Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

AKTIVITAS ANTIMITOSIS HASIL FRAKSINASI EKSTRAK KLOROFORM SPONS Siphanocalina sp TERHADAP SEL ZIGOT BULU BABI Tripneustus gratilla Linn.

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 21 No. 3 (2017) · pp. 59–62

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2017-12-29
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan karena ketidaknormalan pertumbuhan sel. Resistensi sel kanker pada beberapa jenis obat kanker serta efek samping obat yang begitu besar terhadap sel normal merupakan masalah dalam pengobatan kanker. Hal ini mendorong para peneliti untuk melakukan penelitian guna penemuan obat antikanker baru. Penelitian ini memanfaatkan biota laut yang diperoleh dari perairan di Sulawesi Selatan yaitu spons Siphanocalina sp yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimitosis dari hasil fraksinasi ekstrak kloroform spons Siphanocalina sp. terhadap sel zigot Tripneustus gratilla Linn dan mengetahui golongan komponen kimia yang berperan dalam aktivitas antimitosis tersebut. Pengujian aktivitas antimitosis menggunakan sel zigot yang diperoleh dengan pembuahan sel telur dan sperma Tripneustus gratilla Linn yang dilakukan secara invitro. Sel zigot kemudian diberi perlakuan fraksi-fraksi hasil fraksinasi ekstrak kloroform dengan konsentrasi 100 µg/ml. Fraksi yang memiliki aktivitas penghambatan terbesar selanjutnya dilarutkan dengan pelarut etil asetat sehingga diperoleh subfraksi larut etil asetat dan tidak larut etil asetat. Selanjutnya, uji aktivitas subfraksi larut etil asetat dan tidak larut etil asetat dilakukan dengan konsentrasi 1, 10, dan 100 µg/ml. Pembelahan sel diamati menggunakan mikroskop cahaya setelah 2 jam inkubasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa fraksi tidak larut etil asetat memiliki aktivitas antimitosis yang kuat dengan nilai IC 50 15,14 µg/ml. Kontrol positif yang digunakan yaitu vinkristin dengan IC50 sebesar 0,183 µg/ml. Hasil identifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa golongan senyawa kimia yang memiliki aktivitas antimitosis pada fraksi tidak larut etil asetat spons Siphanocalina sp diduga golongan alkaloida.

Collaboration network of the authors

24 authors · 82 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Herlina RanteAffiliation unknown3
Sartini SartiniAffiliation unknown2
Subehan LalloAffiliation unknown2
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown2
Abdul RahimAffiliation unknown2
IsmailAffiliation unknown2
Muhammad RaihanAffiliation unknown2
HabibieAffiliation unknown2
Sari HaryantiAffiliation unknown2
Muhammad Azwar ARAffiliation unknown2
Musyarrafah MusyarrafahAffiliation unknown1
Joko WidodoAffiliation unknown1
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown1
Usmar UsmarAffiliation unknown1
Sri Ningrum Anggrainy Anggrainy WahidAffiliation unknown1
Latifah RahmanAffiliation unknown1
Aliyah AliyahAffiliation unknown1
Fityatun UsmanAffiliation unknown1
Firzan NainuAffiliation unknown1
SubehanAffiliation unknown1
Dedy Ma'rufAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">AKTIVITAS ANTIMITOSIS HASIL FRAKSINASI EKSTRAK KLOROFORM SPONS Siphanocalina sp TERHADAP SEL ZIGOT BULU BABI Tripneustus gratilla Linn.</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Agustina, Rina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Alam, Gemini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lethe, Christiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Kanker merupakan penyakit yang disebabkan karena ketidaknormalan pertumbuhan sel. Resistensi sel kanker pada beberapa jenis obat kanker serta efek samping obat yang begitu besar terhadap sel normal merupakan masalah dalam pengobatan kanker. Hal ini mendorong para peneliti untuk melakukan penelitian guna penemuan obat antikanker baru. Penelitian ini memanfaatkan biota laut yang diperoleh dari perairan di Sulawesi Selatan yaitu spons Siphanocalina sp yang  bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimitosis dari hasil fraksinasi ekstrak kloroform spons  Siphanocalina sp. terhadap sel zigot Tripneustus gratilla Linn dan mengetahui golongan komponen kimia yang berperan dalam aktivitas antimitosis tersebut. Pengujian aktivitas antimitosis menggunakan sel zigot yang diperoleh dengan  pembuahan sel telur dan sperma Tripneustus gratilla Linn yang dilakukan secara invitro. Sel zigot kemudian diberi perlakuan fraksi-fraksi hasil fraksinasi ekstrak kloroform dengan konsentrasi 100 µg/ml . Fraksi yang memiliki aktivitas penghambatan terbesar selanjutnya dilarutkan dengan pelarut etil asetat sehingga diperoleh subfraksi larut etil asetat dan tidak larut etil asetat. Selanjutnya, uji aktivitas  subfraksi larut etil asetat dan tidak larut etil asetat dilakukan dengan konsentrasi 1, 10, dan 100 µg/ml. Pembelahan sel diamati menggunakan mikroskop cahaya setelah 2 jam inkubasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa fraksi tidak larut etil asetat memiliki aktivitas antimitosis yang kuat dengan nilai IC 50 15,14 µg/ml. Kontrol positif yang digunakan yaitu vinkristin dengan IC50 sebesar 0,183  µg/ml. Hasil identifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa golongan senyawa kimia yang memiliki aktivitas antimitosis pada fraksi tidak larut etil asetat spons Siphanocalina sp  diduga golongan alkaloida.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/6855</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 21 No. 3 (2017): MFF; 59-62</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/6855/3746</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>