Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc var rubrum) DALAM MEMPROTEKSI DAN MEMPERBAIKI GANGGUAN FUNGSI HATI DAN GINJAL TIKUS AKIBAT INDUKSI PARASETAMOL

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 24 No. 2 (2020) · pp. 33–36

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2020-08-31
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Jahe merah merupakan jenis rimpang yang banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek proteksi ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc var rubrum) terhadap gangguan fungsi hati dan ginjal yang disebabkan oleh toksisitas parasetamol berdasarkan parameter SGPT, SGOT, urea dan kreatinin serum pada tikus putih. Jahe merah diekstraksi menggunakan etanol 70%. Hewan uji dibagi ke dalam 5 kelompok (n=5). Kelompok I sebagai kontrol sehat diberikan suspensi NaCMC 1%, kelompok II diberikan NaCMC 1% dan induksi parasetamol, kelompok III dan kelompok IV masing-masing diberi perlakuan ekstrak jahe merah 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB dan induksi parasetamol, dan kelompok V diberikan sediaan ekstrak curcuma xanthorriza (60 mg/kgBB) dan induksi parasetamol. Perlakuan dilakukan selama 10 hari sedangkan induksi parasetamol hanya diberikan pada hari ke-4 (500 mg/kg) dan ke-5 (300 mg/kg). Sampel darah diambil pada hari ke- 6 (post induksi) dan ke-11 (post perlakuan) untuk pengukuran kadar SGOT, SGPT, kreatinin dan urea serum menggunakan alat humalyzer. Hasil penelitian menunjukkan pemberian parasetamol dosis 500mg/kg diikuti 300 mg/kgBB dapat meningkatkan nilai SGOT dan SGPT secara signifikan 24 jam setelah post induksi, namun kadar urea dan kreatinin hanya berbeda signifikan setelah hari ke-11 (post perlakuan). Pada kelompok III dan IV, pemberian ekstrak jahe merah setelah induksi parasetamol mampu menurunkan kadar SGOT, SGPT, urea dan kreatinin serum secara signifikan dibanding kelompok II (p<0.05). Penurunan biomarker hati dan ginjal pada kelompok III dan IV tidak berbeda signifikan dengan kelompok V yang diberi sediaan ekstrak curcuma yang telah digunakan secara klinik.

Collaboration network of the authors

40 authors · 128 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sartini SartiniAffiliation unknown3
Subehan LalloAffiliation unknown3
Gemini AlamAffiliation unknown2
M Natsir DjideAffiliation unknown2
Elly WahyudinAffiliation unknown2
Latifah RahmanAffiliation unknown2
Aliyah AliyahAffiliation unknown2
Muhammad husni CangaraAffiliation unknown2
Dwi Kesuma SariAffiliation unknown2
M Aryadi ArsyadAffiliation unknown2
Sartini NatsirAffiliation unknown2
Jumasni AdnanAffiliation unknown1
Mufidah MufidahAffiliation unknown1
Mirnawati SalampeAffiliation unknown1
Peter KaboAffiliation unknown1
Herlina RanteAffiliation unknown1
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown1
Marianti A. ManggauAffiliation unknown1
Hasyim KasimAffiliation unknown1
Restuyani ParanoanAffiliation unknown1
Risfah YuliantyAffiliation unknown1
Suryanita SuryanitaAffiliation unknown1
Munawarah MunawarahAffiliation unknown1
Arif SantosoAffiliation unknown1
Fityatun UsmanAffiliation unknown1
Devi Yulianti YusraAffiliation unknown1
Ainun Amalia SultangAffiliation unknown1
Putri Nur HafifahAffiliation unknown1
Yusril Dwimeddy TunggelengAffiliation unknown1
Muh.Akbar BaharAffiliation unknown1
Yani PratiwiAffiliation unknown1
A. AnggrianiAffiliation unknown1
NurhaeniAffiliation unknown1
Nabila HakimAffiliation unknown1
RahyunitaAffiliation unknown1
St. Atifah Ananda UsmanAffiliation unknown1
Ika YustisiaAffiliation unknown1
Sasmita SasmitaAffiliation unknown1
Musdalifah Abdul HalimAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc var rubrum) DALAM MEMPROTEKSI DAN MEMPERBAIKI GANGGUAN FUNGSI HATI DAN GINJAL TIKUS AKIBAT INDUKSI PARASETAMOL</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Djabir, Yulia Yusrini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Jahe merah merupakan jenis rimpang yang banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek proteksi ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc var rubrum) terhadap gangguan fungsi hati dan ginjal yang disebabkan oleh toksisitas parasetamol berdasarkan parameter SGPT, SGOT, urea dan kreatinin serum pada tikus putih. Jahe merah diekstraksi menggunakan etanol 70%. Hewan uji dibagi ke dalam 5 kelompok (n=5). Kelompok I sebagai kontrol sehat diberikan suspensi NaCMC 1%, kelompok II diberikan NaCMC 1% dan induksi parasetamol, kelompok III dan kelompok IV masing-masing diberi perlakuan ekstrak jahe merah 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB dan induksi parasetamol, dan kelompok V diberikan sediaan ekstrak curcuma xanthorriza (60 mg/kgBB) dan induksi parasetamol. Perlakuan dilakukan selama 10 hari sedangkan induksi parasetamol hanya diberikan pada hari ke-4 (500 mg/kg) dan ke-5 (300 mg/kg). Sampel darah diambil pada hari ke- 6 (post induksi) dan ke-11 (post perlakuan) untuk pengukuran kadar  SGOT, SGPT, kreatinin dan urea serum menggunakan alat humalyzer. Hasil penelitian menunjukkan pemberian parasetamol dosis 500mg/kg diikuti 300 mg/kgBB dapat meningkatkan nilai SGOT dan SGPT secara signifikan 24 jam setelah post induksi, namun kadar urea dan kreatinin hanya berbeda signifikan setelah hari ke-11 (post perlakuan). Pada kelompok III dan IV, pemberian ekstrak jahe merah setelah induksi parasetamol mampu menurunkan kadar SGOT, SGPT, urea dan kreatinin serum secara signifikan dibanding kelompok II (p&amp;lt;0.05). Penurunan biomarker hati dan ginjal pada kelompok III dan IV tidak berbeda signifikan dengan kelompok V yang diberi sediaan ekstrak curcuma yang telah digunakan secara klinik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9303</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 24 No. 2 (2020): MFF; 33-36</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9303/5724</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>