unknown1
Nur Inda YantiAffiliation unknown1
Hasyim KasimAffiliation unknown1
Restuyani ParanoanAffiliation unknown1
Rahmasia RahmasiaAffiliation unknown1
Elly WahyudinAffiliation unknown1
Munawarah MunawarahAffiliation unknown1
Arif SantosoAffiliation unknown1
Fitri ArianiAffiliation unknown1
Resky SyamsuAffiliation unknown1
Sukamto S MamadaAffiliation unknown1
Mu'minisa BahrunAffiliation unknown1
Muhammad RaihanAffiliation unknown1
Naufal TaqwaAffiliation unknown1
A Rifka HanifahAffiliation unknown1
Ismail IsmailAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) TERENKAPSULASI MALTODEXTRIN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KADAR MDA DARAH TIKUS WISTAR (Rattus novergicus) JANTAN YANG DIINDUKSI CCl4</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lau, Sulfiyana H. Ambo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sartini, Sartini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lallo, Subehan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">CCl4 merupakan senyawa yang dapat mengakibatkan toksisitas. Daun sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa antioksidan yang memiliki banyak berpotensi dalam bidang pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antioksidan ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) yang dienkapsulasi maltodextrin terhadap kadar MDA darah tikus Wistar (Rattus novergicus) jantan yang diinduksi CCl4. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus Wistar jantan yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (CCl4), kelompok 3 (CCl4 + ekstrak 150mg/kgBB), dan kelompok 4 (CCl4 + ekstrak 300mg/kgBB). Kadar MDA diperiksa sebelum dan setelah 14 hari perlakuan. Hasil pengujian dimana ekstrak etanol daun sambung nyawa mengandung senyawa alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, steroid, tanin, dan terpenoid, serta kadar flavonoid total dan polifenol totalnya masing-masing yaitu 0,482% dan 2,12 %. Pengujian awal rata-rata kadar MDA tidak berbeda signifikan. Peningkatan kadar MDA yang signifikan (p&amp;lt;0,05) terjadi setelah perlakuan hari 14. Pemberian ekstrak dosis 150mg/kgBB dan 300mg/kgBB mencegah peningkatan kadar MDA secara signifikan, namun dosis 300mg/kgBB paling efektif menghambat peningkatan kadar MDA. Kesimpulannya bahwa ekstrak etanol daun sambung nyawa terenkapsulasi maltodextrin mampu mencegah peningkatan aktivitas peroksidasi lipid MDA paling baik pada dosis 300mg/kgBB</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/5847</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 22 No. 3 (2018): MFF; 93-98</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/5847/3260</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>