Open access Jurnal
IDENTIFIKASI KEBERADAAN DAN BENTUK MIKROPLASTIK PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN TAMANGAPA KOTA MAKASSAR: Identification of the Existence and Form of Microplastic in Refilled Drinking Water in Tamangapa Village, Makassar City
Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 2 No. 3 (2021) · pp. 346–354
- ISSN
- 2721-2408
- Published
- 2021-10-31
- Publisher
- Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
- Language
- en
Abstract
Mikroplastik merupakan bagian terkecil dari plastik yang berukuran kurang lebih 5 mm. Mikroplastik yang di temukan dalam air minum isi ulang dapat berasal dari sistem pengolahan dan distribusi untuk air leding atau pembotolan pada air botol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan bentuk mikroplastik serta proses pengolahan, penampungan air baku, filtrasi dan desinfeksi pada air minum isi ulang di Tamangapa Kota Makassar. Penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan deskriptif, menggunakan uji laboratorium untuk mengetahui keberadaan dan bentuk mikroplastik pada air minum isi ulang di Tamangapa Kota Makassar. Parameter yang akan diukur adalah mikroplastik. Hasil: Identifikasi pemeriksaan mikroplastik pada air minum isi ulang di Kelurahan Tamangapa Kota Makassar didapatkan hasil semua sampel pada air minum isi ulang yang diperiksa positif mengandung mikroplastik. Mikroplastik pada air minum isi ulang di rumah warga paling banyak ditemukan di depot III rumah warga, dengan kelimpahan sebanyak 1,4 partikel/L dengan bentuk (line dan fragmen), warna (merah, biru, hujau), ukuran (0,84–1,262). Mikroplastik yang di temukan pada air minum isi ulang di warung paling banyak ditemukan di depot I, warung 2 hari, dengan kelimpahan sebanyak 1,3 partikel/L dengan bentuk (line dan fragmen), warna (merah, biru, ungu), ukuran (0,5 – 1,663). Kesimpulan Sebanyak 9 sampel air minum isi ulang yang di teliti didapatkan semua sampel positif (100%) mengandung mikroplastik. Diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk lebih memperhatikan pengolahan air baku menjadi air minum, mencegah dampak buruk yang dapat di timbulkan dikemuadian hari.
Keywords
Collaboration network of the authors
20 authors · 34 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Syamsuar Manyullei | Affiliation unknown | 3 |
| Agus Bintara Birawida | Affiliation unknown | 2 |
| Arief Pawennari Muhammad | Affiliation unknown | 1 |
| Nurlia Sila | Affiliation unknown | 1 |
| Erniwati Ibrahim | Affiliation unknown | 1 |
| muhamad subhan | Affiliation unknown | 1 |
| Darmawansyah Darmawansyah | Affiliation unknown | 1 |
| Nirmayasri Datuan | Affiliation unknown | 1 |
| Aznaeni Duppa | Affiliation unknown | 1 |
| Burhanudin Bahar | Affiliation unknown | 1 |
| Junaira Surahy | Affiliation unknown | 1 |
| Wirdayanti Wirdayanti | Affiliation unknown | 1 |
| Nurhasmi Nurhasmi | Affiliation unknown | 1 |
| Melati Fardin | Affiliation unknown | 1 |
| Anwar Mallongi | Affiliation unknown | 1 |
| Syahri Wahyuni | Affiliation unknown | 1 |
| Musdalifah Musdalifah | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.