Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) TERHADAP PERUBAHAN KADAR PROTEIN TOTAL DAN ALKALI FOSFATASE PADA TIKUS (Rattus norvegicus) YANG DIPAPARKAN ASAP ROKOK

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 22 No. 3 (2019) · pp. 99–103

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2019-03-18
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) telah banyak digunakan secara tradisional sebagai pengobatan penyakit. Temu putih diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi memperbaiki kerusakan sel. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi efek ekstrak temu putih (ETP) melalui perubahan kadar protein total dan alkali fosfatase (ALP) pada tikus yang dipaparkan asap rokok. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok (n=3) yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok induksi asap rokok dan ETP 70 mg/200gBB, kelompok induksi asap rokok dan ETP 105 mg/200gBB, dan kelompok pemberian ETP 105 mg/200gBB. Perlakuan dilakukan selama 30 hari. Pada hari ke-0 dan hari ke-30, diambil darah tikus untuk mengevaluasi perubahan kadar protein total dan ALP. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ETP secara peroral pada hewan coba tikus yang telah dipaparkan asap rokok menurunkan kadar protein total secara signifikan dengan nilai p=0,038 dan 0,004 (p<0,05) masing-masing setelah pemberian ETP dosis 70 mg/200gBB dan 105 mg/200gBB. Pemberian dosis yang sama juga menunjukkan signifikansi penurunan kadar ALP dengan nilai p= 0,003 dan 0,001 (p<0,05) pada tikus yang terpapar asap rokok. Kesimpulan penelitan ini adalah ekstrak temu putih 70 mg/200gBB dan 105 mg/200gBB dapat menurunkan kadar protein total dan ALP tikus yang terpapar asap rokok selama 30 hari.

Collaboration network of the authors

37 authors · 120 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Nusa Mandiri
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Subehan LalloAffiliation unknown5
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown3
Asnah MarzukiAffiliation unknown2
Herlina RanteAffiliation unknown2
Gemini AlamAffiliation unknown2
Elly WahyudinAffiliation unknown2
Dwi Agung PangestuUniversitas Nusa Mandiri1
Ade Surya BudimanAffiliation unknown1
Yenti PurnamasariAffiliation unknown1
Faisal AttamimiAffiliation unknown1
Muh. Nasrum MassiAffiliation unknown1
Jumasni AdnanAffiliation unknown1
Mufidah MufidahAffiliation unknown1
Reski Yalatri WirastutyAffiliation unknown1
Sulfiyana H. Ambo LauAffiliation unknown1
Andi Nur Zam ZamAffiliation unknown1
Latifah RahmanAffiliation unknown1
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown1
Rahmasia RahmasiaAffiliation unknown1
M Natsir DjideAffiliation unknown1
Munawarah MunawarahAffiliation unknown1
Arif SantosoAffiliation unknown1
Sukamto S MamadaAffiliation unknown1
Mu'minisa BahrunAffiliation unknown1
Indriani IndrianiAffiliation unknown1
Marianti A. ManggauAffiliation unknown1
Muh. Nur AmirAffiliation unknown1
Yuyun SulitianiAffiliation unknown1
Inda PratiwiAffiliation unknown1
Ismail IsmailAffiliation unknown1
Firzan NainuAffiliation unknown1
SubehanAffiliation unknown1
Dedy Ma'rufAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) TERHADAP PERUBAHAN KADAR PROTEIN TOTAL DAN ALKALI FOSFATASE PADA TIKUS (Rattus norvegicus) YANG DIPAPARKAN ASAP ROKOK</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amin, Fauziah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yanti, Nur Inda</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sartini, Sartini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sumarheni, Sumarheni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) telah banyak digunakan secara tradisional sebagai pengobatan penyakit. Temu putih diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi memperbaiki kerusakan sel. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi efek ekstrak temu putih (ETP) melalui perubahan kadar protein total dan alkali fosfatase (ALP) pada tikus yang dipaparkan asap rokok. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok (n=3) yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok induksi asap rokok dan ETP 70 mg/200gBB, kelompok induksi asap rokok dan ETP 105 mg/200gBB, dan kelompok pemberian ETP 105 mg/200gBB. Perlakuan dilakukan selama 30 hari. Pada hari ke-0 dan hari ke-30, diambil darah tikus untuk mengevaluasi perubahan kadar protein total dan ALP. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ETP secara peroral pada hewan coba tikus yang telah dipaparkan asap rokok menurunkan kadar protein total secara signifikan dengan nilai p=0,038 dan 0,004 (p&amp;lt;0,05) masing-masing setelah pemberian ETP dosis 70 mg/200gBB dan 105 mg/200gBB. Pemberian dosis yang sama juga menunjukkan signifikansi penurunan kadar ALP dengan nilai p= 0,003 dan 0,001 (p&amp;lt;0,05) pada tikus yang terpapar asap rokok. Kesimpulan penelitan ini adalah ekstrak temu putih 70 mg/200gBB dan 105 mg/200gBB dapat menurunkan kadar protein total dan ALP tikus yang terpapar asap rokok selama 30 hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-03-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/5861</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 22 No. 3 (2018): MFF; 99-103</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/5861/3550</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>