Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN KADAR KATEKIN DARI SEDUHAN DAN EKTRAK ETANOL PRODUK TEH HIJAU (Camelia sinensi L) KOMERSIAL SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 24 No. 1 (2020) · pp. 1–4

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2020-07-01
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Teh hijau merupakan salah satu jenis minuman kesehatan yang mengandung golongan senyawa polifenol dan memiliki banyak manfaat. Jenis senyawa polifenol yang banyak ditemukan pada teh hijau adalah kandungan katekin. Pada penelitian ini telah dikaji kandungan senyawa katekin dari produk teh hijau kemasan yang merupakan produk komersial dari Indonesia (A), Thailand (B) dan Jepang (C). Teh hijau kemasan diekstraksi dengan cara diseduh pada suhu dan waktu yang berbeda serta ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Identifikasi kandungan katekin dilakukan menggunakan reagen kimia dan spektrofotometer UV-Vis serta penentuan kadarnya dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teh hijau mengandung senyawa epigallocatechin-3-gallate (EGCG) sesuai dengan adanya perubahan warna berdasarkan reagen kimia dan spektrum UV yang memiliki λmax pada kisaran 270-274 nm. Hasil uji kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa ekstraksi dengan cara penyeduhan pada teh hijau B memiliki kadar katekin tertinggi yang diikuti berturut-turut pada sampel A dan C. Sedangkan kadar katekin dari hasil maserasi menggunakan etanol 70% pada teh hijau A memiliki kadar katekin tertinggi diikuti teh hijau C dan B.

Collaboration network of the authors

4 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Mirnawati SalampeAffiliation unknown1
Zulfaidah RahmaAffiliation unknown1
Sukamto S MamadaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN KADAR KATEKIN DARI SEDUHAN DAN EKTRAK ETANOL PRODUK TEH HIJAU (Camelia sinensi L) KOMERSIAL SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nur, Syamsu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Teh hijau merupakan salah satu jenis minuman kesehatan yang mengandung golongan senyawa polifenol dan memiliki banyak manfaat. Jenis senyawa polifenol yang banyak ditemukan pada teh hijau adalah kandungan katekin. Pada penelitian ini telah dikaji kandungan senyawa katekin dari produk teh hijau kemasan yang merupakan produk komersial dari Indonesia (A), Thailand (B) dan Jepang (C). Teh hijau kemasan diekstraksi dengan cara diseduh pada suhu dan waktu yang berbeda serta ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Identifikasi kandungan katekin dilakukan menggunakan reagen kimia dan spektrofotometer UV-Vis serta penentuan kadarnya dilakukan  secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teh hijau mengandung senyawa epigallocatechin-3-gallate (EGCG) sesuai dengan adanya perubahan warna berdasarkan reagen kimia dan spektrum UV yang memiliki λmax pada kisaran 270-274 nm. Hasil uji kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa ekstraksi dengan cara penyeduhan pada teh hijau B memiliki kadar katekin tertinggi yang diikuti berturut-turut pada sampel A dan C. Sedangkan kadar katekin dari hasil maserasi menggunakan etanol 70% pada teh hijau A memiliki kadar katekin tertinggi diikuti teh hijau C dan B.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2020-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9261</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 24 No. 1 (2020): MFF; 1-4</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9261/5505</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>