Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

EVALUASI PENGGUNAAN TERAPI ANTIBIOTIK EMPIRIS TERHADAP LUARAN KLINIS PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS RAWAT INAP

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 26 No. 1 (2022) · pp. 19–25

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2022-05-13
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Pneumonia komunitas merupakan penyakit infeksi pada parenkim paru-paru yang mengancam jiwa sehingga dapat diberikan terapi antibiotik empiris. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai DDD dan kualitas penggunaan terapi antibiotik empiris menggunakan metode Gyssens pada pasien pneumonia komunitas rawat inap serta hubungannya terhadap luaran klinis pasien di RSUD Kota Makassar. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien usia >19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi periode Januari 2018-Desember 2019. Dikumpulkan data karakterisik pasien, pengobatan dan luaran klinis pasien setelah pemberian antibiotik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan uji Chi square untuk menganalisis hubungan penggunaan antibiotik dengan luaran klinis pasien. Karakteristik pasien yang beresiko yaitu usia, jenis kelamin, jumlah obat dan komorbid turut dianalisis. Hasil evaluasi kuantitatif antibiotik bahwa seftriakson memiliki DDD tertinggi yaitu 44,9 DDD/100 patient-days, pada evaluasi kualitatif dari 74 sampel sebanyak 14 pasien (18,9%) memenuhi kategori ketepatan pemberian antibiotik (kategori 0) dan ketidaktepatan pemberian antibiotik pada kategori IVa sebanyak 50 pasien (67,6%), kategori IVb sebanyak 9 pasien (12,2%) dan kategori IIa sebanyak 1 pasien (1,4%). Uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara jumlah dan ketepatan penggunaan terapi antibiotik empiris terhadap luaran klinis pasien pneumonia komunitas pada periode Januari 2018-Desember 2019. Pasien yang memiliki komorbid baik yang berkategori infeksi maupun kategori infeksi dan non infeksi merupakan faktor resiko yang memiliki hubungan yang bermakna dengan luaran klinis pasien pada periode tersebut.

Keywords

Collaboration network of the authors

15 authors · 37 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sri RamadanyAffiliation unknown1
Jamaluddin MadolanganAffiliation unknown1
Hasan NyambeAffiliation unknown1
Kartika ParamitaAffiliation unknown1
Andi Indahwaty SidinAffiliation unknown1
Dwi AnggitaAffiliation unknown1
Firzan NainuAffiliation unknown1
sakiya syahrir sudirmanAffiliation unknown1
Dini Ayu Ariastiwi BAffiliation unknown1
Muh.Akbar BaharAffiliation unknown1
Elly WahyudinAffiliation unknown1
Wa Ode Nur Hikmah ArifAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EVALUASI PENGGUNAAN  TERAPI ANTIBIOTIK EMPIRIS TERHADAP LUARAN KLINIS PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS RAWAT INAP</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">AB Pangeran, Sukriya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">A. Manggau, Marianti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Djaharuddin, Irawaty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Antibiotik empiris</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pneumonia komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ATC/DDD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Metode Gyssens</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Antibiotik empiris, pneumonia komunitas, ATC/DDD, metode Gyssens.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pneumonia komunitas merupakan penyakit infeksi pada parenkim paru-paru yang mengancam jiwa sehingga dapat diberikan terapi antibiotik empiris. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai DDD dan kualitas penggunaan terapi antibiotik empiris menggunakan metode Gyssens pada pasien pneumonia komunitas rawat inap serta hubungannya terhadap luaran klinis pasien di RSUD Kota Makassar. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien usia &amp;gt;19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi periode Januari 2018-Desember 2019. Dikumpulkan data karakterisik pasien, pengobatan dan luaran klinis pasien setelah pemberian antibiotik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan uji Chi square  untuk menganalisis hubungan penggunaan antibiotik dengan luaran klinis pasien. Karakteristik pasien yang beresiko yaitu usia, jenis kelamin, jumlah obat dan komorbid turut dianalisis. Hasil evaluasi kuantitatif antibiotik bahwa seftriakson memiliki DDD  tertinggi yaitu 44,9 DDD/100 patient-days, pada evaluasi kualitatif dari 74 sampel sebanyak 14 pasien (18,9%) memenuhi kategori ketepatan pemberian antibiotik (kategori 0) dan ketidaktepatan pemberian antibiotik pada kategori IVa sebanyak 50 pasien (67,6%), kategori IVb sebanyak 9 pasien (12,2%) dan kategori IIa sebanyak 1 pasien (1,4%). Uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara jumlah dan ketepatan penggunaan terapi antibiotik empiris terhadap luaran klinis pasien pneumonia komunitas pada periode Januari 2018-Desember 2019. Pasien yang memiliki komorbid baik yang berkategori infeksi maupun kategori infeksi dan non infeksi merupakan faktor resiko yang memiliki hubungan yang bermakna dengan luaran klinis pasien pada periode tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/18888</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 26 No. 1 (2022): MFF; 19-25</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/18888/8144</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>