Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANTI-Plasmodium Berghei EKSTRAK DAUN DAN KAYU Lunasia amara Blanco

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 21 No. 3 (2019) · pp. 55–58

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2019-06-27
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Lunasia amara Blanco merupakan tumbuhan yang biasa digunakan untuk berbagai penyakit secara empiris termasuk pada gejala malaria. Bagian yang paling banyak digunakan adalah kayu dan batangnya. Berdasarkan informasi tersebut telah dilakukan pengujian ekstrak kayu dan daun dari tanaman sanrego ini terhadap Plasmodium berghei yang diinfeksikan pada tikus sebagai model pengujian awal untuk anti-malaria dari bahan alam. Ekstrak kayu dan batang diperoleh dengan menggunakan penyari methanol secara sonikasi. Berbagai konsentrasi digunakan secara peroral pada mencit yang telah terinfeksi oleh P. berghei selama 5 hari menunjukkan ekstrak daun tidak memiliki kemampuan dalam menurunkan parasetemia pada tikus sedangkan ekstrak batang memiliki kemampuan dalam menghambat parasitemia pada konsentrasi 0,5% dengan nilai dosis supresi 50% (SD50) sebesar 595 mg/kg bobot badan mencit. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kayu sanrego memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan obat untuk pengobatan malaria

Collaboration network of the authors

35 authors · 109 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sartini SartiniAffiliation unknown4
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown3
Marianti A. ManggauAffiliation unknown2
Latifah RahmanAffiliation unknown2
Gemini AlamAffiliation unknown2
Marwati MarwatiAffiliation unknown1
Yusnita RifaiAffiliation unknown1
Reymon ReymonAffiliation unknown1
Reski Yalatri WirastutyAffiliation unknown1
Sulfiyana H. Ambo LauAffiliation unknown1
Andi Nur Zam ZamAffiliation unknown1
Asnah MarzukiAffiliation unknown1
Herlina RanteAffiliation unknown1
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown1
Hasyim KasimAffiliation unknown1
M Natsir DjideAffiliation unknown1
Restuyani ParanoanAffiliation unknown1
Sumarheni SumarheniAffiliation unknown1
Sukamto S MamadaAffiliation unknown1
Mu'minisa BahrunAffiliation unknown1
Muhammad RaihanAffiliation unknown1
Naufal TaqwaAffiliation unknown1
A Rifka HanifahAffiliation unknown1
Ismail IsmailAffiliation unknown1
Muhammad Nur AmirAffiliation unknown1
Usmar UsmarAffiliation unknown1
Ade Christie LewerissaAffiliation unknown1
Akhmad Rafi'iAffiliation unknown1
Ismail IsmailAffiliation unknown1
Rosany TayebAffiliation unknown1
Aliyah AliyahAffiliation unknown1
Fityatun UsmanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANTI-Plasmodium Berghei EKSTRAK DAUN DAN KAYU Lunasia amara Blanco</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lallo, Subehan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ariani, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syamsu, Resky</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Lunasia amara Blanco merupakan tumbuhan yang biasa digunakan untuk berbagai penyakit secara empiris termasuk pada gejala malaria. Bagian yang paling banyak digunakan adalah kayu dan batangnya. Berdasarkan informasi tersebut telah dilakukan pengujian ekstrak kayu dan daun dari tanaman sanrego ini terhadap Plasmodium berghei yang diinfeksikan pada tikus sebagai model pengujian awal untuk anti-malaria dari bahan alam. Ekstrak kayu dan batang diperoleh dengan menggunakan penyari methanol secara sonikasi. Berbagai konsentrasi digunakan secara peroral pada mencit yang telah terinfeksi oleh P. berghei selama 5 hari menunjukkan ekstrak daun tidak memiliki kemampuan dalam menurunkan parasetemia pada tikus sedangkan ekstrak batang memiliki kemampuan dalam menghambat parasitemia pada konsentrasi 0,5% dengan nilai dosis supresi 50% (SD50) sebesar 595 mg/kg bobot badan mencit. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kayu sanrego memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan obat untuk pengobatan malaria</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/6854</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 21 No. 3 (2017): MFF; 55-58</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/6854/3745</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>