Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FORMULASI TABLET KUNYAH ANTIKARIES GIGI EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) DAN UJI KARAKTERISTIK FISIKNYA

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 27 No. 1 (2023) · pp. 15–21

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2023-05-03
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Ekstrak teh hijau diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi tablet kunyah antikaries gigi dan menguji karakteristik fisiknya. Serbuk teh hijau diekstraksi secara maserasi dengan pelarut n-heksan 1:10 untuk menghilangkan senyawa non polarnya, kemudian bagian yang tidak larut n-heksan diremaserasi menggunakan pelarut etanol 50% dengan perbandingan 1:10. Tiap tablet kunyah dirancang menggunakan ekstrak teh hijau 100 mg dengan variasi bahan pengisi yaitu manitol, sorbitol dan xilitol. Tablet yang diperoleh diuji kestabilan fisiknya meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan, uji cemaran mikroba dan uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh ekstrak dengan rendamen 20,74 % dengan kadar polifenol total sebesar 74,7 ± 1,66 % b/b dihitung ekivalen dengan asam galat. Berdasarkan analisis statistika Analysis of Variance (ANOVA), ketiga formula memiliki perbedaan yang signifikan (p-value <0,0001) pada uji keseragaman bobot, namun pada uji keseragaman ukuran (tebal) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar formula. Pada uji kekerasan (p-value <0,0001) terdapat perbedaan yang signifikan antara formula F2 terhadap F1 dan F3, serta perbedaan yang tidak signifikan antara formula F1 dan F3. Kerapuhan yang terendah dimiliki oleh F3, sedangkan kerapuhan tertinggi dimiliki oleh F2. Dari segi kualitas mikroorganisme, semua formula memenuhi syarat nilai ALT (Angka Lempeng Total) ≤104 koloni/ml, dan hanya formula F3 yang memiliki nilai ALT terendah yaitu 5,4 x 102 koloni/ml. Formula F3 merupakan tablet kunyah yang paling disukai oleh responden pada uji hedonik. Berdasarkan hasil evaluasi fisik, uji cemaran mikroba dan tanggapan rasa, diperoleh hasil tablet kunyah yang memiliki karakteristik fisik yang terbaik adalah formula 3 yang menggunakan bahan pengisi xilitol.

Keywords

Collaboration network of the authors

15 authors · 48 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Elly WahyudinAffiliation unknown2
SubehanAffiliation unknown2
Nur Faizah -Affiliation unknown2
LatifahAffiliation unknown2
RisfahAffiliation unknown2
Wa Ode NurtinaAffiliation unknown1
Herlina RanteAffiliation unknown1
Risfah YuliantyAffiliation unknown1
M Natsir DjideAffiliation unknown1
Rosany TayebAffiliation unknown1
Aisyah FatmawatyAffiliation unknown1
Ermina PakkiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FORMULASI TABLET KUNYAH ANTIKARIES GIGI EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) DAN UJI KARAKTERISTIK FISIKNYA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">SRI RIZQI MUTHMAINNAH A.R, KIKI</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">SARTINI</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">ALIYAH</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Camellia sinensis; Tablet kunyah; Antibakteri; Streptococcus mutans.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ekstrak teh hijau diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi tablet kunyah antikaries gigi dan menguji karakteristik fisiknya. Serbuk teh hijau diekstraksi secara maserasi dengan pelarut n-heksan 1:10 untuk menghilangkan senyawa non polarnya, kemudian bagian yang tidak larut n-heksan diremaserasi menggunakan pelarut etanol 50% dengan perbandingan 1:10. Tiap tablet kunyah dirancang menggunakan ekstrak teh hijau 100 mg dengan variasi bahan pengisi yaitu manitol, sorbitol dan xilitol. Tablet yang diperoleh diuji kestabilan fisiknya meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan, uji cemaran mikroba dan uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh ekstrak dengan rendamen 20,74 % dengan kadar polifenol total sebesar 74,7 ± 1,66 % b/b dihitung ekivalen dengan asam galat. Berdasarkan analisis statistika Analysis of Variance (ANOVA), ketiga formula memiliki perbedaan yang signifikan (p-value &amp;lt;0,0001) pada uji keseragaman bobot, namun pada uji keseragaman ukuran (tebal) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar formula. Pada uji kekerasan (p-value &amp;lt;0,0001) terdapat perbedaan yang signifikan antara formula F2 terhadap F1 dan F3, serta perbedaan yang tidak signifikan antara formula F1 dan F3. Kerapuhan yang terendah dimiliki oleh F3, sedangkan kerapuhan tertinggi dimiliki oleh F2. Dari segi kualitas mikroorganisme, semua formula memenuhi syarat nilai ALT (Angka Lempeng Total) ≤104 koloni/ml, dan hanya formula F3 yang memiliki nilai ALT terendah yaitu 5,4 x 102 koloni/ml. Formula F3 merupakan tablet kunyah yang paling disukai oleh responden pada uji hedonik. Berdasarkan hasil evaluasi fisik, uji cemaran mikroba dan tanggapan rasa, diperoleh hasil tablet kunyah yang memiliki karakteristik fisik yang terbaik adalah formula 3 yang menggunakan bahan pengisi xilitol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/22065</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 27 No. 1 (2023): MFF; 15-21</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/22065/9692</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>