Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ISOLASI FUNGI ENDOFIT DARI DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTIBAKTERI

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 25 No. 2 (2021) · pp. 66–68

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2021-08-31
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Fungi endofit merupakan sekelompok jamur yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan pada inangnya. Fungi endofit umumnya memproduksi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis yang bermanfaat seperti misalnya senyawa-senyawa anti kanker, antivirus, atau antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi endofit dari daun T. indica L. serta menguji aktivitas antibakteri metabolit sekunder fungi endofit yang diperoleh terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Proses isolasi fungi endofit menghasilkan 1 isolat yang diberi kode TID-1. Produksi senyawa antibakteri dilakukan melalui proses fermentasi isolat fungi endofit TD-1 selama 18 hari pada kondisi teragitasi menggunakan medium PDYdari isolat TID-1. Pada akhir proses fermentasi, media fermentasi diekstraksi dengan etil asetat dan biomassa diekstrasi dengan metanol. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat dengan konsentrasi ekstrak 200 ppm/disk, 300 ppm/disk, dan 400 ppm/disk mampu menghambat pertumbuhan E. coli sebesar 8.43 mm, 9.6 mm, dan 10.86 mm. Pada konsentrasi 300 ppm/disk dan 400 ppm/disk menghambat pertumbuhan S. aureus sebesar 10,11 mm dan 12,8 mm, sedangkan ekstrak metanol tidak memberikan aktivitas antibakteri., sehingga dapat disimpulkan bahwa metabolit sekunder fungi endofit yang diisolasi dari daun asam jawa (T. indica L.) berpotensi sebagai penghasil senyawa antibakteri.

Keywords

Collaboration network of the authors

32 authors · 107 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Gemini AlamAffiliation unknown3
Alimuddin AliAffiliation unknown2
Sartini SartiniAffiliation unknown2
Risfah YuliantyAffiliation unknown2
Muhammad HasanState University of Makassar1
Muhammad JundaAffiliation unknown1
Muhiddin PalennariAffiliation unknown1
Mufidah MufidahAffiliation unknown1
Muh HidayatAffiliation unknown1
Subehan LalloAffiliation unknown1
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown1
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown1
Usmar UsmarAffiliation unknown1
Sri Ningrum Anggrainy Anggrainy WahidAffiliation unknown1
Rahmita BurhamzahAffiliation unknown1
Asnah MarzukiAffiliation unknown1
Damaiyanti DamaiyantiAffiliation unknown1
Syaharuddin KasimAffiliation unknown1
Yusnita RifaiAffiliation unknown1
siti qurrataayunAffiliation unknown1
Firzan NainuAffiliation unknown1
SubehanAffiliation unknown1
Dedy Ma'rufAffiliation unknown1
Elly WahyudinAffiliation unknown1
M Natsir DjideAffiliation unknown1
Rosany TayebAffiliation unknown1
Aisyah FatmawatyAffiliation unknown1
SartiniAffiliation unknown1
Ermina PakkiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ISOLASI FUNGI ENDOFIT DARI DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTIBAKTERI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rante, Herlina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Umar, Abdul Halim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mau, Dominggus Paniel </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">antibakteri, fungi endofit, Tamarindus indica L.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Fungi endofit merupakan sekelompok jamur yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan pada inangnya. Fungi endofit umumnya memproduksi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis yang bermanfaat seperti misalnya senyawa-senyawa anti kanker, antivirus, atau antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi endofit dari daun T. indica L. serta menguji aktivitas antibakteri metabolit sekunder fungi endofit  yang diperoleh terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Proses isolasi fungi endofit menghasilkan 1 isolat yang diberi kode TID-1. Produksi  senyawa antibakteri dilakukan melalui proses  fermentasi isolat fungi endofit TD-1  selama 18 hari pada kondisi teragitasi menggunakan medium PDYdari isolat TID-1. Pada akhir proses fermentasi, media fermentasi diekstraksi dengan etil asetat dan biomassa diekstrasi dengan metanol. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat dengan konsentrasi ekstrak 200 ppm/disk, 300 ppm/disk, dan 400 ppm/disk mampu menghambat pertumbuhan E. coli  sebesar  8.43 mm,  9.6 mm, dan 10.86  mm.  Pada konsentrasi 300 ppm/disk dan 400 ppm/disk menghambat pertumbuhan S. aureus  sebesar  10,11 mm  dan 12,8 mm, sedangkan ekstrak metanol tidak memberikan aktivitas antibakteri., sehingga dapat disimpulkan bahwa metabolit sekunder fungi endofit yang diisolasi dari daun asam jawa (T . indica L.) berpotensi sebagai penghasil senyawa antibakteri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/13380</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 25 No. 2 (2021): MFF; 66-68</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/13380/7278</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>