Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS PADA BERAS (Oryza sativa) YANG BERASAL KECAMATAN BAEBUNTA KABUPATEN LUWU UTARA

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 23 No. 3 (2020) · pp. 109–111

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2020-02-16
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Penggunaan pestisida di Indonesia sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pertanian. Klorpirifos merupakan salah satu kelompok pestisida golongan organofosfat yang banyak digunakan untuk membunuh berbagai serangga. Adanya residu klorpirifos dapat menyebabkan gangguan kesehatan sehingga deteksi residu klorpirifos dalam produk pangan merupakan hal yang penting. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar residu klorpirifos pada beras yang berasal dari Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara dan keamanannya untuk dikonsumsi. Sampel beras diambil langsung dari beberapa petani di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Sampel diekstraksi dan di clean-up menggunakan metode QuEChERS dan dianalisis menggunakan GC/MS. Kadar residu klorpirifos dibandingkan dengan standar Batas Maksimum Residu (BMR)pada SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu klorpirifos pada sampel A, B dan C masing-masing sebesar 0,133; 0,092; dan 0,308 mg/kg. Dengan demikian, beras yang berasal dari Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara memiliki kadar residu di bawah nilai BMR (0,5 mg/kg) sehingga aman untuk dikonsumsi

Collaboration network of the authors

40 authors · 90 co-authorship links · 16 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Jenderal Soedirman University
  • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jopang JopangUniversitas Halu Oleo3
Akhyar AbdullahUniversitas Halu Oleo3
Yusnita RifaiAffiliation unknown3
Makmur KambolongUniversitas Halu Oleo2
Mustakim MustakimUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Erni QomariyahAffiliation unknown2
Sartini SartiniAffiliation unknown2
Latifah RahmanAffiliation unknown2
Agus SusiloAffiliation unknown1
Galuh Wilujeng PuspaAffiliation unknown1
Miftakhul CahyatiAffiliation unknown1
Dodyk PranowoAffiliation unknown1
Sumardona SumardonaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Sarlinda SarlindaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Epiyana EpiyanaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Sarnianti SarniantiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Kamrin KamrinUniversitas Halu Oleo1
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo1
Megasari SidulaAffiliation unknown1
Nooraini AsrudinAffiliation unknown1
Suriyani Bunga BataraAffiliation unknown1
Siti NurhayatiJenderal Soedirman University1
Nyoman Ningsih UtamiAffiliation unknown1
Candra Puspita NingtyasAffiliation unknown1
Aprilia WulandariAffiliation unknown1
Santi M Santi MAffiliation unknown1
isran museAffiliation unknown1
Aminuddin AminuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Dewi DewiAffiliation unknown1
Muh AmirUniversitas Halu Oleo1
muslima kurniatiAffiliation unknown1
Abdul KadirUniversitas Halu Oleo1
Mirab MirabAffiliation unknown1
Irwan IrwanUniversitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar1
Yuliana Yunus YunusAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS PADA BERAS (Oryza sativa) YANG BERASAL KECAMATAN BAEBUNTA KABUPATEN LUWU UTARA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurjannah, Nurjannah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yulianty, Risfah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marzuki, Asnah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kasim, Syaharuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Djide, Nana Juniarti Natsir</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penggunaan pestisida di Indonesia sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pertanian. Klorpirifos merupakan salah satu kelompok pestisida golongan organofosfat yang banyak digunakan untuk membunuh berbagai serangga. Adanya residu klorpirifos dapat menyebabkan gangguan kesehatan sehingga deteksi residu klorpirifos dalam produk pangan merupakan hal yang penting. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar residu klorpirifos pada beras yang berasal dari Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara dan keamanannya untuk dikonsumsi. Sampel beras diambil langsung dari beberapa petani di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Sampel diekstraksi dan di clean-up menggunakan metode QuEChERS dan dianalisis menggunakan GC/MS. Kadar residu klorpirifos dibandingkan dengan standar Batas Maksimum Residu (BMR)pada SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu klorpirifos pada sampel A, B dan C masing-masing sebesar 0,133; 0,092; dan 0,308 mg/kg. Dengan demikian, beras yang berasal dari Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara memiliki kadar residu di bawah nilai BMR (0,5 mg/kg) sehingga aman untuk dikonsumsi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2020-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9402</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 23 No. 3 (2019): MFF; 109-111</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9402/4797</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>