Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

SKRINING ANTIKANKER EKSTRAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L.) DENGAN VARIASI CAIRAN PENYARI MENGGUNAKAN METODE BSLT (Brine Shrimp Letality Test)

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 27 No. 2 (2023) · pp. 39–42

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2023-08-31
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Buah merah (Pandanus conoideus L.), buah langka asli provinsi Papua (Indonesia), diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi diantaranya merupakan senyawa pigmen karotenoid, tokoferol, fenolik, flavonoid dan lainnya yang diduga dapat menghambat proses karsinogenesis pada kanker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining antikanker ekstrak buah merah sebagai obat alternatif untuk kemopreventif alami dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Buah merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan berbagai pelarut (aseton, kloroform, dan n-heksana) dengan pengaduk magnet. Skrining fitokimia dengan metode KLT menggunakan fase diam lempeng silika GF254 dan campuran heksan: aseton (8:2) sebagai fase geraknya yang diamati pada lampu UV 254 dan 366nm serta penyemprotan reagen untuk identifikasi golongan metabolit sekunder. Metode BSLT dilakukan untuk pengujian sitotoksik menggunakan larva Artemia salina Leach. Yang dilanjutkan dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa % rendemen ekstrak tertinggi yaitu 18,14% (kloroform) kemudian ekstrak n-heksana 18,09% dan 14,6% (aseton). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa semua ekstrak mengandung alkaloid (Rf=0,67), flavonoid (Rf=0,55) dan fenolik (Rf=0,3) dan beta karoten (menggunakan senyawa murni sebagai pembanding) namun senyawa metabolit golongan steroid hanya terdeteksi pada ekstrak n-heksan dan kloroform dengan nilai Rf=0,67. Nilai LC50 dari pengujian aktivitas sitotoksik dari ketiga jenis ekstrak berada dalam rentang < 30 ppm dengan kategori sangat toksik.

Keywords

Collaboration network of the authors

25 authors · 45 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
HARIS WUAAffiliation unknown1
Fira AprianiAffiliation unknown1
La Ode SyukurUniversitas Halu Oleo1
Etiwati EtiwatiAffiliation unknown1
Yunus YunusAffiliation unknown1
Resti RestiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Sitti Nurna NingsiAffiliation unknown1
Amirudin RahimAffiliation unknown1
Milawati MilawatiAffiliation unknown1
Zalili SailanAffiliation unknown1
Asrianingsih AsrianingsihAffiliation unknown1
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo1
Jusniar Rusli AfaUniversitas Halu Oleo1
Retnoning A.W. AstutiAffiliation unknown1
Putri P. UtamiAffiliation unknown1
Mariam N.P. AchadiathAffiliation unknown1
Dominggas SobiAffiliation unknown1
Reza N. GondokusumoAffiliation unknown1
Yusnita RifaiAffiliation unknown1
Subehan LalloAffiliation unknown1
Noer Fauziah RahmanAffiliation unknown1
Nurzadrina WahyuddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">SKRINING ANTIKANKER EKSTRAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L.) DENGAN VARIASI CAIRAN PENYARI MENGGUNAKAN METODE BSLT (Brine Shrimp Letality Test)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Purwaningsih, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhammad, Azwar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marwati, Marwati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Buah Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">BSLT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sitotoksik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">LC50</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Buah Merah, BSLT, Sitotoksik, LC50</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Buah merah (Pandanus conoideus L.), buah langka asli provinsi Papua (Indonesia), diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi diantaranya merupakan senyawa pigmen karotenoid, tokoferol, fenolik, flavonoid dan lainnya yang diduga dapat menghambat proses karsinogenesis pada kanker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining antikanker ekstrak buah merah sebagai obat alternatif untuk kemopreventif alami dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Buah merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan berbagai pelarut (aseton, kloroform, dan n-heksana) dengan pengaduk magnet. Skrining fitokimia dengan metode KLT menggunakan fase diam lempeng silika GF254 dan campuran heksan: aseton (8:2) sebagai fase geraknya yang diamati pada lampu UV 254 dan 366nm serta penyemprotan reagen untuk identifikasi golongan metabolit sekunder. Metode BSLT dilakukan untuk pengujian sitotoksik menggunakan larva Artemia salina Leach. Yang dilanjutkan dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa % rendemen ekstrak tertinggi yaitu 18,14% (kloroform) kemudian ekstrak n-heksana 18,09% dan 14,6% (aseton). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa semua ekstrak mengandung alkaloid (Rf=0,67), flavonoid (Rf=0,55) dan fenolik (Rf=0,3) dan beta karoten (menggunakan senyawa murni sebagai pembanding) namun senyawa metabolit golongan steroid hanya terdeteksi pada ekstrak n-heksan dan kloroform dengan nilai Rf=0,67. Nilai LC50 dari pengujian aktivitas sitotoksik dari ketiga jenis ekstrak berada dalam rentang &amp;lt; 30 ppm dengan kategori sangat toksik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/24537</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 27 No. 2 (2023): MFF; 39-42</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/24537/10252</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>