Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSIK EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.)

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 23 No. 3 (2022) · pp. 118–123

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2022-02-16
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan tanaman yang telah banyak digunakan sebagai rempah dan obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif flavonoid yang memiliki efek antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap aktivitas antiokasidan dan toksisitas dari ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi sedangkan kadar polifenol dan flavonoid total dilakukan dengan menggunakan metode Folin-ciocalteu dan metode kolorimetri yang dianalisis dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrihidrazil) dan sitotoksisitas dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethaly Test). Ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat diperoleh rendemen sebesar 2,24% untuk dataran rendah, 3,51% dataran sedang dan dataran tinggi sebesar 3,77%. Analisis kadar fenolik dan flavanoid diperoleh berturut turut dari dataran rendah ke tinggi sebesar 6,08±0,26% dan 2,25±0,05%, 5,09±0,14% dan 1,09±0,08, 5,47±0,24% dan 1,16±0,3%. Aktifitas antioksidan yang tertinggi diperoleh pada dataran rendah diperoleh IC50 332,48 bpj, kemudian pada dataran tinggi dengan IC50 447,14 bpj dan pada dataran sedang diperoleh IC50 sebesar 518,57 bpj. Uji sitotoksik terhadap ketiga ekstrak menunjukkan hasil LC50 yang tidak terlalu berbeda antara ketiga lokasi tersebut.

Collaboration network of the authors

40 authors · 127 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sartini SartiniAffiliation unknown4
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown3
Gemini AlamAffiliation unknown3
Herlina RanteAffiliation unknown3
Marianti A. ManggauAffiliation unknown2
Latifah RahmanAffiliation unknown2
M Natsir DjideAffiliation unknown2
Ari SulistyantoAffiliation unknown1
Hermiyetti HermiyettiAffiliation unknown1
Marwati MarwatiAffiliation unknown1
Yusnita RifaiAffiliation unknown1
Reymon ReymonAffiliation unknown1
Reski Yalatri WirastutyAffiliation unknown1
Sulfiyana H. Ambo LauAffiliation unknown1
Andi Nur Zam ZamAffiliation unknown1
Asnah MarzukiAffiliation unknown1
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown1
Hasyim KasimAffiliation unknown1
Restuyani ParanoanAffiliation unknown1
Fitri ArianiAffiliation unknown1
Resky SyamsuAffiliation unknown1
Sumarheni SumarheniAffiliation unknown1
Sukamto S MamadaAffiliation unknown1
Mu'minisa BahrunAffiliation unknown1
Sri Ningrum Anggrainy Anggrainy WahidAffiliation unknown1
Muhammad RaihanAffiliation unknown1
Naufal TaqwaAffiliation unknown1
A Rifka HanifahAffiliation unknown1
Ismail IsmailAffiliation unknown1
Muhammad Nur AmirAffiliation unknown1
Aliyah AliyahAffiliation unknown1
Fityatun UsmanAffiliation unknown1
Risfah YuliantyAffiliation unknown1
SartiniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSIK EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lallo, Subehan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lewerissa, Ade Christie</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rafi'i, Akhmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Usmar, Usmar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ismail, Ismail</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tayeb, Rosany</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan tanaman yang telah banyak digunakan sebagai rempah dan obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif flavonoid yang memiliki efek antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap aktivitas antiokasidan dan toksisitas dari ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi sedangkan kadar polifenol dan flavonoid total dilakukan dengan menggunakan metode Folin-ciocalteu dan metode kolorimetri yang dianalisis dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrihidrazil) dan sitotoksisitas dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethaly Test). Ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat diperoleh rendemen sebesar 2,24% untuk dataran rendah,  3,51% dataran sedang dan dataran tinggi sebesar 3,77%. Analisis kadar fenolik dan flavanoid diperoleh berturut turut dari dataran rendah ke tinggi sebesar 6,08±0,26% dan 2,25±0,05%, 5,09±0,14% dan 1,09±0,08, 5,47±0,24% dan 1,16±0,3%. Aktifitas antioksidan yang tertinggi diperoleh pada dataran rendah diperoleh IC50 332,48 bpj, kemudian pada dataran tinggi dengan IC50 447,14 bpj dan pada dataran sedang diperoleh IC50 sebesar 518,57 bpj. Uji sitotoksik terhadap ketiga ekstrak menunjukkan hasil LC50 yang tidak terlalu berbeda antara ketiga lokasi tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2022-02-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9406</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 23 No. 3 (2019): MFF; 118-123</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/9406/4802</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
</oai_dc:dc>