Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

SINTESIS HIJAU NANOPARTIKEL PERAK (AgNP) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN SERAI (Cymbopogon citratus) SEBAGAI BIOREDUKTOR

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 26 No. 3 (2022) · pp. 124–128

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2022-12-30
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Sintesis hijau Nanopartikel perak (AgNP) adalah proses reduksi ion Ag+ menjadi Ag0 dengan menggunakan senyawa bioaktif tanaman. Proses sintesis hijau dinilai lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis, sedangkan proses sintesis kimia-kimia diikuti oleh hasil samping yang menyebabkan toksisitas dan pencemaran lingkungan. AgNP berpotensi dimanfaatkan di berbagai bidang dengan sifat, bentuk, dan fungsi AgNP yang dipengaruhi selama proses sintesis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi reaksi yang optimal dalam proses sintesis hijau yang menggunakan ekstrak etanol daun serai. Adapun metode sintesis hijau dalam penelitian ini adalah dengan melakukan preparasi terhadap kondisi pH ekstrak, yaitu kondisi yang dapat membentuk AgNP segera ketika sintesis berjalan, selanjutnya pH dipilih untuk digunakan pada tahap optimalisasi konsentrasi Ag dan ekstrak, dan waktu kontak yang dievaluasi melalui monitoring puncak SPR (Surface Plasmon Resonance) UV-Vis antara 400-500 nm selama 2 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa AgNP terbentuk pada reaksi antara ekstrak etanol konsentrasi 5% pH 12 dan Ag 2 mM pada menit ke 15 dengan nilai SPR pada 403 nm, panjang gelombang UV-Vis selama 2 hari cenderung stabil antara 400-403 nm tetapi jumlah Absorbansi menunjukan adanya indikasi ketidakstabilan pada larutan AgNP yang dimonitoring sehingga perlu pertimbangan agen penstabil agar tidak terjadi aglomerasi

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 122 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Risfah YuliantyAffiliation unknown4
Gemini AlamAffiliation unknown3
Elly WahyudinAffiliation unknown3
Alimuddin AliAffiliation unknown2
Sartini SartiniAffiliation unknown2
Subehan LalloAffiliation unknown2
Asnah MarzukiAffiliation unknown2
Muhammad HasanState University of Makassar1
Muhammad JundaAffiliation unknown1
Muhiddin PalennariAffiliation unknown1
Endhah YulyartiAffiliation unknown1
Ana AdriyaniAffiliation unknown1
Marwati MarwatiAffiliation unknown1
Nurmahida PagamaAffiliation unknown1
Muhammad AswadAffiliation unknown1
Mufidah MufidahAffiliation unknown1
Muh HidayatAffiliation unknown1
Sri YolandariAffiliation unknown1
Tuti Handayani ZainalAffiliation unknown1
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown1
Andi Nurpati PanaungiAffiliation unknown1
Andi Anugrah PratamaAffiliation unknown1
Usmar UsmarAffiliation unknown1
Sri Ningrum Anggrainy Anggrainy WahidAffiliation unknown1
Rahmita BurhamzahAffiliation unknown1
Damaiyanti DamaiyantiAffiliation unknown1
Syaharuddin KasimAffiliation unknown1
Abdul Halim UmarAffiliation unknown1
Dominggus Paniel MauAffiliation unknown1
Firzan NainuAffiliation unknown1
SubehanAffiliation unknown1
Dedy Ma'rufAffiliation unknown1
M Natsir DjideAffiliation unknown1
Rosany TayebAffiliation unknown1
Aisyah FatmawatyAffiliation unknown1
SartiniAffiliation unknown1
Ermina PakkiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">SINTESIS HIJAU NANOPARTIKEL PERAK (AgNP) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN SERAI (Cymbopogon citratus) SEBAGAI BIOREDUKTOR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">siti qurrataayun</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">yusnita rifai</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">herlina rante</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">perak nitrat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ekstrak etanol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pH basa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">spektrofotmetri uv-vis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Biosintesis,Cymbopogon citratus,  AgNP,  SPR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Sintesis hijau Nanopartikel perak (AgNP) adalah proses reduksi ion Ag+ menjadi Ag0 dengan menggunakan senyawa bioaktif tanaman. Proses sintesis hijau dinilai lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis, sedangkan proses sintesis kimia-kimia diikuti oleh hasil samping yang menyebabkan toksisitas dan pencemaran lingkungan. AgNP berpotensi dimanfaatkan di berbagai bidang dengan sifat, bentuk, dan fungsi AgNP yang dipengaruhi selama proses sintesis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi reaksi yang optimal dalam proses sintesis hijau yang menggunakan ekstrak etanol daun serai. Adapun metode sintesis hijau dalam penelitian ini adalah dengan melakukan preparasi terhadap kondisi pH ekstrak, yaitu kondisi yang dapat membentuk AgNP segera ketika sintesis berjalan, selanjutnya pH dipilih untuk digunakan pada tahap optimalisasi konsentrasi Ag dan ekstrak, dan waktu kontak yang dievaluasi melalui monitoring puncak SPR (Surface Plasmon Resonance) UV-Vis antara 400-500 nm selama 2 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa AgNP terbentuk pada reaksi antara ekstrak etanol konsentrasi 5% pH 12 dan Ag 2 mM pada menit ke 15 dengan nilai SPR pada 403 nm, panjang gelombang UV-Vis selama 2 hari cenderung stabil antara 400-403 nm tetapi jumlah Absorbansi menunjukan adanya indikasi ketidakstabilan pada larutan AgNP yang dimonitoring sehingga perlu pertimbangan agen penstabil agar tidak terjadi aglomerasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/21047</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 26 No. 3 (2022): MFF; 124-128</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/21047/9122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>