Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

TINJAUAN SISTEMATIS EFEKTIFITAS DAN KEAMANAN OBAT FONDAPARINUX TERHADAP PASIEN COVID-19

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 27 No. 2 (2023) · pp. 63–70

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2023-08-31
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Fondaparinux, yang secara kimiawi berhubungan dengan heparin berbobot molekul rendah, berpotensi digunakan dalam terapi antikoagulan untuk pasien COVID-19. Tinjauan sistematis ini dilakukan untuk menilai efektifitas dan keamanan terapi fondaparinux terhadap pasien COVID-19. Penelitian ini dilaporkan dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Kami menggunakan mesin pencari PubMed dan Embase untuk mencari artikel yang melaporkan efektivitas dan keamanan fondaparinux pada pasien COVID-19 yang diterbitkan hingga September 2022. Protokol penelitian ini telah terdaftar di PROSPERO (CRD42021237286). Data hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Diantara 355 artikel yang teridentifikasi dari mesin pencarian PubMed dan Embase dan satu artikel dari penelusuran manual, ada lima artikel yang memenuhi syarat yang terdiri dari empat studi kohort retrospektif dan satu artikel studi laporan kasus. Semua artikel menyatakan bahwa fondaparinux (2,5 mg/hari) dapat memperbaiki kondisi klinis pasien COVID-19, sebanding dengan antikoagulan lain seperti Unfractioned Heparin (UFH) dan Enoxaparin, dalam mengatasi resiko koagulapati, resiko Venous Thromboembolism (VTE), meningkatkan kualitas pernapasan pasien, menurunkan nilai D-dimer, dan resiko kematian. Dari keseluruhan laporan, fondaparinux juga ditemukan sebagai obat dengan keamanan yang baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa fondaparinux adalah kandidat terapi antikoagulan yang menjanjikan untuk pasien COVID-19. Namun, penelitian lebih lanjut dengan metodologi lebih baik masih dibutuhkan untuk memastikan potensi penggunaan fondaparinux sebagai antikoagulan pada COVID-19.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 117 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasyim KasimAffiliation unknown3
Yusnita RifaiAffiliation unknown2
Risfah YuliantyAffiliation unknown2
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown2
M Natsir DjideAffiliation unknown2
SartiniAffiliation unknown2
Muhammad RaihanAffiliation unknown2
Zhulhajsyirah ZhulhajsyirahAffiliation unknown1
Jumriani TammasAffiliation unknown1
Sri YolandariAffiliation unknown1
Asniar PascayantriAffiliation unknown1
Tuti Handayani ZainalAffiliation unknown1
Latifah RahmanAffiliation unknown1
Suryanita SuryanitaAffiliation unknown1
Aliyah AliyahAffiliation unknown1
Sartini SartiniAffiliation unknown1
Munawarah MunawarahAffiliation unknown1
Arif SantosoAffiliation unknown1
Nurhikma AAffiliation unknown1
Nasruddin AMAffiliation unknown1
Indriani IndrianiAffiliation unknown1
Marianti A. ManggauAffiliation unknown1
Sumarheni SumarheniAffiliation unknown1
Muh. Nur AmirAffiliation unknown1
Yuyun SulitianiAffiliation unknown1
Inda PratiwiAffiliation unknown1
Ismail IsmailAffiliation unknown1
Irawaty DjaharuddinAffiliation unknown1
Wa Ode Nur Hikmah ArifAffiliation unknown1
NurhidayahAffiliation unknown1
Hasteti Husni -Affiliation unknown1
Wa Ode NurtinaAffiliation unknown1
Abdul RahimAffiliation unknown1
Gemini AlamAffiliation unknown1
Rina AgustinaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">TINJAUAN SISTEMATIS EFEKTIFITAS DAN KEAMANAN OBAT FONDAPARINUX TERHADAP PASIEN COVID-19</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Julianty, Sariba Ari </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahayu, Yayuk Sri </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Habibie </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyudin, Elly </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bahar, Akbar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Fondaparinux</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Antikoagulan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Koagulapati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">COVID-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fondaparinux, Antikoagulan, Koagulapati, COVID-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Fondaparinux, yang secara kimiawi berhubungan dengan heparin berbobot molekul rendah, berpotensi digunakan dalam terapi antikoagulan untuk pasien COVID-19. Tinjauan sistematis ini dilakukan untuk menilai efektifitas dan keamanan terapi fondaparinux terhadap pasien COVID-19. Penelitian ini dilaporkan dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Kami menggunakan mesin pencari PubMed dan Embase untuk mencari artikel yang melaporkan efektivitas dan keamanan fondaparinux pada pasien COVID-19 yang diterbitkan hingga September 2022. Protokol penelitian ini telah terdaftar di PROSPERO (CRD42021237286). Data hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Diantara 355 artikel yang teridentifikasi dari mesin pencarian PubMed dan Embase dan satu artikel dari penelusuran manual, ada lima artikel yang memenuhi syarat yang terdiri dari empat studi kohort retrospektif dan satu artikel studi laporan kasus. Semua artikel menyatakan bahwa fondaparinux (2,5 mg/hari) dapat memperbaiki kondisi klinis pasien COVID-19, sebanding dengan antikoagulan lain seperti Unfractioned Heparin (UFH) dan Enoxaparin, dalam mengatasi resiko koagulapati, resiko Venous Thromboembolism (VTE), meningkatkan kualitas pernapasan pasien, menurunkan nilai D-dimer, dan resiko kematian. Dari keseluruhan laporan, fondaparinux juga ditemukan sebagai obat dengan keamanan yang baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa fondaparinux adalah kandidat terapi antikoagulan yang menjanjikan untuk pasien COVID-19. Namun, penelitian lebih lanjut dengan metodologi lebih baik masih dibutuhkan untuk memastikan potensi penggunaan fondaparinux sebagai antikoagulan pada COVID-19.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/26510</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 27 No. 2 (2023): MFF; 63-70</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/26510/10257</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>