Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI ETHYL P-METHOXYCINNAMATE (EPMC) DARI RIMPANG KENCUR (Kaempheria galanga) SEBAGAI KANDIDAT SENYAWA ANTIKANKER

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 27 No. 3 (2023) · pp. 140–146

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2023-12-31
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Indonesia kaya akan keanekargaman tanaman obat. Salah satunya adalah rimpang kencur atau Kaempferia galanga L. Tanaman ini memiliki potensi besar sebagai sumber penting senyawa bioaktif yang dapat mendukung pengembangan obat-obatan alami serta mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang farmakologi dan pengobatan. Kaempferia galanga sendiri telah diteliti mengandung beragam senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas farmakologi salah satunya adalah antikanker. Salah satu komponen senyawa yang dimiliki oleh Kaempferia galanga yang dapat digunakan sebagai antikanker adalah etil p-methoxycinnamate (EPMC). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa EPMC untuk memperoleh hasil isolasi yang maksimal dengan kadar EPMC yang tinggi. Metode isolasi EPMC dari tanaman kencur menggunakan soxhlet sebagai alat ekstraksi. Identifikasi dan penentuan kadar senyawa diperoleh menggunakan evaluasi KLT, GC-MS, NMR, HPLC dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil identifikasi menunjukkan isolat dari Kaempheria galanga merupakan senyawa ethyl p-methoxycinnamate dengan berat molekul 206 dan persentase kadar EPMC menunjukkan kadar yang tinggi baik menggunakan HPLC maupun spektrofotometer UV-Vis, dimana kadar EPMC dalam isolat didapatkan sebesar 90,40 ± 3,62 %, dan 91,29 ± 3,66 %. Sedangkan untuk kadar pada ekstrak metanol Kaempheria galanga adalah 49,57 ± 0,63 % dan 40,61± 0,25% berdasarkan hasil HPLC dan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode isolasi EPMC dari tanaman kencur (Kaempferia galanga) menggunakan soxhlet sebagai alat ekstraksi memberikan rendemen ekstrak dan rendemen isolat yang tinggi.

Keywords

Collaboration network of the authors

37 authors · 134 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Gemini AlamAffiliation unknown3
Rismayanti FauziahAffiliation unknown2
Natsir DjideAffiliation unknown2
Abdul RahimAffiliation unknown2
IsmailAffiliation unknown2
Rina AgustinaAffiliation unknown2
Sari HaryantiAffiliation unknown2
Muhammad Azwar ARAffiliation unknown2
Subehan LalloAffiliation unknown1
Naufal TaqwaAffiliation unknown1
A Rifka HanifahAffiliation unknown1
Ismail IsmailAffiliation unknown1
Muhammad Nur AmirAffiliation unknown1
Risna RisnaAffiliation unknown1
RisnaAffiliation unknown1
SartiniAffiliation unknown1
ALIYAHAffiliation unknown1
Nur Faizah -Affiliation unknown1
LatifahAffiliation unknown1
RisfahAffiliation unknown1
Elly WahyudinAffiliation unknown1
Sariba Ari JuliantyAffiliation unknown1
Yayuk Sri RahayuAffiliation unknown1
Akbar BaharAffiliation unknown1
Sartini SartiniAffiliation unknown1
Herlina RanteAffiliation unknown1
Firzan NainuAffiliation unknown1
Dedy Ma'rufAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ISOLASI DAN IDENTIFIKASI ETHYL P-METHOXYCINNAMATE (EPMC) DARI RIMPANG KENCUR (Kaempheria galanga) SEBAGAI KANDIDAT SENYAWA ANTIKANKER</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasan, Nurhasni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sitti Nur Fatimah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Anugerah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhammad Raihan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Subehan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Apon Zaenal Mustopa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Herman Irawan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jabal Rahmat Haedar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Habibie</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Isolasi dan Identifikasi, Ethyl P-Methoxycinnamate, soxhlet, ekstrak metanol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Indonesia kaya akan keanekargaman tanaman obat. Salah satunya adalah rimpang kencur atau Kaempferia galanga L. Tanaman ini memiliki potensi besar sebagai sumber penting senyawa bioaktif yang dapat mendukung pengembangan obat-obatan alami serta mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang farmakologi dan pengobatan. Kaempferia galanga sendiri telah diteliti mengandung beragam senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas farmakologi salah satunya adalah antikanker. Salah satu komponen senyawa yang dimiliki oleh Kaempferia galanga  yang dapat digunakan sebagai antikanker adalah etil p-methoxycinnamate (EPMC). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa EPMC untuk memperoleh hasil isolasi yang maksimal dengan kadar EPMC yang tinggi. Metode isolasi EPMC dari tanaman kencur menggunakan soxhlet sebagai alat ekstraksi. Identifikasi dan penentuan kadar senyawa diperoleh menggunakan evaluasi KLT, GC-MS, NMR, HPLC dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil identifikasi menunjukkan isolat dari Kaempheria galanga merupakan senyawa ethyl p-methoxycinnamate dengan berat molekul 206 dan persentase kadar EPMC menunjukkan kadar yang tinggi baik menggunakan HPLC  maupun spektrofotometer UV-Vis, dimana kadar EPMC dalam isolat didapatkan sebesar 90,40 ± 3,62 %, dan 91,29 ± 3,66 %. Sedangkan untuk kadar pada ekstrak metanol Kaempheria galanga adalah 49,57 ± 0,63 % dan 40,61± 0,25% berdasarkan hasil HPLC dan spektrofotometer UV-Vis.  Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode isolasi EPMC dari tanaman kencur (Kaempferia galanga) menggunakan soxhlet sebagai alat ekstraksi memberikan rendemen ekstrak dan rendemen isolat yang tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/28335</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 27 No. 3 (2023): MFF; 140-146</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/28335/11078</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>