Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

STUDI PERILAKU PEKERJA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI APRON BANDAR UDARA TAMPA PADANG MAMUJU: Study of Workers Behavior to the Use of Personal Protective Equipment at Apron Airport Tampa Padang Mamuju

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 2 No. 2 (2021) · pp. 116–126

DOI
10.30597/hjph.v2i2.12898
ISSN
2721-2408
Published
2021-06-28
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Bandar udara salah satu tempat kerja yang mengharuskan pekerjanya menggunakan alat pelindung diri agar terhindar dari kecelakaan kerja, terutama unuk pekerja apron bandar udara. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih belum bisa dilaksanakan oleh pekerja disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengawasan yang ketat oleh manajemen perusahaan. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan pekerja terhdap penggunaan APD. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomologi. Penelitian ini dilaksanakan di Apron Bandar Udara Tampa Padang Mamuju pada bulan Desember 2020. Adapun informan dalam penelitian ini semua pekerja Apron Bandar Udara Tampa Padang Mamuju yang sebanyak 17 orang. Prosedur pemilihan informan berdasarkan purposive sampling. Cara pengumpulan data dengan wawancara (in-depth interview) dan observasi. Sebagian besar informan utama tidak menggunakan APD yaitu sebesar 12 orang (80%). APD yang dipakai oleh seluruh informan yaitu sebanyak 15 (100%) adalah rompi dan masker. Sedangkan APD yang paling sedikit dipakai oleh informan earplug/earmuff yaitu sebanyak 3 orang (20%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar informan utama tidak menggunakan APD dan yang digunakan hanya rompi dan masker, sedangkan APD yang sedikit digunakan yaitu earplug/earmuff.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 104 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Awaluddin AwaluddinAffiliation unknown5
Andi WahyuniAffiliation unknown3
Magfirah RamadhaniAffiliation unknown2
Syamsiar S. RussengAffiliation unknown2
Masyitha MuisAffiliation unknown2
M Furqaan NaiemAffiliation unknown1
Ade Wira LisriantiAffiliation unknown1
Rizky MaharjaAffiliation unknown1
Noviponiharwani NoviponoiharwaniAffiliation unknown1
Muhammad Rum RahimAffiliation unknown1
Noviponiharwani NoviponiharwaniAffiliation unknown1
Ade Wira Lisrianti LatiefAffiliation unknown1
A. NirwanaAffiliation unknown1
yusniar anggraenyAffiliation unknown1
Nursiah NursiahAffiliation unknown1
Filadelfia PiradeAffiliation unknown1
Kania ChaerunnisaAffiliation unknown1
Arfani AmaliaAffiliation unknown1
M. Furqaan NaeimAffiliation unknown1
Ainulhaj Sapirianty T. MalikAffiliation unknown1
Abdul Hadi Al MuttaqinAffiliation unknown1
Andi Muflihah DarwisAffiliation unknown1
Tiara ErdittaAffiliation unknown1
Ardayanti AsmudinAffiliation unknown1
Dirna AkirahAffiliation unknown1
Muhammad RachmatAffiliation unknown1
Alfiah Ashila AchmadAffiliation unknown1
Rahmat RamadhanUniversitas Halu Oleo1
Mahfuddin YusbudAffiliation unknown1
Adhelin Tiku RombedatuAffiliation unknown1
Ardyansyah Saputra BasriAffiliation unknown1
Andi ZulkifliAffiliation unknown1
Yahya ThamrinAffiliation unknown1
A. WahyuniAffiliation unknown1
Ouedraogo AssaneAffiliation unknown1
Syamsuar ManyulleiAffiliation unknown1
Annisa Putri AzzimaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">STUDI PERILAKU PEKERJA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI APRON BANDAR UDARA TAMPA PADANG MAMUJU: Study of Workers Behavior to the Use of Personal Protective Equipment at Apron Airport Tampa Padang Mamuju</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Anggraeni, Nurul Widi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saleh, Lalu Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Darwis, A. Muflihah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kualitatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat pelindung Diri (APD)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Apron</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perilaku</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">


Bandar udara salah satu tempat kerja yang mengharuskan pekerjanya menggunakan alat pelindung diri agar terhindar dari kecelakaan kerja, terutama unuk pekerja apron bandar udara. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih belum bisa dilaksanakan oleh pekerja disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengawasan yang ketat oleh manajemen perusahaan. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan pekerja terhdap penggunaan APD. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomologi. Penelitian ini dilaksanakan di Apron Bandar Udara Tampa Padang Mamuju pada bulan Desember 2020. Adapun informan dalam penelitian ini semua pekerja Apron Bandar Udara Tampa Padang Mamuju yang sebanyak 17 orang. Prosedur pemilihan informan berdasarkan purposive sampling. Cara pengumpulan data dengan wawancara (in-depth interview) dan observasi. Sebagian besar informan utama tidak menggunakan APD yaitu sebesar 12 orang (80%). APD yang dipakai oleh seluruh informan yaitu sebanyak 15 (100%) adalah rompi dan masker. Sedangkan APD yang paling sedikit dipakai oleh informan earplug/earmuff yaitu sebanyak 3 orang (20%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar informan utama tidak menggunakan APD dan yang digunakan hanya rompi dan masker, sedangkan APD yang sedikit digunakan yaitu earplug/earmuff.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/12898</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v2i2.12898</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 2 No. 2: JUNE 2021; 116-126</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v2i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/12898/8951</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>